Pengaruh Jenis Pelarut (Etanol 96%, Etil Asetat, Dan Kombinasinya) Pada Ekstraksi Daun Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Aktivitas Antibakteri Staphylococcus Areus Secara In Vitro
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2972Keywords:
Staphylococcus aureus, Daun Alpukat, Pelarut, AntibakteriAbstract
Staphylococcus aureus merupakan bakteri gram positif yang sering ditemukan pada kulit manusia dan dapat menyebabkan berbagai infeksi, seperti infeksi kulit hingga sistemik. Salah satu cara mengatasi infeksi adalah dengan penggunaan antibiotik, namun jika tidak digunakan secara tepat, dapat menyebabkan resistensi. Oleh karena itu, pengobatan tradisional berbasis bahan alam menjadi alternatif yang lebih aman. Daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut dalam ekstraksi daun alpukat terhadap aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, etil asetat, kombinasi etanol 96% & etil asetat. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram menggunakan konsentrasi ekstrak 6%, 8%, dan 10%. Kontrol positif menggunakan antibiotik siprofloksasin, dan kontrol negatif menggunakan akuades steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun alpukat memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus, dengan daya hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Rata-rata zona hambat terbesar ditunjukkan oleh ekstrak etanol 96% pada konsentrasi 10%, yaitu sebesar 7,23 mm. Daya hambat ini lebih tinggi dibandingkan ekstrak etil asetat (7,06 mm) dan kombinasi (6,03 mm). Tingginya daya hambat ekstrak etanol 96% disebabkan oleh kelarutan senyawa aktif seperti alkaloid dan flavonoid yang lebih optimal dalam pelarut polar seperti etanol. Hasil analisis statistik ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p < 0,05).
References
Amini, H. M., Tivani, I., & Santoso, J. (2019). Pengaruh Perbedaan Pelarut Ekstraksi Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Terhadap Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus. DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama, 9, 1-9.
Anjani, R., Sahputri, J., & Novalia, V. (2024). Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Umbi Lapis Bawang Merah (Allium cepa L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan, 7(2): 267-276.
Ariyanti, L. M., Sa’adah, H., Syamsul, E. S., & Witasari, H. A. (2024, September). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Dan Fraksi Batang Kuning (Fibraurea Tinctoria Lour.) terhadap bakteri Eschrichia Coli Dan Staphylococcus Aureus. In Prosiding Polkesta Seminar Nasional (Vol. 1, Pp. 205-216).
Azzahra, F., Almalik, E. A., & Sari, A. A. (2019). Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap bakteri Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus. Jurnal Kefarmasian Akfarindo, 1-10.
Azzahra, F., & Madhani, V. (2021). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 4(2): 293-301.
Azzahra, F., & Budiati, T. (2022). Pengaruh Metode Pengeringan Dan Pelarut Ekstraksi Terhadap Rendemen Dan Kandungan Kimia Ekstrak Daun Alpukat (Persea americana Mill.): Effects Of Drying Method And Solvents On Yield And Chemical Content Of Avocado Leaves Extract (Persea americana Mill.). Medical Sains: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 7(1): 67-78.
Azzahra, F., Wiastuti, A., & Rusmadi, R. (2023). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Etil Asetat dan n-Heksan Daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Depkes RI.
Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Depertemen Kesehatan RI.
Depkes RI, 2000, Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat (Edisi 1), Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan
Dewi, R. K., Sari, D. A., & Wahyuni, N. (2023). Statistika untuk Penelitian Eksperimen Biologi. Yogyakarta: Deepublish.
Harborne, J. B. (1987). Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Bandung: ITB Press.
Hasriyani, H., Zulfa, A., Anggun, L., & Murhayati, R. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 70% Biji Lada Hitam (Piper nigrum L) terhadap Bakteri Escherichia coli. IJF (Indonesia Jurnal Farmasi), 5(2), 14-18.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Dirjen Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Pratiwi, D. A., & Ramadhani, N. (2022). Teknik sterilisasi alat mikrobiologi di laboratorium: kajian metode kering dan basah. Jurnal Ilmu Mikrobiologi Terapan, 11(1), 45–52.
Purnomo, H. Y., & Azzahra, F. (2021). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa. Jurnal Kefarmasian Akfarindo, 7-14.
Putri, D. A., Yuliana, N., & Ramadhan, T. (2021). Pengaruh pelarut terhadap rendemen dan aktivitas antibakteri ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.). Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 8(2), 102–109.
Putri, L. A., Puspitasari, D., & Handayani, L. (2022). Pengaruh jenis pelarut terhadap kandungan senyawa aktif dan aktivitas antibakteri ekstrak tanaman herbal. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 9(1), 45–52.
Rizki, N. D., Syamsudin, A., & Lestari, D. (2020). Efektivitas pelarut etanol dan etil asetat terhadap ekstraksi senyawa alkaloid daun sirsak (Annona muricata). Jurnal Kimia Riset, 8(2), 67–74.
Sari, N. P., & Wulandari, D. (2023). Peran senyawa fitokimia sebagai antibakteri alami pada berbagai spesies tumbuhan tropis. Jurnal Biologi Tropika, 21(1), 33–41.
Sari, Y. R., & Niken, N. (2023). Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 6(1): 365-375.
Sulistiyani, N., Yuliana, A., & Pratama, H. (2021). Uji fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak daun alpukat (Persea americana Mill.) terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2), 110–117.
Wulandari, G., Abdul Rahman, A., Rubiyanti, R., Studi DIII Jurusan Farmasi, P., Kemenkes Tasikmalaya, P., & Email, I. (n.d.). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Buah Alpukat (Persea americana Mill) Terhadap Staphylococcus Aureus Atcc 25923 Antibacterial Activity Of Avocados Peel (Persea americana Mill) Extract On Staphylococcus aureus ATCC 25923.
Yuliana, N., Pratiwi, R., & Wibowo, A. (2021). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun alpukat terhadap Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi. Jurnal Penelitian Biologi dan Farmasi, 12(1), 56–63.
Yuliana, M., Sari, R., & Nugroho, W.D. (2020). Peran determinasi dalam penelitian fitokimia berbasis bahan alam. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 6(1), 33–41
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yeni Zakiyatul Ibriyah, Hasriyani Hasriyani, Fahrudin Arif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







