Hubungan Frekuensi Pemberian Asi dengan Derajat Ikterik pada Bayi Baru Lahir

Authors

  • Musdalipa Musdalipa Program studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
  • Herianti Herianti Program studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Indonesia
  • Fenti Putri Cahyani Program studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.344

Keywords:

ASI, ikterus, hyperbilirubin

Abstract

salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi pada bayi baru lahir adalah ikterik atau dikenal dengan jaudice. Ikterik terjadi akibat penumpukan bilirubin dalam darah yang menyebabkan kulit dan mata menjadi kuning. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) merupakan aspek penting dalam pemenuhan nutrisi bayi baru lahir. ASI tidak hanya memberikan nutrisi yang optimal tetapi juga membantu meningkatkan imunitas bayi. Namun, terdapat anggapan bahwa frekuensi pemberian ASI dapat memengaruhi kadar bilirubin dalam darah, yang pada akhirnya berdampak pada derajat ikterik pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan frekuensi pemberian ASI dengan derajat ikterik pada bayi baru lahir. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey cross sectional. Subjek penelitian adalah seluruh  bayi dengan hiperbilirubinemia,Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah nonprobability sampling, Metode analisis data dengan menggunakan metode chi-square dengan tingkat kemaknaan 5%. Kesimpulan ada Hubungan Frekuensi Pemberian ASI Dengan Derajat Ikterik  Pada  Bayi  Baru  Lahir (p : 0,000).

References

A, M. (2019). Inisiasi Menyusu Dini, ASI Eksklusif dan Manajemen Laktasi. Jakarta: CV. Trans Info Media.

A, R. (2019). Aplikasi Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Adenova, R. (2015). Faktor Risiko Hiperbilirubinemia pada Neonatus di RSUP Haji. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Amelia. (2019). Asuhan Kebidanan Kasus Kompleks Maternal dan Neonatal. Yogyakarta: Pustaka Baru.

Anjani, S. R. (2020). Hubungan Frekuensi Pemberian Asi Dengan Perubahan Derajat Ikterik Bayi Hiperbilirubinemia Fisiologis Di Ruang Peristi RSI Sultan Agung Semarang. Semarang: Universitas Widya Usaha.

Apriyulan. (2018). Hubungan frekuensi pemberian ASI dengan derajat ikterus neonatorum fisiologis di PKU Muhammadiyah I Yogyakarta. digilib, 23-30.

BPS, B. P. (2021). Jakarta: BPS.

F, P. (2019). Perspektif : Budaya Patriarki Dalam Praktik Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Keperawatan, 44-47.

F, R. F. (2022). Perbandingan Pemberian ASI dengan Susu Formula terhadap kejadian ikterus pada bayi hiperbilirubinemia fisiologis di ruang NICU BLUD RS Konawe. Jurnal Penelitian, Sains dan Kesehatan Avicenna, 32-35.

Faiqah, Syajaratuddur. (2018). Hubungan Usia Gestasi dan Jenis Persalinan Dengan Kadar Bilirubin pada Bayi Ikterus Di RSUP NTB. Jurnal Kesehatan Prima 8(2).

Indanah, K. S. (2019). Efektifitas Pemberian ASI terhadap Penurunan Kadar Bilirubin. The 10th University Research Colloqium, (pp. 565-571).

Mutianingsih. 2019. Hubungan Antara Bayi Berat Lahir Rendah dengan kejadian Ikterus, Hipoglikemi, Dan Infeksi Neonatorum

Prayogi, M. &. (2019). Asuhan keperawatan Pada Anak Sakit dan Bayi Resiko Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Baru.

Rohsiswatmo, R. &. (2018). Hiperbilirubinemia pada neonatus >35 minggu di Indonesia; pemeriksaan dan tatalaksana terkini. Sari Pediatri.

S, N. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sulendri, N., Triana, K. Y., Dewi, D. P. R., & Sutresna. (2021). Hubungan Pemberian ASI dengan Kejadian Ikterus Bayi Hiperbilirubin Di RSIA Puri Bunda Denpasar. Jurnal Keperawatan Priority, 4(2), 138–148.

Selatan, D. K. (2020). Profil Kesehatan Sulawesi Selatan. Makassar: Dinas Kesehatan Prov. Sulawesi Selatan.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.

WHO. (2019). Worl Health Statistic. WHO.

Wijaya, F. A. (2019). Faktor Risiko Kejadian Hiperbilirubin pada Neonatus Di Ruang Perinatologi RSUD Wangaya Kota Denpasar. Medicina, 357-364.

Yusuf, N. A. (2021). Hubungan Frekuensi Pemberian ASI dengan Kejadian Ikterus Neonatrum Di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Jurnal Medika Hutama, , 764-771.

Downloads

Published

06-05-2025

How to Cite

Musdalipa, M., Herianti, H., & Cahyani, F. P. (2025). Hubungan Frekuensi Pemberian Asi dengan Derajat Ikterik pada Bayi Baru Lahir . Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 1566–1573. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.344

Issue

Section

Articles