Penerapan Konsep Lean Manufacturing Pada Panen TBS Petani Swadaya

Authors

  • Adriansyah Adriansyah Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri
  • Syahriyal Syahriyal Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri
  • Ernawati Ernawati Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri
  • Hasanudin Hasanudin Institut Teknologi dan Bisnis Indragiri

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.4897

Keywords:

Penerapan Lean manufacturing, Waktu pemborosan, Alat mesin pertanian

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep lean manufacturing melalui proses panen Tandan Buah Segar Kelapa Sawit petani swadaya sehingga pemborosan waktu panen yang terjadi melalui alat mekanisasi pertanian dapat ter-identifikasi lalu diminimasi. Identifikasi pemborosan dilakukan melalui pengamatan dan kuesioner. Hasil identifikasi yang didapat menggunakan kuesioner digunakan sebagai dasar menentukan alat pemetaan VALSAT untuk digunakan dalam analisis. Identifikasi pemborosan dengan kuesioner menunjukkan bahwa  bagian proses panen TBS mengunakan peralatan mekanisasi pertanian yang paling banyak menghasilkan pemborosan, selanjutnya bagian pengangkutan TBS ke TPH dan pemborosan berikutnya pada bagian memasukan TBS ke mobil yang juga mengunakan peralatan mekanisasi pertanian. Berdasarkan konsep Lean Manufacturing urutan pemborosan panen TBS adalah: (1) waiting yang memiliki nilai rata-rata 4,44; (2) transportation 2,50; (3) defects 1,89; (4) processing 1,50; (5) ) overproduction 1,33 (6) motion 1,28 (7) inventory 1,17 dan waste 7+1 overal structure1,11.

Melalui Value Stream Mapping (VSM) kondisi saat ini diketahui bahwa total waktu proses panen TBS adalah 35.990 detik dengan kapasitas panen sebesar 7 ton TBS per dua hari dengan jumlah pekerja panen sebanyak 8 orang. Rancangan usulan perbaikan dapat menurunkan total waktu panen menjadi 25.190 detik sekaligus meningkatkan kapasitas panen 7 ton TBS/hari dan hanya menggunakan 5 pekerja panen.

References

Direktorat Jendral Perkebunan Indonesia. (2016). Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Kelapa Sawit: Jakarta.

Subriyanto. (2013). Pemilihan Teknologi Sterilizer Pada Pabrik Kelapa Sawit Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process, Jurnal Teknik Industri.

Subekti, P., (2010). Analisa Kerusakan Short Drive Shaft Kempa Ulir Pada Pabrik Kelapa Sawit, Jurnal APTEK Vol. 3 No. 1.

Jafri, M.R., (2015). Production Line Analysis Via Value Stream Mapping:A Lean Manufacturing Process of Color Industry,Procedia Manufacturing.

Venkataraman, K., (2014). Application of Value Stream Mapping ForReduction Of Cycle Time In a Machining Process,Procedia Material Science.

Seyed, M.Z., (2004). Lean Manufacturing Implementation Through Value Stream Mapping : A Case Study, Jurnal Teknologi Science & Engineering.

Vincent, (2007) G.,Lean Six Sigma For Manufacturing and Service Industries, Gramedia pustaka utama Jakarta.

Ayunda. N., (2012). Pendekatan Metode Lean Guna Mengidentifikasi Waste (pemborosan) Dengan Menggunakan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) Serta Usulan Perbaikan Pada Proses Produksi Pot Krim 12,5gr, Universitas Airlangga: Surabaya,

Taufik.K., (2012). Perancangan Lean Manufacturing Dengan Metode Valsat Pada Line Produksi Drum Brake Type, FT Universitas Indonesia: Jakarta.

Mike. R and John. S., (1999). Learning To See Value Stream Mapping to Create Value and Eliminate Muda, Brookline Massachusetts, USA.

Downloads

Published

12-11-2025

How to Cite

Adriansyah, A., Syahriyal, S., Ernawati , E. ., & Hasanudin, H. (2025). Penerapan Konsep Lean Manufacturing Pada Panen TBS Petani Swadaya. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 5(3), 31187–31192. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.4897

Issue

Section

Articles