Hubungan Riwayat Ibu Hamil Kek Dengan Kejadian Stunted Pada Balita Usia 6-24 Bulan Di Puskesmas Somagede
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3125Keywords:
Balita usia 6-24 bulan,Riwayat ibu hamil KEK, StuntedAbstract
Stunting yang juga dikenal sebagai kondisi kerdil atau pendek, merupakan gangguan pertumbuhan pada anak di bawah usia lima tahun (balita) yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu sejak dalam kandungan hingga usia 23 bulan. Faktor dari orang tua yang berkontribusi pada stunting dapat dilihat dari kondisi ibu selama kehamilan, salah satunya adalah ibu hamil KEK. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis hubungan riwayat ibu hamil KEK dengan kejadian stunted pada balita usia 6-24 bulan diPuskesmas Somagede. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik korelasi dengan rancangan penelitian ini menggunakan Kohort Retrospektif. Sampel penelitian ini adalah balita berusia 6-24 bulan yang berada diwilayah kerja Puskesmas Somagede sejumlah 194 balita. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian terdapat hubungan antara ibu hamil KEK dengan kejadian stunted pada balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Somagede dengan nilai P Value 0,001 dan koefisien kontingensi 0,239. Hal ini menunjukan adanya hubungan positif yang lemah antara ibu hamil KEK dengan kejadian stunted pada balita usia 6-24 bulan di Puskesmas Somagede. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang gizi sebelum dan selama kehamilan untuk mencegah terjadinya stunted
References
Aprilia, D. (2022). Perbedaan Risiko Kejadian Stunting Berdasarkan Umur Dan Jenis Kelamin. Jurnal Kebidanan, 11(2), 25–31. https://doi.org/10.47560/keb.v11i2.393
Badan Perencanaan Pembangunan, P. dan P. D. P. K. B. (2023). Kondisi Stunting Kabupaten Banyumas.
Dwi, A., Id, L., Dwi, R., Id, W., & Amaliah, N. (2022). Stunting among children under two years in Indonesia : Does maternal education matter ? 1–11. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0271509
Fitraniar, I., Abdurahman, F., Abdullah, A., & Ichwansyah, F. (2022). Determinan stunting pada bayi usia 0 – 24 bulan di Kabupaten Pidie : Studi kasus-kontrol Determinants of stunting in infants aged 0-24 months in Pidie District : A case-control study Abstrak Pendahuluan. 7(2), 187–196.
Hamal, D. K., Nursyarofah, N., & Qualifa, A. (2021). Jenis Kelamin Dan Panjang Badan Lahir Sebagai Faktor Kejadian Stunting Di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 (Analisis Data Riskesdas 2018). ARKESMAS (Arsip Kesehatan Masyarakat), 6(2), 1–7. https://doi.org/10.22236/arkesmas.v6i2.7685
Hamani, E., Munawaroh, M., & Ginting, A. S. br. (2023). Hubungan Pengetahuan, Status Gizi Serta Peran Orang Tua Dengan Stunting Pada Balita Usia 0-24 Bulan Di Puskesmas Ciruas. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(5), 1721–1732. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i5.873
Indriani, E., Pingkan, W., Kaunang, J., & Mantjoro, E. M. (2025). JURNAL. 8(2), 326–336.
Juariah, S. (2024). Hubungan riwayat kekurangan energi kronis pada saat kehamilan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja puskesmas kalimukti kecamatan Pabedilan kabupaten Cirebon _ Juariah _ Indones.pdf. Indonesia Berdaya, 5(2), 661–670.
Kemenkes RI. (2021). Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan 2021. In Kementrian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2022). Kemenkes RI no HK.01.07/MENKES/1928/2022 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1–52.
Khoirunnisa, A., Sholichah, F., & Arifin, M. (2025). Faktor Risiko Stunting pada Balita 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kluwut Kabupaten Brebes. 6(02), 102–111.
Kurnia Lintang Larasati, & Bambang Budi Raharjo. (2024). Implementasi Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Jawa Tengah (Pelaksanaan Perpres Nomor 72 Tahun 2021). Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 2(3), 212–219. https://doi.org/10.55606/detector.v2i3.4173
Kuswanti, I., & Rochmwati, L. (2024). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Ditinjau Dari Jenis Kelamin, Berat Badan Lahir Dan Panjang Badan Lahir. Jurnal Kebidanan Indonesia, 15(1), 121. https://doi.org/10.36419/jki.v15i1.995
Pratiwi, B. R. (2024). Status Gizi Ibu Saat Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24 Bulandi Desa Kutakecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2023. 5(1), 323–329.
Ratnawati Purwitaningtyas, & Intan Azkia Paramitha. (2024). Hubungan Riwayat Anemia Dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) Ibu Pada Saat Hamil Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Buaran Tahun 2023. CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(2), 115–123.
Scale, R. (2018). Hubungan Status Kek Ibu Hamil Dan BBLR Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Nilfar Ruaida, Octovina Soumokil, 9(2), 45–51.
Setiawati, I., & Maulana, T. (2024). Hubungan Riwayat Anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting. Faletehan Health Journal, 11(01), 8–15. https://doi.org/10.33746/fhj.v11i01.587
Setiawati, T., & Yuliana, T. A. (2023). Hubungan Status Gizi Ibu Saat Hamil, Berat Badan Lahir Bayi dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 6- 24 Bulan di Puskesmas Suradita Tahun 2021. Open Access Jakarta Journal of Health Sciences, 2(4), 656–664. https://doi.org/10.53801/oajjhs.v2i4.125
Usman fahmil, paramashanti astria bunga. (2020). Komitmen pemerintah dalam penanganan stunting. Grup Penerbitan CV BUDI UTAMA.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siti Khotijah, Sawitri Dewi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







