Analisis Sejarah Sosial Pada Toponimi Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.4839Keywords:
Pengaruh Budaya, Toponimi, Tangerang, Analisis HistorisAbstract
Penelitian ini ditujukan untuk memberikan sudut pandang lain dalam asal-usul penamaan daerah Tangerang di provinsi Banten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan komparasi sumber-sumber sejarah yang berkaitan dengan penamaan wilayah Tangerang. Sumber-sumber yang selama ini digunakan, terutama oleh Pemerintah Daerah Tangerang baik Kota Tangerang maupun Kabupaten Tangerang sebenarnya sudah cukup lengkap, hanya saja pada proses analisisnya dipengaruhi sentimen primordial dari beberapa kelompok masyarakat sehingga mengabaikan sumber-sumber lain yang sebenarnya lebih relevan dan dapat dipertanggungjawabkan secara historis. Melalui penerapan metodologi sejarah berupa kritik sumber, eksplanasi dan generalisasi, penelitian ini menghasilkan kesimpulan yang berbeda dari yang selama ini dipublikasikan dalam berbagai literatur yang berkaitan dengan toponimi Tangerang. Hasil peneltian ini diharapkan dapat memperkaya kajian historiografi lokal dan membuka ruang baru bagi interpretasi yang lebih objektif terhadap Sejarah penamaan Tangerang.
References
Agustan. (2008). Toponimi, Bukan Hanya Tata Cara Penulisan Nama Unsur Geografis. Jurnal Inovasi Online. Vol. 11/XX/2008.
As Syahid, Abdu Mushab. (2023). Tiga Dekade Sejarah Dan Pembangunan Kota Tangerang, Disbudpar Kota Tangerang.
Blusse, Leonard. (2004). Persekutuan Aneh Pemukiman Cina, Wanita Peranakan, dan Belanda di Batavia, Yogyakarta, LKiS.
Cortesao, Armando.(2015). Summa Oriental Karya Tome Pires : Perjalanan Dari Laut Merah ke Cina & Buku Francisco Rodrigues, Yogyakarta, Ombak.
Emalia, Imas. (2006). Historiografi Indonesia Sejak masa Awal Sampai Masa Kontemporer.
Groeneveldt, W.P. (2009). Nusantara dalam Catatan Tionghoa, Jakarta, Komunitas Bambu.
Hariyono. (1995). Mempelajari Sejarah Secara Efektif, Jakarta, Pustaka Jaya.
Hestiyana. (2021). Toponimi Dan Aspek Penamaan Asal-Usul Desa Dan Gunung Di Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan.
Lexy J. Moleong. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung, Remaja Rosdakarya.
Madjid. M. Dien (1992), Sejarah Kabupaten Tangerang, Tangerang, Pemda Kabupaten Tangerang dan LPPM UNIS Syech Yusuf Tangerang.
Maryani, E. (2011). Kearifan Lokal Sebagai Sumber Pembelajaran IPS dan Keunggulan Karakter Bangsa. Bandung: Makalah Pada Konvensi Pendidikan Nasional IPS (KONASPIPSI).
Permadi, Bambang. (2017). Islam dan Etnis Tionghoa : Studi Kasus Komunitas Cina Benteng Di Tangerang, Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah.
Pranoto, Suhartono W. (2010). Teori dan Metodologi Sejarah, Yogyakarta, Graha Ilmu.
Rais, Jacub., dkk. (2008). Toponimi Indonesia: Sejarah Budaya Bangsa yang Panjang dari Permukiman Manusia dan Tertib Administrasi. Jakarta: PT. Pradnya Paramita.
Sen, Tan Ta. (2010). Cheng Ho Penyebar Islam dari China ke Nusantara, Jakarta, Kompas Media Nusantara.
Sudaryat, Yayat dkk. (2009). Toponimi Jawa Barat (Berdasarkan Cerita Rakyat). Bandung: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Barat,
Sugiri, Eddy. (2003). “Perspektif Budaya Perubahan Nama Diri Bagi WNI Keturunan Tionghoa di Wilayah Pemerintah Kota Surabaya. https://123dok.com/document/y6pdergq
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Bambang Permadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







