Analisis Pidato Perdana Gubernur Lampung Periode 2025–2030 Dalam Kerangka Good Local Governance : Sinergi Infrastruktur Dan Ketahanan Pangan
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.465Keywords:
Pidato Perdana; Infrastruktur Jalan; Ketahanan Pangan; Good Local GovernanceAbstract
Pemilihan Gubernur Lampung 2024 melahirkan kepemimpinan baru yang dihadapkan pada tantangan krusial seperti kerusakan infrastruktur jalan dan ancaman terhadap ketahanan pangan. Meskipun tema pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan menjadi bagian dari pidato perdana Gubernur Lampung 2025–2030, masih belum terlihat sejauh mana substansi pidato tersebut mencerminkan integrasi kebijakan yang konkret dan berbasis prinsip good local governance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis substansi pidato perdana Gubernur Lampung dalam kerangka good local governance, dengan fokus pada sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan dan perlindungan ketahanan pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi tematik, data dikaji dari pidato perdana gubernur lampung dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Lampung serta didukung data sekunder dari media dan dokumen resmi. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat narasi politik yang mengafirmasi integrasi pembangunan infrastruktur jalan dengan ketahanan pangan, pendekatan yang diusung masih bersifat normatif dan belum mengelaborasi mekanisme partisipatif serta sinergi antar-sektor. Dalam perspektif good local governance, pidato tersebut belum secara memadai merefleksikan prinsip akuntabilitas dan responsivitas dalam pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya transformasi visi politik ke dalam desain kebijakan yang operasional dan kolaboratif, agar pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.
References
Ardhan, Dhea Tisane. 2020. “Analisis Bahasa Politik Anies Baswedan Dalam Pidato Pengukuhannya Sebagai Gubernur Jakarta Periode 2017-2022.” Etnolingual 4(1): 27–42. doi:10.20473/etno.v4i1.17762.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2022). Kajian efektivitas pembangunan infrastruktur terhadap ketahanan pangan wilayah. Jakarta: Bappenas.
Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung. (2023). Laporan kondisi ruas jalan provinsi tahun 2023. Bandar Lampung: BMBK Provinsi Lampung.
Djausal, Rahmad Mirzani.(2025). Pidato Perdana Gubernur Lampung 2025-2030 pada Sidang Paripurna DPRD Provinsi Lampung. Bandar Lampung
Eriyanto. (2011). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. Jakarta: Kencana.
Faludi, Andreas. 2012. “Multi-Level (Territorial) Governance: Three Criticisms.” Planning Theory and Practice 13(2): 197–211. doi:10.1080/14649357.2012.677578.
FAO. (2013). The state of food insecurity in the world 2013: The multiple dimensions of food security. Rome: Food and iculture Organization of the United Nations.
IFPRI. (2021). Rural road access and smallholder food security: Evidence from Asia and Sub-Saharan Africa. Washington, DC: International Food Policy Research Institute.
Kholilah, Ayu. (2023). “Partisipasi Masyarakat Sebagai Strategi Mewujudkan Good Governance Dalam Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Pendidikan.” 10(1): 27–40. doi:10.55745/jwbp.v10i1.117.
Pemerintah Provinsi Lampung. (2025). Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka Pidato Sambutan Gubernur Lampung Periode 2025 – 2030 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung. Bandar Lampung : https://www.youtube.com/watch?v=v-TmKKR2tzY
RKPD Provinsi Lampung. (2025). Rencana kerja pemerintah daerah Provinsi Lampung tahun 2025. Bandar Lampung: Bappeda Provinsi Lampung.
Rosika, C., & Frinaldi, A. (2023). Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance dalam Pelayanan BPJS Kesehatan di Kota Padang. COMSERVA Indonesian Jurnal of Community Services and Development, 2(09), 1902–1908. https://doi.org/10.59141/comserva.v2i09.587
Saptono, P. B., & Purwanto, D. (2022). Analysis of good corporate governance’s ineffectiveness in preventing corruption in BUMN. Integritas : Jurnal Antikorupsi, 8(1), 77–94. https://jurnal.kpk.go.id/index.php/i ntegritas/article/view/870
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryanto,Adi. (2008). Manajemen Pemerintahan Daerah. Jakarta: Pusat Kajian Kinerja
Otonomi Daerah-Lembaga Administrasi Negara.
Maryanah, Tabah. 2025. “Analisis Pidato Presiden Prabowo: Jalan Panjang Pemberantasan Korupsi Di Indonesia; Moderat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan.” 11: 85–98. https://doi.org/10.25157/moderat.v11i1.4461 Volume 11, Nomor 1, Februari 2025
World Bank. (2020). Connecting farmers to markets: Rural road investments and agricultural development. Washington, DC: World Bank Publications.
Yanti, Dewi,dkk. (2024). “Peran Media Sosial Dalam Mempromosikan Pariwisata Di Desa Perkebunan Bukit Lawang.” Jurnal Pariwisata 11(1): 1–13. doi:10.31294/par.v11i1.21228. 11 Volume 1 Nomor 3 Tahun 2024
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Azis Ahmad, Andri Marta

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







