Tinjauan Yuridis Kedudukan Janda Tanpa Anak terhadap Harta Warisan dalam Hukum Adat Batak Toba
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2964Keywords:
kedudukan janda tanpa anak, harta warisan, hukum adat batak tobaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum janda tanpa anak dalam pembagian harta warisan menurut hukum adat Batak Toba. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif, melibatkan studi literatur dan analisis dokumen hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum adat Batak Toba, janda memiliki hak tertentu atas harta peninggalan suami, meskipun hak-hak tersebut terbatas oleh sistem kekerabatan patrilineal. Janda berhak atas jaminan nafkah seumur hidup dan dapat menguasai harta peninggalan suami untuk keperluan nafkahnya dan anak-anaknya. Namun, hak janda terbatas pada penggunaan dan pengelolaan harta selama masa hidupnya, dengan syarat bahwa harta tersebut akan kembali kepada keluarga suami setelah janda meninggal atau menikah lagi. Penelitian ini merekomendasikan reposisi kedudukan janda melalui reformasi hukum adat dan pendidikan masyarakat tentang hak-hak janda dalam pembagian warisan. Implementasi sistem kewarisan bilateral dianggap sebagai solusi untuk menciptakan keadilan dalam pembagian warisan dan mengurangi ketimpangan gender dalam masyarakat Batak Toba.
References
Butarbutar, R. D., Milala, R., & Paunganan, D. D. (2020). Dalihan Na Tolu Sebagai Sistem Kekerabatan Batak Toba Dan Rekonstruksinya Berdasarkan Teologi Persahabatan Kekristenan. Dharmasmrti Jurnal Ilmu Agama Dan Kebudayaan, 20(2), 21–28. https://doi.org/10.32795/ds.v20i2.1019
Firmando, H. B., Simbolon, E. T., & Lumbantobing, R. (2023). Relasi Agama, Kebudayaan Dan Politik Pada Masyarakat Batak Toba Di Kabupaten Samosir. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (Jsai), 4(3), 293–312. https://doi.org/10.22373/jsai.v4i3.2939
Hariyanto, M. A., Samin, S., Salenda, K., & Thahir Maloko. (2022). Kewarisan Adat Bolaang Mongondow Di Kota Kotamobagu Perspektif Maslahah. Transformasi, 4(2). https://transformasi.kemenag.go.id/index.php/journal/article/view/263
Hutasoit, Y., Nugroho, B. D., & Nasution, F. U. (2022). Legal Memorandum Tentang Hak Mewaris Anak Tiri Laki-Laki Pada Masyarakat Batak Toba Ditinjau Berdasarkan Hukum Adat Batak Toba Dan Hukum Positif Indonesia. JCS, 1(5), 1316–1327. https://doi.org/10.59188/jcs.v1i5.165
Khoirunnisa, G., & Pandamdari, E. (2019). Analisis Yuridis Pembagian Harta Warisan Dalam Sistem Individual Bagi Masyarakat Batak Perantauan Di Jakarta Menurut Hukum Waris Adat Batak (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 381/K/ PDT/2018. Reformasi Hukum Trisakti, 1(1). https://doi.org/10.25105/refor.v1i1.10465
Krisnawati, F., Suryati, S., & Kusumasari, P. R. (2024). Tinjauan Yuridis Terhadap Hak Ahli Waris Pengganti Ditinjau Dari Kompilasi Hukum Islam Dan Fiqih Islam. Jisosepol, 1(2), 184–192. https://doi.org/10.61787/a3ba5441
Lubis, R., & Triadi, I. (2024). Menganalisis Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Konstitusi (Studi Tentang Perlindungan Hak Asasi Manusia). Ijlj, 1(4), 12. https://doi.org/10.47134/ijlj.v1i4.2687
Permana, S. (2018). Kesetaraan Gender Dalam Ijtihad Hukum Waris Di Indonesia. Asy-Syari Ah, 20(2), 117–132. https://doi.org/10.15575/as.v20i2.3210
Putu Ida Ayu Nurma Anggita, & Latumahina, R. E. (2023). Problematika Ninggal Kedaton Dalam Kajian Gender Equality. Ciastech, 6(1), 316. https://doi.org/10.31328/ciastech.v6i1.5276
Ramadhana, W., & Lumbantoruan, S. S. (2022). Harta Waris Pada Pasangan Yang Tidak Memiliki Keturunan Menurut Hukum Adat Batak Toba. Mizan Jurnal Ilmu Hukum, 11(1), 52. https://doi.org/10.32503/mizan.v11i1.2530
Retnowulandari, W. (2022). Gender Perspective in Customary and Islamic Inheritance Law. https://doi.org/10.4108/eai.3-8-2021.2315073
Simangunsong, F. (2018). Pengaruh Konsep Hagabeon, Hamoraon, Dan Hasangapon Terhadap Ketidaksetaraan Gender Dalam Amang Parsinuan. Sirok Bastra, 1(2), 207–220. https://doi.org/10.37671/sb.v1i2.24
Stoyanova, D. (2024). Gender Equality in Customary Inheritance Law in Indonesian Court Decisions. Journal of Social Science and Humanities, 6(8), 149–153. https://doi.org/10.53469/jssh.2024.6(08).29
Sukti, S., Warsito, T., Qodir, Z., & Jubba, H. (2023). KEADILAN GENDER: PENDIDIKAN, KEPEMIMPINAN DAN HAK KEWARISAN ISLAM (Studi Analisis Pemikiran Hamka Haq). Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 18(2), 130–137. https://doi.org/10.23971/jsam.v18i2.4166
Taqiyuddin, H. (2020). Hukum Waris Islam Sebagai Instrumen Kepemilikan Harta. Asy-Syari Ah, 22(1), 1–20. https://doi.org/10.15575/as.v22i1.7603
Warsana, I. M. (2021). Implikasi Keputusan Majelis Utama Desa Pakraman Bali Nomor 01/Kep/PSM-3/MDP BALI/X/2010 Tentang Kedudukan Wanita Bali Dalam Keluarga Dan Pewarisan. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 6(2), 362. https://doi.org/10.17977/um019v6i2p362-370
yusuf, K. B., & Yamarizky, M. D. A. (2023). Pembagian Warisan Hukum Adat Menurut Sistem Matrilineal (Adat Minangkabau). Jurnal Hukum Politik Dan Ilmu Sosial, 2(1), 72–81. https://doi.org/10.55606/jhpis.v2i1.967
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Oktavia P. Sigalingging, Motlan Gultom

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







