Golden Age Of Islam: Kejayaan Abbasiyah Dalam Budaya Dan Ilmu Pengetahuan

Authors

  • Devi Herdianti UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Nining Syamsi Komariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3179

Keywords:

Islam, Peradaban Islam, Ilmu Pengetahuan, Budaya

Abstract

Artikel ini membahas kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah pada masa Golden Age of Islam, khususnya dalam bidang budaya dan ilmu pengetahuan. Era Abbasiyah, yang berlangsung antara abad ke -8 hingga ke-13, dikenal sebagai puncak kejayaan dqlam sejarah peradaban dunia. Pada masa pemerintahan Abbasiyah, terutama di bawah Khalifah Harun al-Rasyid dan Al-Ma’mun, Baghdad menjadi pusat intelektual dunia, di mana berbagai disiplin ilmu berkembang pesat. Penerjemahan karya-karya Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab memainkan peran penting dalam melestarikan dan memperkaya pengetahuan. Ilmuwan dan filsuf Muslim, seperti Al-Khwarizmi, Al-Razi, dan Ibn Sina, memberikan kontribusi besar dalam bidang matematika, kedokteran, astronomi, dan filsafat. Selain itu, pembentukan Bait al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) menjadi simbol kemajuan intelektual dan kolaborasi antara berbagai budaya dan agama. Kejayaan Abbasiyah dalam bidang ilmu pengetahuan dan budaya ini tidak hanya membawa kemajuan yang luar biasa, tetapi juga mempengaruhi peradaban Barat dan dunia Islam secara keseluruhan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran penting khalifah Abbasiyah dalam memajukan ilmu pengetahuan, serta dampaknya terhadap perkembangan budaya dan pemikiran manusia secara global.

Author Biography

Nining Syamsi Komariah, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

-

References

Artikel ini membahas kejayaan Kekhalifahan Abbasiyah pada masa Golden Age of Islam, khususnya dalam bidang budaya dan ilmu pengetahuan. Era Abbasiyah, yang berlangsung antara abad ke -8 hingga ke-13, dikenal sebagai puncak kejayaan dqlam sejarah peradaban dunia. Pada masa pemerintahan Abbasiyah, terutama di bawah Khalifah Harun al-Rasyid dan Al-Ma’mun, Baghdad menjadi pusat intelektual dunia, di mana berbagai disiplin ilmu berkembang pesat. Penerjemahan karya-karya Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab memainkan peran penting dalam melestarikan dan memperkaya pengetahuan. Ilmuwan dan filsuf Muslim, seperti Al-Khwarizmi, Al-Razi, dan Ibn Sina, memberikan kontribusi besar dalam bidang matematika, kedokteran, astronomi, dan filsafat. Selain itu, pembentukan Bait al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) menjadi simbol kemajuan intelektual dan kolaborasi antara berbagai budaya dan agama. Kejayaan Abbasiyah dalam bidang ilmu pengetahuan dan budaya ini tidak hanya membawa kemajuan yang luar biasa, tetapi juga mempengaruhi peradaban Barat dan dunia Islam secara keseluruhan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran penting khalifah Abbasiyah dalam memajukan ilmu pengetahuan, serta dampaknya terhadap perkembangan budaya dan pemikiran manusia secara global.

Downloads

Published

15-08-2025

How to Cite

Herdianti, D., & Syamsi Komariah, N. . (2025). Golden Age Of Islam: Kejayaan Abbasiyah Dalam Budaya Dan Ilmu Pengetahuan. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 19798–19807. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3179

Issue

Section

Articles