Identitas Budaya Jambi dalam Sajian Gulai Terjun
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.3022Keywords:
kuliner tradisional, gulai terjun, budaya jambi, suku batin, pelestarian kulinerAbstract
Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya, adat istiadat, dan kuliner tradisional memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata kuliner. Salah satu kekayaan kuliner tradisional yang dimiliki Provinsi Jambi adalah gulai terjun, sebuah hidangan khas masyarakat Suku Batin di Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Penelitian ini bertujuan untuk menggali keunikan gulai terjun dalam hal sejarah, teknik memasak, penyajian, serta keotentikannya sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gulai terjun bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga merupakan simbol tradisi dan kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun. Proses memasak yang dilakukan secara gotong royong dalam kegiatan adat “menggulai” mencerminkan nilai-nilai budaya dan struktur sosial masyarakat. Kearifan lokal tampak dalam pemilihan bahan, teknik memasak, hingga pembagian peran dalam tim memasak. Pelibatan generasi muda dalam proses pelestarian tradisi ini menjadi upaya strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan kuliner. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur kuliner tradisional Indonesia dan mendorong pelestarian budaya melalui dokumentasi dan edukasi.
References
Bujang, Ibrahim.(1994). Makanan: Wujud Variasi dan Fungsinya Serta Cara Penyajiannya Pada Orang Melayu, Jambi.
Gardjito, Murdijati. (2017). Kuliner Jambi Telusuri Jejak Melayu, Sedap Meresap dalam Kalbu. Diedit oleh Intarina Hardiman. Jakarta: PT Gramedia Pusaka Utama
Harmayani, Eni, et al. 2017. Makanan Tradisional Indonesia Seri 2: Makanan Tradisional Indonesia yang Populer. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Mulyyaningsih, H., Haryanto, B. S. D., Umanailo, M. C. B., & Irawan Bagus. (2023). Pergeseran Entitas Kuliner Madura: Adaptasi Budaya, danTradisi Kuliner Lokal Menjadi Komersialisasi. Perspektif, 12(3), 1014–1021. https://doi.org/10.31289/perspektif.v12i3.9122
Ningrum, Fitri Cahya, Dewi Turgarini, dan Risya Ladiva Bridha.(2021). Pelestarian Tradisi Nyeruit Sebagai Warisan Gastronomi Kota Bandar Lampung.The Journal Gastronomy Tourism1(2),85–95. doi:10.17509/gastur.v1i2.40575
Nurdiyansah. 2014. Peluang dan Tantangan Pariwisata Indonesia. Bandung: Alfabeta.
Satriawan, R., Furkan, F., Irawan, E., Mulyadi, M., & Anhar, A. (2024). Analisis Komponen Daya Tarik Desa Wisata Olahraga. Jurnal Pendidikan Olahraga, 14(1), 25–30. https://doi.org/10.37630/jpo.v14i1.1728
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung). CV Alfabeta.
Wibawati, D., & Prabhawati, A. (2021). Upaya Indonesia untuk Mempromosikan Wisata Kuliner sebagai Warisan Budaya Dunia. Journal of Tourism and Creativity, 5(1), 36. https://doi.org/10.19184/jtc.v5i1.21108
Wulandari, R. A., Adiguna, R., Kurniawan, R., Aditiya, R. D., & Angelina, N. (2022). Tempoyak Sebagai Makanan Khas Jambi. Prosiding Seminar Nasional Humaniora 2022 Dec 31, 2, 25–37.
Yasin, N. Il, Indrayani, N., & Nurdin, F. (2022). Menelusuri Sejarah Kuliner Jambi sebagai Inventarisasi Aset dan Promosi Wisata Kuliner di Provinsi Jambi. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 8(4), 1403. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i4.1046
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 nurzahra wicaksono, Fitria Retno Indarsih, Linka Audian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





