Kepatuhan Pasien Prolanis Dalam Mengonsumsi Obat Antihipertensi
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2958Keywords:
Hipertensi, Obat anti hipertensi, Puskesmas, ProlanisAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) dengan angka kejadian tinggi di seluruh dunia. Hipertensi menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan bertanggung jawab atas sekitar 10,8 juta kematian per tahun secara global. Data terbaru menunjukkan bahwa hanya 22% penderita hipertensi yang menerima pengobatan yang memadai, sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Di Sumatera Selatan, prevalensi hipertensi juga tergolong tinggi. Kota Palembang sebagai ibu kota provinsi mencatat angka yang lebih tinggi akibat perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan, tingginya konsumsi makanan cepat saji, serta kurangnya kesadaran terhadap kontrol tekanan darah. Secara khusus, di Puskesmas Kertapati, Palembang, jumlah penderita hipertensi yang tercatat hingga Januari 2025 mencapai 1.605 pasien, terdiri dari 395 kasus baru dan 1.210 kasus lama. Berdasarkan estimasi jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Kertapati yang berkisar sekitar 20.000 jiwa, maka prevalensi hipertensi mencapai sekitar 8,03%. Ini berarti bahwa hampir 1 dari setiap 12 penduduk di wilayah tersebut mengalami tekanan darah tinggi. Sebagai bagian dari upaya pengelolaan penyakit kronis secara berkelanjutan, Puskesmas Kertapati juga menyelenggarakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang mencakup pasien dengan hipertensi dan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepatuhan pasien PROLANIS dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita hipertensi peserta PROLANIS di wilayah kerja Puskesmas Kertapati Kota Palembang pada tahun 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 184 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Juni – Juli 2025. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunakan uji chi square dan multivariat dengan menggunakan uji logistik berganda. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga, efek samping obat, dan tingkat stres terhadap kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi dengan tingkat stres menjadi variabel yang paling dominan. Disarankan kepada pihak puskesmas dan program Prolanis, diharapkan dapat mengintegrasikan pendekatan psikososial dalam pelayanan, terutama dalam skrining dan manajemen stres pasien, serta edukasi tentang efek samping obat.
References
Ucapan terima kasih ditujukan kepada Puskesmas Kertapati Palembang yang telah bersedia sebagai lokasi penelitian.
References
Ebrahimi, M., Kim, H. S., & Kong, J. (2023). Hypertension prevalence and risk factors in Southeast Asia: A systematic review. Journal of Cardiovascular Research, 45(3), 215–229.
Kong, J., & Kim, H. S. (2024). Medication adherence in hypertensive patients in Southeast Asia: A cross-country analysis. Asia Pacific Journal of Public Health, 31(2), 189–202.
Kriachkova, E., & Krotova, A. (2024). Global burden of hypertension and cardiovascular disease risk factors. World Journal of Cardiology, 52(4), 105–119.
Meilianti, D. (2022). Dietary patterns and urbanization impact on hypertension in Palembang, Indonesia. Journal of Urban Health, 48(2), 75–90.
Nurjanah, M. A., & Kusumaningsih, I. (2021). Hubungan karakteristik demografi dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi primer di unit rawat jalan RS X Bekasi. Indonesian Journal of Epidemiology, 27(4), 145–162.
Putri, R. A., Taamu, Y., & Dali, R. (2024). Hypertension and lifestyle modifications in Indonesia: A community-based intervention study. Indonesian Journal of Preventive Medicine, 19(2), 66–81.
Schwingshackl, L., & Schlesinger, S. (2023). The impact of dietary interventions on hypertension and cardiovascular outcomes: A meta-analysis. Nutrition Reviews, 81(6), 345–362.
Siregar, F. Z. (2021). Tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD dr. Pirngadi Kota Medan tahun 2021. Journal of Internal Medicine, 33(4), 134–150.
World Health Organization (WHO). (2023). World Health Statistics: Global burden of hypertension and cardiovascular diseases. Geneva: World Health Organization.
Yusrawati, H., & Respati, D. (2023). Hypertension prevalence in South Sumatra and its determinants: A population-based study. Indonesian Journal of Epidemiology, 22(1), 55–72
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Retha Metrianda, Arie Wahyudi , Gema Asiani, Ali Harokan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







