Efek Tinggi Pemotongan Terhadap Kadar Kalsium, Fosfor dan Kalium Rumput Gajah Mini (Penisetum purpuem cv. Mott)
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.4476Keywords:
Fosfor, Kalsium, Kalium, Rumput Gajah Mini, Tinggi PemotonganAbstract
Tujuan studi ini yakni untuk mengevaluasi efek ketinggian pemotongan terhadap kadar kalsium, fosfor, dan kalium pada rumput gajah (Pennisetum purpureum cv. Mott). Studi ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 15 unit percobaan dan lima perlakuan, yang diulang tiga kali. Perlakuan dipotong pada ketinggian 1, 5, 10, 15, dan 25 cm. Kalium, kalsium, dan fosfor yakni variabel yang diteliti. Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dan uji lanjut Duncan. Hasil menampilkan perlakuan memberikan efek yang signifikan terhadap kadar kalsium (P < 0,05), tetapi tidak memberikan efek yang signifikan terhadap kadar kalium dan fosfor (P < 0,05). Uji Duncan lebih lanjut menampilkan interval perlakuan T1:T2:T3 tidak signifikan, sedangkan interval perlakuan T1:T2:T3:T4:T5 signifikan. Hasil ini menampilkan tinggi pemotongan rumput 25 cm dapat memenuhi kebutuhan kalium, kalsium, dan fosfor yang direkomendasikan dalam pakan ternak.
References
Alimuddin, Armiati. 2017. Kadar Mineral (Ca dan Mg) pada Dedak Padi yang Difermentasi Menggunakan Cairan Rumen Sapi Bali. Skripsi. Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Dismawan I W H, Ginatara I K, Suriani N L. 2014. Seleksi Jenis Pakan dan Kadar Nutrien Jenis Tumbuhan yang Dimakan Sapi Bali (Bos sondaicus) lepas sapi di daerah Bukit Badung Selatan, Kab. Badung, Bali. Jurnal Simbiosis. 2(2):192-202.
Fachrizal, A., Aminuddin S., Idris. 2021. Efektivitas Pupuk Organik Cair (Poc) Cangkang Telur Dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum). Jurnal Agrisitem. Vol. 17 No. 2.
Foth, H.D. 1988. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Hadi, F., Susanto, E., & Wijayanto, D. (2017). Efek kadar kalsium terhadap pertumbuhan rumput gajah mini dan dampaknya pada ternak
Mannetje, L. And R. M. Jones. 1992. Plant Resources of South-East Asia No 4. Forages. Prosea, Bogo
Morais JADS, Sanchez LMB, Kozloski GV, De Lima LD, Trevisan LM, Reffatti MV, Cadorin Jr RL. 2007. Dwarf elephant grass hay (Pennisetum purpureum Schum cv. Mott) digestion by sheep at different levels of intake. Ciência Rural. 37:482-487
Nastiti. H. P. 1984. Efek Pemupukan N dan P Terhadap produksi Rumput Setaria sphacelata Thesis Fapet Undana Kupang.
Qohar A. F., Utami, E. T. W., Chalisty, V. D., Nuraeni, N., Mugiarto, M., Teguh, M., dan Sitohang, S. (2023). Pengenalan Hijuan Pakan Ternak Rumput Odot (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Di Desa Ambalkumolo Kecamatan Buluspesantren. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(3), 2215 2220.
Rosmarkam, A. dan N. W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Yogyakarta.
Steel, R. G., and Torrie, J. H. (1993). Prinsip dan prosedur statistika.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Sujana, Arman. 2007. Kamus Lengkap Biologi. Jakarta: Mega Aksara.
Studylibid. (2020). Pedoman untuk pemberian pakan sapi ternak Asia.
Toe P, Koten BB, Wea R. Oematan JS, Ndoe B. 2016. Pertumbuhan Dan Produksi Rumput Setaria (Setaria sphacelata) Pada Berbagai Level Pemberian Pupuk Organik Cair Berbahan Feses Babi. Jurnal Ilmu Ternak 16(2): 22-27.
Ussanak, A., Nastiti, H. P., dan Manggol, Y. H. (2020). Kadar Protein Kasar, Serat Kasar Dan Mineral Kalsium Rumput Setaria Sphacelata PanenKetiga Yang Diberi Pupuk Bokashi Kotoran Ayam Dengan Dosis Berbeda. Jurnal Peternakan Lahan Kering, 2(3), 949–956.
Utomo, R., Agus, A., Noviandi, C. T., Astuti, A., dan Alimon, A. R. (2021). Bahan Pakan Dan Formulasi Ransum. Ugm Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sofronius Yudolfi Henrisal Tas’au, Dominggus B. Osa, Stefanus Tany Temu, Herayanti Panca Nastiti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





