Manajemen Komunikasi Krisis PT PLN (Persero) Jakarta pada Kasus Blackout Listrik
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3164Keywords:
Startegi Komunikasi, Komunikasi Krisis, PLNAbstract
Dalam sebuah organisasi, krisis dianggap sebagai kejadian negatif yang berpotensi mempengaruhi organisasi atau perusahaan. PT PLN (Persero) sebagai penyedia listrik di Indonesia tidak luput dari masalah dan kendala, yaitu pemadaman listrik atau Blackout yang berdampak negatif dalam banyak hal. Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi komunikasi krisis public relations dalam menangani blackout listrik PT PLN (Persero) Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu kualitatif Teknik dalam pengumpulan data menggunakan dokumentasi dari media dan twitter dengan kata kunci, listrik padam, mati lampu, Jakarta dan blackout mulai dari 4 Agustus 2019 hingga 6 September 2019. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan oleh peneliti adalah naratif deskriptif
References
Austin, L., & Jin, Y. (2017). Social Media and Crisis Communication (1st Editio, Issue July). Routledge.
Azanella, L. A. (2019a). Di Balik Marahnya Jokowi atas “Blackout” hingga Tinggalkan Kantor PLN. https://nasional.kompas.com/read/2019/08/06/06074861/di-balik-marahnyajokowi-atas-blackout-hingga-tinggalkan-kantor-pln?page=2
Barton, L. (1990). Crisis in organizations: Managing and communicating in the heat of chaos. South-Western Publishing.
Brown, L. (1963). Organizational crises: Their causes and consequences. Harper & Row.
Bungin, B. (2017). Metodologi penelitian sosial dan ekonomi: Format-format kuantitatif dan kualitatif untuk studi sosiologi, kebijakan publik, komunikasi, manajemen, dan pemasaran. Kencana.
Coombs, W. T. (2007). Ongoing crisis communication: Planning, managing, and responding (2nd ed.). Sage Publications.
Coombs, W. T., & Holladay, S. J. (2010). The handbook of crisis communication. Wiley-Blackwell. https://doi.org/10.1002/9781444314885
Devlin, E. S. (2007). Crisis management planning and execution. Auerbach Publications.
Gora, R. (2019). Public relations: Teori dan praktik. Media Pressindo.
Grunig, J. E. (1992). Excellence in public relations and communication management. Lawrence Erlbaum Associates.
Jefkins, F. (2002). Public relations (5th ed.). Prentice Hall.
Kartikawangi, D. (2020). Strategi komunikasi krisis di era media digital. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(1), 1–15. https://doi.org/10.24002/jik.v17i1.3452
Kriyantono, R. (2015). Public relations, isu, dan manajemen krisis: Pendekatan critical public relations etika dan tanggung jawab sosial. Prenada Media.
Luhukay, J. (2009). Manajemen krisis perusahaan. Jurnal Manajemen Bisnis, 2(1), 45–53.
Mahfudz. (1998). Manajemen krisis: Strategi menghadapi situasi genting. Pustaka Sinar Harapan.
Prastya, N. (2018). Media relations dan penanganan isu. Jurnal Komunikasi, 10(2), 150–162. https://doi.org/10.20422/jk.v10i2.543
Ramadhan, A. (2019, August 5). PLN sebut kerugian akibat listrik padam capai Rp 100 miliar. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2019/08/05/
Regester, M., & Larkin, J. (2008). Risk issues and crisis management in public relations: A casebook of best practice (4th ed.). Kogan Page.
Suharyanti, S., Wibowo, A., & Hartati, E. (2013). Peran media massa dalam membentuk opini publik. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1), 1–14.
Yulianti, R., & Boer, R. (2020). Kecepatan dan kredibilitas informasi pada komunikasi krisis. Jurnal Komunikasi, 14(2), 87–99. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol14.iss2.art2
Ulmer, R. R., Sellnow, T. L., & Seeger, M. W. (2009). Effective crisis communication: Moving from crisis to opportunity. Sage Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Istikhana Nurulhuda, Rd Insan Ares Prameswara

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







