Agama Sebagai Jembatan Atau Sekat Dalam Komunikasi Antarbudaya Studi Kualitatif Pada Interaksi Masyarakat Jebus, Bangka Barat Di Momentum Idul Fitri Dan Pemakaman Kristen
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3541Keywords:
komunikasi antarbudaya, agama, toleransi, Idul Fitri, pemakaman Kristen, JebusAbstract
Penelitian ini membahas peran agama sebagai jembatan atau sekat dalam komunikasi antarbudaya, dengan fokus pada interaksi masyarakat lintas agama di Kecamatan Jebus, Bangka Barat, pada momentum Idul Fitri dan pemakaman Kristen. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman subjektif masyarakat Muslim dan Kristen dalam membangun hubungan sosial lintas keyakinan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Jebus mampu menciptakan interaksi harmonis, seperti kunjungan lintas agama, pertukaran ucapan selamat, pemberian bingkisan, serta partisipasi dalam prosesi pemakaman. Agama dipandang mayoritas warga sebagai jembatan yang memfasilitasi komunikasi antarbudaya melalui nilai universal seperti toleransi, kasih sayang, dan persaudaraan, meskipun tetap terdapat batasan terkait prinsip keyakinan. Temuan ini menguatkan teori komunikasi lintas budaya, fenomenologi, dan teori kontak sosial bahwa interaksi setara dan saling menghormati dapat mengurangi prasangka dan memperkuat kohesi sosial. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi penguatan kerukunan lintas agama di masyarakat multikultural Indonesia.
References
Alwi Shihab, Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama (Bandung: Mizan, 1999).
Sari, D., & Setiawan, B. "Peran Hari Raya Idul Fitri dalam Menumbuhkan Kohesi Sosial di Tengah
Masyarakat Majemuk." Jurnal Sosial Humaniora, 2021.
Purwoko, B. "Ritual Keagamaan sebagai Medium Komunikasi Budaya." Jurnal Ilmu Komunikasi,
Mulyana, Deddy. Komunikasi Antarbudaya. Bandung: Rosda, 2005.
Widodo, T. "Komunikasi Antar Agama dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Indonesia." Jurnal
Komunitas, 2017.
Sugiharto, B. "Agama dan Identitas dalam Masyarakat Plural." Jurnal Dialog, 2011.
Nurhayati, T. "Toleransi Antarumat Beragama di Komunitas Multikultur." Jurnal Komunikasi Islam,
William B. Gudykunst dan Young Yun Kim, Communicating with Strangers: An Approach to Intercultural
Communication (New York: McGraw-Hill, 2003).
Edmund Husserl, Ideas: General Introduction to Pure Phenomenology, terj. W.R. Boyce Gibson (New
York: Macmillan, 1931).
John W. Creswell, Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches, 3rd ed.
(Thousand Oaks: SAGE Publications, 2013).
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2017).
Braun, V., & Clarke, V. Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2),
–101, (2006).
Miles, M.B., & Huberman, A.M. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed). Sage
Publications, (1994).
Moleong, L.J. Metode Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya, (2017).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Vania Zakiyah Daniyah, Tubagus Novalul Barokah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







