Faktor Risiko Kejadian Stunting Desa Bababulo Utara Kec. Pamboang

Authors

  • Sri Nurlian STIKES IST Buton
  • Nurbayani STIKMAR Majene

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3418

Keywords:

stunting, Pola asuh, Picky eating

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak lebih rendah dari standar usia, yaitu nilai z-score tinggi badan menurut umur (TB/U) < –2 SD berdasarkan standar WHO . Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting. Secara nasional, prevalensi stunting pada balita Indonesia masih cukup tinggi meskipun telah terjadi penurunan. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting sebesar 34.41% (Kemenkes RI, 2023). Di Provinsi Sulawesi Barat, prevalensi stunting tercatat sekitar 30,3%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik desain cros sectional studi. Teknik pengumpulan sampel menggunakan teknik random sampling sederhana pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dengan ibu responden. Data dianalisis dengan uji chisquare dilanjutkan dengan uji odd ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh baik 49 (49%) dan pola asuh tidak baik 51 (51%). Nilai P-value (0.000). perilaku picky eating 56 (56%) dan perillaku tidak picky eating 44 (44%) dengan nilai P-value (0.000). Kesimpulan : nilai OR = enam (6) lebih besar dari nilai satu (1) pola asuh merupakan sebagai faktor risiko stunting. Perilaku picky eating nilai OR = 0.043 kurang dari 1 berarti perilaku picky eating merupakan sebagai faktor pelindung terhadap kejadian stunting.

References

Adhikari, B., Giri, S., & Sharma, P. (2024). Evaluation of Childhood Dietary Patterns and Their Impact on Nutrition Status: A Literature Review. International Journal of Nutrition and Food Sciences, 13(3), 66–76. https://doi.org/10.11648/j.ijnfs.20241303.12

Azkia, I., A, Paramitha., Ratna.K., & Dkk. (2024). Gambaran Kejadian Stunting Berdasarkan Karakteristik Ibu pada Balita Usia 24-59 Bulan. Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(Table 10), 4–6.

Carruth, B. R., & Skinner, J. D. (2020). Revisiting the picky eater phenomenon: neophobic behaviors of young children. Journal of the American College of Nutrition, 19(6), 771–780.

Databoks. (2023). Angka stunting Kabupaten Majene tertinggi di Sulawesi Tenggara. https://www.google.com/search?q=Katadata%2FDATABOKS.+%282023%29.+Angka+stunting+Kabupaten+Buton+Tengah+tertinggi+di+Sulawesi+Tenggara&sca_esv=3a4cff79754e4f0d&sxsrf=AE3TifPvDOttXCY9ujm1dawEskZhKcZM9w%3A1755852409108&ei=eS6oaJmvBrKb4-

Birch, L. L. , & Fisher, J. O. (2020). Development-of-eatign-behaviors-among-children-and-adolescents. Supplement.

Hutabarat, G. A. (2021). Hubungan pengetahuan, pendidikan, dan pola asuh pemberian makan terhadap kejadian stunting pada balita usia 36-59 bulan di Puskesmas Sigompul. Ilmu Kesehatan Masyarakat.

UNICEF. (2020). Improving Young Children’s Diets During the Complementary Feeding Period – UNICEF Programming Guidance, 2020 | UNICEF. https://www.unicef.org/documents/improving-young-childrens-diets-during-complementary-feeding-period-unicef-programming

Nurul Fathiya Br Bintang, N., Safri, M., Nora, H., & Yusuf, S. (2024). Hubungan Picky Eating dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam. Ked. N. Med |, 7(2), 7–5.

Kemenkes. (2022). Buku Saku Hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Kemenkes, 1–154.

Kemenkes. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI. In Kementrian Kesehatan RI.

Lukitasari, D. (2020). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Picky Eater pada Anak Usia Prasekolah. Jurnal Sehat Masada, 14(1), 73–80. https://doi.org/10.38037/jsm.v14i1.127

Mulyani, R., Muliani, U., Lupiana, M., Gizi, J., & Kemenkes Tanjungkarang, P. (2023). Hubungan Picky Eating Dengan Status Gizi Anak Usia Prasekolah Di Desa Lokus Stunting The Relationship Between Picky Eating And Nutritional Status Of Preschool-Age Children In Lokus Stunting Village. Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-Ma’arif Baturaja, 8(1).

Putri Aighina Chikita Nanda, Reza Aril Ahri, & Nurmiati Muchlis. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Kota Makassar. Window of Public Health Journal, 3(2), 339–347. https://doi.org/10.33096/woph.v3i2.387

Saati, A. A., & Adly, H. M. (2023). Assessing the Correlation between Blood Trace Element Concentrations, Picky Eating Habits, and Intelligence Quotient in School-Aged Children. Children, 10(7). https://doi.org/10.3390/children10071249

Setiyowati, E., Dewi Purnamasari, M., & Setiawati, N. (2021). Penyebab Anak Stunting: Perspektif Ibu Causes of Child Stunting: A Mother’s Perspective. In Jurnal Kesehatan (Vol. 12, Issue 2). Online. http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK

Wardani, D. S., & Mediana, D. (2024). Hubungan Pola Asuh Dan Berat Badan Lahir Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan. Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Lembaga Penelitian Universitas Trisakti, 9, 20–29. https://doi.org/10.25105/pdk.v9i1.16262

Wati, I. F., & Sanjaya, R. (2021). Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan. Wellness And Healthy Magazine, 3(1), 103–107.

Woldekidan, M. A., Arja, A., Worku, G., Walker, A., Kassebaum, N. J., Hailemariam, A., Naghavi, M., Hay, S., & Misganaw, A. (2024). The burden and trends of child and maternal malnutrition across the regions in Ethiopia, 1990–2019: The Global Burden of Disease Study 2019. PLOS Global Public Health, 4(7), e0002640.

Wulandari, H. W., & Kusumastuti, I. (2020). Pengaruh peran bidan, peran kader, dukungan keluarga dan motivasi ibu terhadap perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada balitanya. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 19(02), 73–80.

Downloads

Published

27-08-2025

How to Cite

Sri Nurlian, & Nurbayani. (2025). Faktor Risiko Kejadian Stunting Desa Bababulo Utara Kec. Pamboang. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 11782–11789. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3418

Issue

Section

Articles