Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L) Sebagai Anti Bakteri Staphylococcus Aureus

Authors

  • Riza Dwiningrum Universitas Aisyah Pringsewu
  • Wina Safutri Universitas Aisyah Pringsewu
  • Dela Maya Fitria Universitas Aisyah Pringsewu

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3359

Keywords:

Antibakteri, Daun Kemangi, Gel, Staphylococcus aureus

Abstract

Penyakit infeksi salah satu penyebab kematian paling umum yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan penyakit infeksi dapat dengan pemberian antibiotik, namun penggunaan antibiotik yang irasional dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik. Penggunaan obat-obatan bahan alami lebih aman dalam pengobatan penyakit infeksi, salah satu tanaman obat adalah daun kemangi yang dibuat dalam bentuk gel karena merupakan sediaan topikal yang dapat langsung diaplikasikan pada kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui aktivitas sediaan gel ekstrak daun kemangi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil evaluasi mutu fisik ketiga formulasi sudah memenuhi standar sediaan gel, namun pada uji homogenitas formulasi 1 menunjukkan bahwa sediaan tidak homogen. Hasil aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak daun kemangi formulasi 1 dengan konsentrasi 15% didapatkan nilai rata-rata sebesar 2,70 mm yang dikategorikan lemah. Formulasi 2 dengan konsentrasi 30% sebesar 2,79 mm yang dikategorikan lemah dan formulasi 3 dengan konsentrasi 45% sebesar 2,90 yang dikategorikan lemah. Hasil uji ANOVA didapatkan nilai sig <0,001 yang dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan dari kelompok uji. Uji lanjutan dilakukan dengan menggunakan uji tukey untuk mengetahui kelompok mana yang mempunyai perbedaan yang bermakna. Ketiga formulasi dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan pada uji lanjutan menggunakan uji tukey terdapat perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dengan kontrol positif, FI, FII, dan FIII, kontrol positif dengan FI, FII, dan FIII.

References

Amin, S. S., Ghozali, Z., Rusdiana, M., & Efendi, S. (2023). Identifikasi Bakteri dari Telapak Tangan dengan Pewarnaan Gram Identification of Bacteria from Palms with Gram Stain. CHEMVIRO:JurnalKimiadanIlmuLingkungan, 1(1), 30–35.

Asri, M., & Bahar, F. (2019). Daya Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Murbei (Morus alba L.) Sebagai Obat Luka Pada Kulit Terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 1(2), 123–130.

Atmaja, H. I. P., Fajaryanti, N., Mediastini, E., & Purnomo, D. P. (2022). Perbandingan Konsentrasi Carbopol terhadap Stabilitas Fisik Sediaan Gel Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat. Jurnal Farmasetis; LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal, 11(2), 125–134.

Ballo, N. D. S., Indriarini, D., & Amat, A. L. S. S. (2021). Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO. Cendana Medical Journal (CMJ), 9(1), 83–93.

Chandra, D., Irianto Tampubolon, M., & Priltius, N. (2023). Formulasi Dan Pengujian Sediaan Deodorant Spray Yang Mengandung Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Siti Rufaidah, 1(4).

Erwan, M. O., & Parbuntari, H. (2023). Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder pada Daun Salam (Syzygium polyanthum). Chemistry Journal of Universitas Negeri Padang, 12(3), 31.

Faizin, F. A., Rahmawati, R. P., & Khudzaifi, M. (2025). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng ( Dimocarpus longan L .) dalam Sediaan Mouthwash Terhadap Bakteri Streptococcus mutans. 5, 1054–1072.

Hasanah, N., & Novian, D. R. (2020). Analisis Ekstrak Etanol Buah Labu Kuning (Cucurbita Moschata D.). Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(1)

Kulla, P. D. K. K., & Herrani, R. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Bawang Lanang ( Allium sativum L .) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Journal of Healtcare Technology and Medicine, 8(2), 1408–1420.

Kusuma, I. M., & Ningrum, C. W. (2021). Potensi Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum x africanum Lour.) terhadap Staphylococcus epidermidis. Sainstech Farma, 14(2), 87–90.

Kusumastuti, M. Y., Debi Meilani, & Suhendra Tawarnate. (2021). Aktivitas Antibakteri Ekstrak, Fraksi Kloroform dan Fraksi n-Heksan Daun Kemangi terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Jurnal Indah Sains Dan Klinis, 2(1), 17–22.

Maksumah, A., Ferry Balfas, R., Fajarini, H., & Yulianto, I. (2021). Uji Efektivitas Sediaan Gel Sabun Wajah Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS, 2(02), 62–70.

Mangkey, T. E. L., Yamlean, P. V. Y., & Siampa, J. P. (2023). Formulation and Test of Antibacterial Activity of Ethanol Extract of Avocado Peel (Persea americana Mill.) Using Na-CMC and Carbopol Base Against Staphylococcus aureus. Pharmacon, 12(1), 127–132.

Nuraeni, Y., & Darwiati, W. (2021). Utilization of plant secondary metabolites as botanical pesticides in forest plant pests. Jurnal Galam, 2(1), 1–15.

Patogen, T. B. (2025). Sains Medisina. 3(4), 148–154.

Pertiwi, F. D., Rezaldi, F., & Puspitasari, R. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 7(2), 57–68.

Prihannensia, M., Winarsih, S., & Achmad, A. (2018). Uji Aktivitas Sediaan Gel dan Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis secara In Vitro. Pharmaceutical Journal of Indonesia, 4(1), 23–28.

Ramadani, A., Rahayu, Y. P., Nasution, M. P., & Yuniarti, R. (2023). Analisis cemaran bakteri Staphylococcus aureus pada daging ayam krispy pinggir jalan dan fast food di daerah Teladan kota Medan. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(3), 1265–1272.

Ramlah, J. A. D. K. D. (2025). Formulasi dan Uji Nilai SPF (Sun Protection Factor) Sediaan Gel Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica.L) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis. 10(3), 195–209.

Rohmani, S., & Kuncoro, M. A. A. (2019). Uji Stabilitas dan Aktivitas Gel handsanitizer Ekstrak Daun Kemangi. JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 4(1), 16.

Rosa, D. Y., Pgri, U., Cicilia, M., Primiani, N., & Bhagawan, W. S. (2023). Rendemen ekstrak etanol daun genitri (Elaeocarpus ganitrus) dari Magetan. Seminar Nasional Prodi Farmasi UNIPMA (SNAPFARMA), 1(1), 146–153.

Sumiati, T., Masaenah, E., & Asriyani, L. (2019). Analisis Aktivitas Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Etanol 70% Daun Kemangi (Ocimum americanumL.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes. Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal), 4(1), 1–10.

Turrohmah, N. A., & Shoviantari, F. (2021). Uji Aktivitas Antibakteri Gel Minyak Atsiri Daun Kemangi (Oscimum basillicum L) Terhadap Staphylococcus aureus. Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS), 2(02), 15.

Ummah, M. S. (2019). PENYAKIT INFEKSI. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). Sustainability (Switzerland), 11(1), 1–14.

Downloads

Published

29-08-2025

How to Cite

Dwiningrum, R., Safutri, W. ., & Fitria, D. M. (2025). Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Gel Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L) Sebagai Anti Bakteri Staphylococcus Aureus. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 23829–23842. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3359

Issue

Section

Articles