Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Konsentrasi 50% Sebagai Pengganti Eosin pada Pewarnaan Hematoksilin Sediaan Histomorfologi Ginjal Mencit (Mus Musculus)
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3327Keywords:
Pewarnaan Histologi, Jaringan Usus Mencit, Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.).Abstract
Pewarnaan merupakan tahapan histoteknik yang bertujuan untuk membedakan morfologi dan warna pada jaringan. Eosin mengandung pikrat, potasium dikromat bersifat korosif, menyebabkan reaksi alergi, rasa terbakar pada hidung, kulit, mata dan tenggorokan. Penggunaan ekstrak tumbuhan kayu secang (Caesalpinia sappan L.) menjadi alternatif pewarnaan histologi karena ekstrak kayu secang lebih ramah lingkungan dan dapat terdegradasi secara alami sehingga aman digunakan jangka panjang.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) konsentrasi 50% dapat dijadikan sebagai pewarna pengganti eosin pada pewarnaan hematoksilin. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan 2 kelompok perlakuan sehingga akan dibuat 12 sampel sediaan dan tiap sampel sediaan dibaca sebanyak 3 lapang pandang yang dinilai oleh 2 Dokter Spesialis Patologi Anatomi. Sehingga data yang didapatkan berjumlah 72 data. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan tabel dan gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pewarnaan jaringan Ginjal menggunakan Hematoksilin Eosin dan Hematoksilin Ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) menghasilkan gambaran yang berbeda. Hematoksilin Eosin mendapatkan skor 7-9 yang dikategorikan Baik sedangkan Hematoksilin Ekstrak etanol kayu secang 4-6 yang dikategorikan Kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol kayu secang (Caesalpinia sappan L.) konsentrasi 50% tidak dapat dijadikan sebagai dijadikan sebagai pewarna pengganti Eosin pada pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) pada organ ginjal mencit (Mus musculus).
References
Khristian, Erick, & Inderiati, Dewi. (2017). Sitohistoteknologi. Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan.
Ariyadi, T., & Suryono, H. (2017). Kualitas sediaan jaringan kulit metode microwave dan conventional histoprocesing pewarnaan hematoksilin eosin. Jurnal Labora Medika, 1, 7-11.
Bancroft, J., & Gamble, M. (2008). Theory and Practice of Histological Techniques. 6th edition. Churchill Livingstone, Cina: Elsevier.
Oktari, A., & Mu’tamir, A. (2017). Optimasi Air Perasan Buah Merah (Pandanus sp.) Pada Pemeriksaan Telur Cacing. Jurnal Teknologi Laboratorium, 6(1), 8-17. https://doi.org/10.29238/teknolabjournal.v6i1.85
Saraswati, & Rahmawati, Y. (2023). Rosella (Hibiscus Sabdariffa) Sebagai Alternatif Bahan Pewarna Histologi. Jurnal Sains Dan Teknologi Laboratorium Medis, 9(1), 22–26.
Wild, C. P., Weiderpass, E., & Stewart, B. W. (Eds.). (2020). World cancer report: Cancer research for cancer prevention. International Agency for Research on Cancer.
Sukeksi, A., Isworo, J. T., Alvionita, D., & Putri, T. (2022). Pengaruh Waktu Pengecatan Menggunakan Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan)
Terhadap Warna Sel Eritrosit Pada Sediaan Apusan Darah Tepi (SADT).
Prosiding Seminar Nasional UNIMUS, 1482–1489.
Maulida, D., & Naufal, L. C. (2014). Ekstraksi Antioksidan (Likopen) dari Buah Tomat dengan Menggunakan Solven Campuran, n-heksana, aseton, dan etanol. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, 1(3), 1–8.
Apriani, I. (2016). Pengembangan media belajar angkak beras merah dan teh (Camellia sinensis) sebagai pewarna alternatif preparat basah jaringan tumbuhan. Jurnal Bioilmi, 2(1), 1-10.
Smith, J., Johnson, L., & Brown, A. (2019). Reactivity of natural dye compounds: Structural influences and cellular interactions. Journal of Natural Products, 82(4), 123-135.
Rahmawati, N. D., Sari, K. N., & Astuti, P. (2021). Karakterisasi senyawa aktif brazilein dari kayu secang sebagai zat warna alami. Jurnal Kimia dan Farmasi Indonesia, 9(1), 22–29.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siti Nuryani, Sujono, Suyana, Evi Fitriany, Yunia Nafidhotul Lutviyah, Eni Kurniati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







