Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Teks pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas VII UPT SMP Negeri 1 Tapung Hilir
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v3i1.33Keywords:
Pembelajaran Berbasis Teks, keaktifan, hasil belajarAbstract
Penelitian dengan judul “Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Teks pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas VII UPT SMP Negeri 1 Tapung Hilir”, adalah Penelitian Tindakan Kelas. Yang diteliti pada penelitian ini adalahpenerapan pembelajaran dengan model Pembelajaran Berbasis Teks, peningkatan keaktifan, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakanobservasi untuk mengetahui proses pembelajaran berbasis teks, observasi untuk mengetahui keaktifan siswa, dan tes untuk mengetahui hasil belajarsiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Teks adalah sebagai berikut:Tahap 1: BKOF (Bulding Knowledge of Field) yaitu membangun pengetahuan atau latar belakang pengetahuan peserta didik tentang teks yang akandibahas, Tahap 2: MOT (Modelling of Text) yaitu pemberian model teks, Tahap 3: JCOT (Join Construction of Text) yaitu implementasi pengetahuandan pemahaman siswa untuk memproduksi teks secara berkelompok, Tahap 4: ICOT (Independent Construction of Text) yaitu implementasipengetahuan dan pemahaman siswa untuk memproduksi teks secara mandiri. Pelaksanaannya dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami perbaikan.Penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan siswa dari kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2 terus mengalami peningkatan. Pada kondisi awal kesiklus 1 dan ke siklus 2 persentase siswa yang keaktifannya dengan kategori rendah terus mengalami penurunan, yakni 53% - 18% - 0%. Sedang yang kategorinya sedang dari 29% - 61% - 11%. Sedang yang kategorinya tinggi dari 18% - 21% - 89%. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasilbelajar siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Persentase siswa yang belum tuntas terus mengalami penurunan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 26,47% menjadi 8,82%). Persentase siswa yang sudah tuntas mengalami kenaikan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 73,53% menjadi 91,18%). Indikator keberhasilan PTK ini adalah, bahwa PTK ini dikatakan berhasil jika persentase siswa yang dinilai hasil belajarnya tuntasmencapai minimal 85%. Dari tabel menunjukkan bahwa persentase siswa yang nilainya tuntas sudah mencapai 91,18%, maka PTK ini sudahberhasil.
References
N. Sudjana, 2007, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya
Martinis Yamin, 2007, Kiat Membelajarkan Siswa, Jakarta: Gaung Persada Pers Dan Center For Learning Innovation (Cli)
Fajri, Em Zul Dan Ratu, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, T.T.P: Difa Publisher,T.T
Oemar Hamalik, 2008 Kurikulum Dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Akasra
Suharsimi Arikunto, 2010, Penelitian Tindakan, Yogjakarta: Aditya Media Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (Hpbi) Wilayah Jawa Tengah, 2013,
Jurnal Kependidikan Edu Indonesia, Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (Ispi)
Cabang Semarang.
Nur Zaida, 2014, Bright an English Course for Junior High School Student Grade 1, Jakarta: Erlangga
Nur Zaida, 2014, Bupena (Buku Penilaian Autentik), Jakarta: Erlangga.
Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama, 2016, Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan
Emi Emilia, 2016, Pendekatan Berbasis Teks Dalam Pengajaran Bahasa Inggris, Bandung: Kiblat Buku Utama
Mahfud AN, 2017, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Semarang: Rafi Sarana Perkasa
When English Rings A Bell, 2017, Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.
Moh. Suardi, Syofrianisda, 2018, Belajar Dan Pembelajaran, Yogyakarta: Penerbit Parama Ilmu
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Halimatusyakdiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





