Gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep Racikan dan Resep Non Racikan di Puskesmas Garuda Kota pekanbaru

Authors

  • Rahmayati Rusnedy Program Studi Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Indonesia
  • Annisa Fitri Angraini Program Studi Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Indonesia
  • Audi Ichsania Achamad Program Studi Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Indonesia
  • Liau Che Kuang Program Studi Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Indonesia
  • Sri Harti Dewi Program Studi Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Indonesia
  • Aulia Fitri Program Studi Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Indonesia
  • Lia Gusniwinarni Program Studi Profesi Apoteker, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.341

Keywords:

Waktu Tunggu, Obat, Pelayanan Resep, Variabel

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep dimulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat yang disertai pemberian Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE). Waktu tunggu resep memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, hal ini merupakan masalah yang sering menimbulkan kendala pasien dibeberapa tempat pelayanan kesehatan. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan metode observasional. Data yang diperoleh populasi sebanyak 400 dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 200, terdiri dari 167 resep non racikan dan 33 resep obat racikan. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat racikan 12 menit dan resep non racikan 6 menit. Selain itu didapatkan hasil penelitian terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi waktu tunggu  diantaranya: jumlah resep yang diproses pada waktu tertentu, jumlah pasien yang menebus  obat/klien yang menunggu, kerumitan pada resep, masalah asuransi dan resep yang ditulis  secara tidak benar. Kesimpulan dari data tersebut waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Garuda sudah sesuai dengan standar Kepmenkes No.129/Menkes/SK/II/2008, dikatakan sesuai apabila waktu tunggu pelayanan resep racikan £60 menit sedangkan non racikan £30 menit.

References

Permenkes RI. 2014. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta.

Permenkes RI. 2016. Peraturan Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas.

Nurhayati RC. 2021. Waktu Tunggu Pelayanan Resep Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Puskesmas Purbolinggo Sebagai Indikator Standar Pelayanan Minimal Puskesmas. Journal Of Pharmacy and Tropical Issues. 1(4), 102–107.

Aboumater HJ, Winner LE, Davis RO, Trovitch PB, Berg MM, Violette KM, Messersmit WA, Maylor KK and Lehmann CU. 2008. No Time to Waste: Decreasing Patient Wait Times for Chemotherapy Administration Using Automated Prioritization in an Oncology Pharmacy System. Am. J. Manag. Care, 14:309–316.

Shea AM, Curtis LH, Hammill BG, DiMartino LD, Abernethy AP, Schulman KA. 2008. Between the Medicare Modernization Act of 2003 and Patient Wait Times and Travel Distance for Chemotherapy. JAMA, 300:189–196.

Storm-Versloot MN, Vermeulen H, van Lammeren N, Luitse JS, Goslings JC. 2014. Influence of The Manchester Triage System on Waiting Time, Treatment Time, Length of Stay and Patient Satisfaction; a Before and After Study. Emerg. Med. J., 31:13–18.

Sun J, Lin Q, Zhao P, Zhang Q, Xu K, Chen H, Hu CJ, Stuntz M, Li H and Liu Y. 2017. Reducing Waiting Time and Raising Outpatient Satisfaction in a Chinese Public Tertiary General Hospital—an Interrupted Time Series Study. BMC Public Health, 17:668.

Adat N, Noel DT and Penceliah S. 2014. Customers’ Expectations and Perceptions of Service Quality: The Case of a Retail Pharmacy Chain In South Africa. Mediterr J Soc Sci. 5(20):2648–2655.

Bahari MB and Ling YW. 2010. Factors Contributing to Customer Satisfaction With Community Pharmacies in Malaysia. J Public Health (Bangkok). 18:35–41.

Glaveli N, Manolitzas P, and Grigoroudis E. 2021. Developing Strategies to Increase The Possibility of Being Selected as a “Regular” Independent Community Pharmacy: an Application of Multicriteria Satisfaction Analysis. J Pharm Pract Res. 51(2): 160–164.

Khudair IF and Raza SA. 2013. Measuring Patients’ Satisfaction With Pharmaceutical Services at a Public Hospital in Qatar. Int J Health Care Qual Assur. 26(5):398–419.

Julie M. Slowiak, MA; Bradley E. Huitema; Alyce M. Dickinson. 2008. Reducing Wait Time in a Hospital Pharmacy to Promote Customer Service. Q Manage Health Care. Wolters Kluwer Health | Lippincott Williams & Wilkins. 17(2): 112–127.

Bahadori M., Mohammadnejhad, S. M., Ravangard, R. and Teymourzadeh, E. (2014), Using Queuing Theory and Simulation Model to Optimize Hospital Pharmacy Performance’, Iranian Red Crescent Medical Journal, 16(3): 1-7.

Osterberg L and Blaschke T. 2005. Adherence to Medication. N. Engl. J. Med., 353:487–497.

Downloads

Published

05-05-2025

How to Cite

Rusnedy, R., Angraini, A. F., Achamad, A. I., Kuang, L. C., Dewi, S. H., Fitri, A., & Gusniwinarni, L. (2025). Gambaran Waktu Tunggu Pelayanan Resep Racikan dan Resep Non Racikan di Puskesmas Garuda Kota pekanbaru. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 1541–1547. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.341

Issue

Section

Articles