Pengaruh Literasi Digital Usaha, Persepsi Keamanan, dan Loyalitas Pelanggan terhadap Tingkat Adopsi QRIS di Kabupaten Cilacap

Authors

  • Marufi Wanudya Hakiki Universitas Negeri Semarang
  • Iva Sofi Gunawati Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.4702

Keywords:

Literasi Digital, Persepsi Keamanan, Loyalitas Pelanggan, Adopsi QRIS, UMKM

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat adopsi QRIS pada pelaku UMKM di Kabupaten Cilacap, khususnya di sektor pariwisata, meskipun QRIS telah terbukti memberikan kemudahan, efisiensi, dan keamanan dalam transaksi. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi teknologi dan kenyataan di lapangan. Beberapa faktor yang diduga memengaruhi adopsi QRIS adalah tingkat literasi digital, persepsi keamanan, dan loyalitas pelanggan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris bagaimana ketiga variabel tersebut berpengaruh terhadap keputusan pelaku UMKM dalam menggunakan QRIS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pelaku UMKM yang bergerak di sektor pariwisata di tiga kecamatan utama, yaitu Cilacap Selatan, Cilacap Tengah, dan Cilacap Utara. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda melalui bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi QRIS. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman dan keterampilan digital pelaku usaha belum sepenuhnya menjadi faktor penentu dalam penggunaan QRIS. Sebaliknya, persepsi keamanan terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan, di mana semakin tinggi rasa aman yang dirasakan pelaku usaha terhadap sistem QRIS, semakin besar kecenderungan mereka untuk mengadopsinya. Loyalitas pelanggan juga berpengaruh positif dan signifikan, artinya dorongan dari pelanggan yang setia dapat memotivasi pelaku usaha untuk menyediakan layanan pembayaran non-tunai berbasis QRIS. Secara simultan, ketiga variabel ini mampu menjelaskan 58,3% variasi tingkat adopsi QRIS, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta pelaku UMKM untuk lebih menekankan peningkatan rasa aman dan penguatan loyalitas pelanggan dalam upaya memperluas penggunaan QRIS.

References

Aditya, & Mahyuni. (2022). Persepsi keamanan dalam transaksi fintech: Studi pada QRIS. [Artikel Jurnal].

Alice, & Nsikan. (2017). Digital literacy competencies for small business growth.

Journal of Digital Economy, 12(3), 45–56.

Andriani. (2020). Pengaruh literasi digital terhadap adopsi sistem pembayaran digital di sektor pariwisata. [Tesis, Universitas X].

Arpaci, I. (2015). A comparative study of the effects of cultural differences on the adoption of mobile learning. British Journal of Educational Technology, 46(4), 699–712. https://doi.org/10.1111/bjet.12160

Astuti, R. P., Kamila, N. S., Holida, N., & Agustin, M. (2024). Partisipasi Bank Indonesia Dalam Pengaturan Digitalisasi Sistem Pembayaran Indonesia. Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis, 2(1), 130-140.

Balakrishnan, V., & Shuib, N. L. (2021). Factors affecting QRIS adoption decisions. Journal of Digital Payment Systems, 5(2), 112–125.

Balqis, Safitri, & Hariyanto. (2024). Literasi digital, persepsi keamanan, dan loyalitas pelanggan dalam adopsi QRIS. Jurnal Teknologi dan Bisnis, 9(1), 15–28.

Bank Indonesia. (2019). QRIS: Quick Response Code Indonesian Standard. Bank Indonesia. (2020). Laporan perkembangan sistem pembayaran Indonesia.

Budhi Rahardjo. (2018). Keamanan informasi dan pencegahan penipuan.

Yogyakarta: Penerbit Andi.

Cahya. (2016). Penerapan Technology Acceptance Model pada adopsi sistem informasi. Jurnal Sistem Informasi, 8(2), 77–88.

Chuttur, M. (2009). Overview of the Technology Acceptance Model: Origins, developments and future directions. Indiana University Working Papers on Information Systems, 9(37), 1–21.

Cilacap, B. P. S. K. (2021). Kabupaten Cilacap dalam Angka 2021. BPS Kabupaten Cilacap.

Cuong, D. T., & Khoi, N. H. (2019). Customer loyalty in the context of the service industry. International Journal of Business, 24(4), 45–56.

Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008

Fadhilah, N., et al. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi keamanan dalam transaksi digital. Jurnal Keamanan Siber, 5(1), 55–64.

Flavián, C., & Guinalíu, M. (2006). Consumer trust, perceived security and privacy policy. Online Information Review, 30(6), 603–620.

Hidayat. (2021). Peran literasi digital dalam adopsi teknologi pembayaran digital di sektor pariwisata. Jurnal Ekonomi Digital, 3(1), 15–29.

Hutagalung, R. A., Nainggolan, P., & Panjaitan, P. D. (2021). Analisis Perbandingan Keberhasilan UMKM Sebelum Dan Saat Menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) Di Kota Pematangsiantar. Jurnal Ekuilnomi, 3(2), 94-103.

Jannah, R., Hilyatin, D. L., & Riyadi, S. (2024). Development of Marine Tourism Based on Blue Economy Realizing Sustainable Development Goals (Case Study of Teluk Penyu Beach Cilacap). Wealth: Journal of Islamic Banking and Finance, 3(2), 133-152.

Jogiyanto. (2007). Sistem informasi keperilakuan. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Julien, H. (2018). Digital literacy in the 21st century. Library and Information Science Research, 40(3–4), 192–198.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2021). Statistik pariwisata Indonesia. https://kemenparekraf.go.id

Kim, C., Tao, W., Shin, N., & Kim, K. S. (2010). An empirical study of customers’ perceptions of security and trust in e-payment systems. Electronic Commerce Research and Applications, 9(1), 84–95. https://doi.org/10.1016/j.elerap.2009.04.014

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Laksono, R., et al. (2019). Pengaruh literasi digital terhadap penggunaan sistem informasi. Jurnal Teknologi Informasi, 14(2), 77–85.

Lestari, D. (2021). Literasi digital dan adopsi QRIS pada UMKM pariwisata.

Jurnal Pariwisata Digital, 2(2), 44–57.

Mowen, J. C., & Minor, M. (1998). Consumer behavior (5th ed.). Prentice Hall.

Noviarni. (2017). Model penerimaan teknologi pada sistem informasi akuntansi.

Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 8(1), 103–117.

Pratama, D., & Hidayat, R. (2021). Literasi digital UMKM dan pemanfaatan QRIS. Jurnal Bisnis Digital, 6(1), 12–25.

Pratama, D., & Nugroho, A. (2021). Pengaruh kemudahan penggunaan dan manfaat terhadap adopsi QRIS di sektor pariwisata. Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi, 4(2), 55–67.

Putri, F. C. P. (2013). Analisis metode pembayaran di sektor pariwisata. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 7(2), 88–99.

Rahman, A., & Dewi, S. (2023). Pengaruh persepsi keamanan terhadap adopsi QRIS pada UMKM. Jurnal Keuangan Digital, 5(1), 44–56.

Restiani, & Amaliah, I. (2022). QRIS dan perkembangan sistem pembayaran di Indonesia. Jurnal Sistem Pembayaran, 2(1), 15–27.

Restiani, F., & Amaliah, I. (2022, July). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Masyarakat di Kota Bandung terhadap Keputusan Penggunaan Sistem Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard.

In Bandung Conference Series: Economics Studies (Vol. 2, No. 2, pp. 256- 263).

Santoso, & Hidayat. (2021). Fenomena gap adopsi QRIS di sektor pariwisata.

Jurnal Inovasi dan Teknologi, 8(3), 101–115.

Sugiharto, & Sari. (2022). Literasi digital dan inovasi layanan wisata. Jurnal Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 5(2), 55–68.

Sukartaatmadja, S., Hermawan, Y., & Silaen, U. (2023). Pengembangan Kualitas Produk UMKM Melalui Inovasi Kemasan dan Digital Marketing Kelurahan Gudang Kota Bogor. Jurnal Abdimas Dedikasi Kesatuan, 4(1), 31-34.

Susanto, B., Hadianto, A., Chariri, F. N., Rochman, M., Syaukani, M. M., & Daniswara, A. A. (2021). Penggunaan digital marketing untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM

Noviarni. (2017). Model penerimaan teknologi pada sistem informasi akuntansi.

Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 8(1), 103–117.

Pratama, D., & Hidayat, R. (2021). Literasi digital UMKM dan pemanfaatan QRIS. Jurnal Bisnis Digital, 6(1), 12–25.

Pratama, D., & Nugroho, A. (2021). Pengaruh kemudahan penggunaan dan manfaat terhadap adopsi QRIS di sektor pariwisata. Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi, 4(2), 55–67.

Putri, F. C. P. (2013). Analisis metode pembayaran di sektor pariwisata. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 7(2), 88–99.

Rahman, A., & Dewi, S. (2023). Pengaruh persepsi keamanan terhadap adopsi QRIS pada UMKM. Jurnal Keuangan Digital, 5(1), 44–56.

Restiani, & Amaliah, I. (2022). QRIS dan perkembangan sistem pembayaran di Indonesia. Jurnal Sistem Pembayaran, 2(1), 15–27.

Restiani, F., & Amaliah, I. (2022, July). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Masyarakat di Kota Bandung terhadap Keputusan Penggunaan Sistem Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard.

In Bandung Conference Series: Economics Studies (Vol. 2, No. 2, pp. 256- 263).

Santoso, & Hidayat. (2021). Fenomena gap adopsi QRIS di sektor pariwisata.

Jurnal Inovasi dan Teknologi, 8(3), 101–115.

Sugiharto, & Sari. (2022). Literasi digital dan inovasi layanan wisata. Jurnal Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 5(2), 55–68.

Sukartaatmadja, S., Hermawan, Y., & Silaen, U. (2023). Pengembangan Kualitas Produk UMKM Melalui Inovasi Kemasan dan Digital Marketing Kelurahan Gudang Kota Bogor. Jurnal Abdimas Dedikasi Kesatuan, 4(1), 31-34.

Susanto, B., Hadianto, A., Chariri, F. N., Rochman, M., Syaukani, M. M., & Daniswara, A. A. (2021). Penggunaan digital marketing untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM. Community Empowerment, 6(1), 42-47.

Susanto, H., Wijaya, A., & Lestari, R. (2021). Persepsi keamanan transaksi digital pada UMKM. Jurnal Sistem Informasi, 13(2), 144–158.

Venkatesh, V., & Davis, F. D. (2000). A theoretical extension of the technology acceptance model: Four longitudinal field studies. Management Science, 46(2), 186–204. https://doi.org/10.1287/mnsc.46.2.186.11926

Venkatesh, V., Thong, J. Y. L., & Xu, X. (2012). Consumer acceptance and use of information technology: Extending the unified theory. MIS Quarterly, 36(1), 157–178. https://doi.org/10.2307/41410412

Wibowo. (2021). Literasi digital UMKM di era transformasi digital. Jurnal Ekonomi Kreatif, 9(1), 55–64.

Wulandari. (2022). Pengaruh penggunaan QRIS terhadap loyalitas pelanggan. Jurnal Bisnis dan Pemasaran Digital, 4(1), 25–39.

Yulianti, & Handayani. (2021). Kendala adopsi QRIS di sektor UMKM. Jurnal Ekonomi Digital, 5(1), 34–47.

Yulianto, et al. (2022). Sosialisasi QRIS dan dampaknya pada UMKM. Jurnal Pengabdian Masyarakat Digital, 3(2), 88–99.

Zhou, T. (2011). An empirical examination of initial trust in mobile payment.

Wireless Personal Communications, 77(2), 15

Nadinta, A. (2023). Loyalitas pelanggan dan keberlanjutan adopsi sistem pembayaran digital QRIS. Universitas Islam Indonesia.

https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/51064

Downloads

Published

14-11-2025

How to Cite

Hakiki, M. W., & Gunawati, I. S. . (2025). Pengaruh Literasi Digital Usaha, Persepsi Keamanan, dan Loyalitas Pelanggan terhadap Tingkat Adopsi QRIS di Kabupaten Cilacap. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 5(3), 31597–31613. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.4702

Issue

Section

Articles