Evaluasi Pengelolaan Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru Tahun 2023–2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.342Keywords:
Evaluasi, Pengelolaan, Obat, KadaluarsaAbstract
Pengelolaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) khususnya di Puskesmas merupakan aspek penting dalam menjamin mutu, manfaat, keamanan, serta efisiensi penggunaan obat. Salah satu rangkaian pengelolaan yang diperlukan untuk pengendalian obat kadaluarsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan obat kedaluwarsa di Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru pada tahun 2023–2024, dengan fokus pada obat golongan antihipertensi, antibiotik, dan multivitamin. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis dengan pendekatan retrospektif melalui observasi data sekunder dari dokumen berita acara obat kedaluwarsa dan LPLPO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah besar obat yang mengalami kedaluwarsa, di antaranya amlodipin 10 mg (5.000 tablet), vitamin C 50 mg (6.179 tablet), dan isoniazid (108 tablet). Faktor utama penyebabnya adalah perubahan pola penyakit, ketidaktepatan perencanaan, serta penumpukan stok obat yang tidak sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan yang masih diterima puskesmas menyebabkan terjadinya penumpukan obat dan menyebabkan obat kadaluarsa. Selain itu, penyimpanan yang tidak sesuai standar juga berkontribusi terhadap peningkatan jumlah obat kadaluwarsa. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam sistem manajemen pengelolaan obat di Puskesmas untuk mengurangi risiko obat kedaluwarsa, meningkatkan efisiensi penggunaan obat, serta memastikan ketersediaan obat yang sesuai dengan kebutuhan pasien.
References
Kemenkes RI. 2019. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019, Jakarta, Kementrian Kesehatan RI.
Sulistyowati, W.D., Anggi, R., Arlita, W.Y. 2020. Evaluasi Pengelolaan Obat di Puskesmas Wilayah Kabupaten Jombang dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi, Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia (JAFI); 1(2): 6.
Kemenkes RI, 2019, Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Asnawi, R., Febi, K.K., Franckie, R.R.M. 2019. Analisis Manajemen Pengelolaan Obat Di Puskesmas Wolaang. Jurnal KESMAS; 8(6): 306-315.
Kemenkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Khairani, R. N., Elmiawati, L., dan Ni. M.A.S. 2021. Evaluasi Obat Kedaluwarsa, Obat Rusak dan Stok Mati di Puskesmas Wilayah Magelang. Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian Indonesia; 8(1): 91-97.
Wahyuni, A., Aryzki, S., & Yuliana, I. 2019. Evaluasi Penyimpanan Sediaan Farmasi di Gudang Puskesmas Se Kota Banjarmasin. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 2(2), 166– 174.
Antari, N.P.U., I Gede W, S, Ni W, R, P, S., Nurul, F., Ni L. D., Ni M.D.S.S. 2024. The Roots Cause of the Drug Shortage and Expired Drug Problem at Hospital X. JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit), 13(1): 67-84.
Andini, K. L dan Made, K.A.J. 2023. Drug Management Evaluation Through Expired Drug Profile Analysis at "X" Hospital In Bali. Journal Pharmaceutical Science and Application. 5(1):28-33.
Dyahariesti, N. dan Yuswantina, R. 2017. Evaluasi Keefektifan Pengelolaan Obat di Rumah Sakit. Media Farmasi Indonesia. 14:1485–1492.
Priyanto, A., Hasanmihardja, M. & Setiawan, D. 2010. Pelaksanaan Penyimpanan Obat dan Pelayanan Informasi Obat Kepada Pasien di Puskesmas di Kota Purwokerto. Jurnal Farmasi Indonesia; 7; 93–106.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rahmayati Rusnedy, Bayzhola Ditya Putri, Rifath Afandi, Rinita Sari S, Rizka Oktawahyuni, Isma Mubina, Qanitah Zakwani Hakim, Sylfia Hasti, Tri Daniarty

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







