Analisis Kestabilan Model Seir Pada Penyebaran Penyakit Malaria Dengan 2 Tingkat Penyebaran Infeksi Yang Berbeda

Authors

  • Rizka Rizqi Robby Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3263

Keywords:

Malaria, Plasmodium, Nyamuk Anopheles, Model Matematika, Model SEIR, Analisis Kestabilan, Simulasi Numerik

Abstract

Malaria merupakan penyakit menular yang dapat bersifat akut maupun kronis, yang disebabkan oleh protozoa dari genus Plasmodium. Para ahli menyatakan bahwa penyakit ini menyerang sel darah merah (eritrosit) dan dapat menimbulkan kondisi serius yang berlangsung lama. Infeksi malaria dapat diidentifikasi melalui keberadaan parasit Plasmodium dalam darah. Berdasarkan World Malaria Report 2018 yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tercatat sekitar 212 juta kasus malaria di dunia, dengan jumlah kematian mencapai ratusan ribu jiwa (Sriporo, K., dkk., 2020). Penularan terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit tersebut, dan infeksi ini berpotensi mematikan (Talapko, J., dkk., 2019). Di Indonesia, data Kemenkes tahun 2022 menunjukkan adanya 415.140 kasus malaria. Untuk memahami dinamika penyebarannya, berbagai model matematika telah digunakan, di antaranya model epidemi SIR (Susceptible-Infected-Recovered) dan SEIR (Susceptible-Exposed-Infected-Recovered) (Roni, 2011). Penelitian ini memfokuskan pada penerapan model SEIR dalam memodelkan penularan malaria, karena penyakit ini dapat menginfeksi kelompok rentan (susceptible) hingga memasuki fase laten tanpa gejala sebelum berkembang menjadi fase infeksi aktif.

References

Fitriany, J & Sabiq, A. (2018). MALARIA. Jurnal Averrous, 4(2).

Hisyam, dkk (2021) Pemodelan Matematika SEIRS Pada Penyebaran Penyakit Malaria di Kabupaten Mimika, Journal of Mathematics, Computations, and Statistics, vol 4(1), 21 – 29

Parera, M. & Tiala, M. E. (2012). Potensi Vaksin Plasmodium Falciparum Fase Pra-Eritrositer RTS,S Sebagai Imunoprofilaksis Pada Pelancong. Institute for Supply Management, V(1):31

Retna S.P, & Mardlijah (2019). Analisis Kestabilan dan Kontrol Optimal pada Model Dinamik Penyebaran Penyakit Malaria, JURNAL SAINS DAN SENI ITS Vol. 8, No. 1. hal: 2337-3520

Susila B, Sri A.N, & Narwen (2023). Kestabilan model penularan penyakit malaria di Indonesia, Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, vol 12(2)

Side,S., Zaki,A., & Sari,N. (2018). Analisis Model Matematika Penyebaran Demam Berdarah Dengue dengan Fungsi Lyapunov. Journal of Mathematics, Computations, and Statistics,1(2). 125-141.

Side & Rangkuti. (2015). Pemodelan Matematika dan Solusi Numerik untuk Penularan demam Berdarah. Medan: Perdana Publishing.

Talapko, J., Skrlec, I., Alebi, T., Juki, M., & Vev, A. (2019). Malaria: The Past and the Present. Microorganisme, 7(6), 179.

Ulfa, M. (2013). MODEL matematika untuk kontrol campak menggunakan vaksinasi (Skripsi). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Widi, Shilvina. 2023. Kasus Malaria Indonesia Melonjak pada 2022 https://dataindonesia.id/kesehatan/detail/kasus-malaria-indonesia-melonjak-3629-pada-2022

Downloads

Published

24-08-2025

How to Cite

Robby, R. R. . (2025). Analisis Kestabilan Model Seir Pada Penyebaran Penyakit Malaria Dengan 2 Tingkat Penyebaran Infeksi Yang Berbeda. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 21359–21367. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3263

Issue

Section

Articles