Keawetan Alami Kayu Nantu (Palaqium Obovatum Engl) Asal Sulawesi Tengah

Authors

  • Muthmainnah Universitas Tadulako
  • Asniati

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.423

Keywords:

Keawetan Alami, Kehilangan Berat, Intensitas Serangan, Marine

Abstract

Keawetan alami kayu perlu diketahui karena berhubungan erat dengan jangka waktu pemakaian suatu jenis kayu. Keawetan merupakan sifat kayu yang penting karena meskipun kuat, umurnya menjadi lebih pendek akibat kerusakan kayu. Masa pakai yang singkat akan sangat merugikan karena biaya yang dihasilkan tidak seimbang dengan masa pakai. Keawetan alami kayu adalah daya tahan suatu jenis kayu terhadap salah satu organisme perusak, seperti jamur, serangga dan penggerek kayu di laut. Keawetan suatu jenis kayu berbeda antara yang dipakai di bawah atap dan di luar atap. Keawetan kayu yang dipakai di darat akan berbeda dengan yang dipakai di laut. Keawetan kayu yang dipakai di dataran rendah akan berbeda dengan yang dipakai di dataran tinggi. Demikian pula kayu yang tahan terhadap organisme perusak di darat belum tentu tahan terhadap organisme perusak yang berada di laut atau sebaliknya. Penelitian ini dipandang perlu dilakukan mengingat jenis kayu nantu merupakan salah satu jenis kayu yang digunakan oleh masyarakat Sulawesi Tengah sebagai bahan bangunan,bahan furniture maupun untuk pembuatan perahu yang belum diketahui keawetannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik keawetan alami kayu nantu dari  sulawesi tengah berdasarkan uji kubur dan uji di laut. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako.  Tahapan-tahapan penelitian ini, meliputi : a). persiapan contoh uji, b). pengujian keawetan alami (uji kubur) dan uji laut , c) Pengambilan sampel yang telah diuji kubur di darat dan di laut d). Perhitungan kehilangan berat dan intensitas serangan e) Identifikasi rayap tanah dan marine borer e) dan f). Analasis data. Hasil penelitian menunjukkan persentase kehilangan berat kayu Nantu cenderung bertambah dari pangkal keujung.  Kehilangan berat tertinggi (17,96%) terdapat pada contoh uji pada ujung sedangkan yang terendah (16,07%) terdapat pada contoh uji pada pangkal Kehilangan berat contoh uji pada tengah sebesar 17,04%. Persentase intensitas serangan marine borers cenderung meningkat dari pangkal ke ujung Persentase Intensitas serangan penggerek laut tertinggi pada bagian ujung (82,42%) dan terendah pada bagian pangkal (44.44%). Posisi batang kayu Nantu tidak berpengaruh nyata terhadap persentase kehilangan berat tapi berpengaruh nyata terhadap persentase intensitas serangan marine borers. Pada uji kubur Kayu Nantu tergolong kelas awet II-III dan ketahanan terhadap penggerek laut tergolong dalam kelas awet III.

References

American Society for Testing and Materials. 2006. ASTM D 1758-06 Standard test method of evaluating wood preservatives by field test with stakes. Pennsylvania (US): ASTM.

Dapas, S. O., & Pandaleke, R. (2019). Tradisional Produksi Desa Woloan Terhadap Gempa Sesuai Standar Nasional Indonesia ( Sni ). 7(5), 527–536.

Jasni, J., & Rulliaty, S. (2015). Ketahanan 20 Jenis Kayu terhadap Serangan Rayap Tanah (coptotermes curvignathus holmgren) dan rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 33(2), 125–133. https://doi.org/10.20886/jphh.2015.33.2.125-133

Kasmudjo, 2010. Teknologi Hasil Hutan, Suatu pengantar. Cakrawala, Media. Jogjakarta

Muslich, M., & Rulliaty, S. (2013). Keawetan Lima Puluh Jenis Kayu Terhadap Uji Kuburan Dan Uji Di Laut. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 31(4), 250–257. https://doi.org/10.20886/jphh.2013.31.4.250-257

Muslich M, Sumarni G, Hadjib N. 1988. Laju Serangan Pholadidae dan Teredinidae pada beberapa jenis kayu. Jurnal Penelitian hasil Hutan. 5(7) : 400-403.

Nandika D, Soenaryo, dan Saragih A. 1996. Kayu dan Pengawetan Kayu Edisi 2. Kerjasama IPB dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Bogor (ID).

Nuriyatin N, Apriyanto E, Satriya N, dan Saprinurdin. 2003. Ketahanan lima jenis kayu berdasarkan posisi kayu di pohon terhadap serangan rayap. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 5(5): 77‒82.

Nandika, D. Yudi R. Dan Farah Diba. 2003. Rayap : Biologi dan Pengendaliannya. Harun JP, ed. Surakarta : Muhammadiyyah Univ. Press.

Nandika D, Rismayadi Y, dan Diba F. 2015. Rayap: Biologi dan Pengendaliannya. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. 2006. Pengujian Ketahanan terhadap Penggerek Kayu di Laut: SNI 01-7207.2-2006. Jakarta (ID): Badan Standarisasi Nasional.

Tobing TL. 1977. Pengawetan Kayu. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. Turner RD. 1966. A Survey and Illustrated Catalogue of The Teredinidae. Cambridge (US): Harvard University.

Zebua, Okki S. 2008. Keawetan Alami Lima Jenis Kayu Yang Banyak Diperdagangkan Di Kapubapaten Nias Terhadap Marine Borers (Penggerek Kayu di Laut). Skripsi. di Medan. Universitas Sumatera Utara

Downloads

Published

17-05-2025

How to Cite

Muthmainnah, & Asniati. (2025). Keawetan Alami Kayu Nantu (Palaqium Obovatum Engl) Asal Sulawesi Tengah. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 2646–2654. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.423

Issue

Section

Articles