Hubungan Kualitas Air Minum dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Wilayah Perkotaan
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2957Keywords:
Kualitas air minum, diare, anak balita, perkotaanAbstract
Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di Indonesia. Kualitas air minum yang buruk, khususnya di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi, dapat meningkatkan risiko penularan diare. Mengetahui hubungan kualitas air minum dengan kejadian diare pada anak balita di wilayah perkotaan. Penelitian observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada 120 rumah tangga yang memiliki anak balita di Kecamatan X Kota Y. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta uji kualitas air (parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi). Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan 45,8% air minum rumah tangga tidak memenuhi standar kualitas, dan 38,3% balita mengalami diare dalam 3 bulan terakhir. Analisis statistik menemukan hubungan signifikan antara kualitas air minum dengan kejadian diare (p=0,002). Kualitas air minum yang buruk berhubungan dengan meningkatnya kejadian diare pada anak balita. Upaya peningkatan akses air bersih dan edukasi higienitas perlu diperkuat untuk mencegah diare di wilayah perkotaan.
References
Adnan, M. (2022). Pola konsumsi air minum dan kejadian diare pada anak usia dini. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 15(1), 20–29.
Dewi, S., Rahman, A., & Yusuf, M. (2021). Kontaminasi air minum rumah tangga dan hubungannya dengan kejadian diare pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 18(3), 122–129.
Hidayat, R. (2020). Analisis bakteriologis air minum rumah tangga. Jurnal Ilmu Kesehatan Lingkungan, 12(2), 66–73.
Hilal, A., Rachman, A., Hardianti, H., Sari, L. M., Imrawati, I., & Utami, Y. P. (2024). Pendidikan Kesehatan, Pemeriksaan dan Deteksi Dini Pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui Kegiatan Olah Raga Fisik di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Makassar. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(4), 469–477. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v2i4.417
Indrayadi, I., Rafiun, A., Azis, E., Pannyiwi, R., Misnarliah, M., Basir, A. A., Idris, I., & Sahabuddin, S. (2025). Analisis Faktor Kandungan Bakteri Escherchia Coli Air Sumur Gali Di Desa Pesisir Laut. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 3(2), 208–216. https://doi.org/10.59585/bajik.v3i2.567
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Standar Kualitas Air Minum di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2021). Pedoman Pencegahan Diare pada Balita. Jakarta: Kemenkes RI.
Megasari, A. L., Hardianti, H., Hilal, A., Betan, A. B., Yanti, P. D., & Wiranti, B. (2024). Management of Implementing Clean and Healthy Living Behaviorin Households in Manisa Village. International Journal of Health Sciences, 2(1), 202–216. https://doi.org/10.59585/ijhs.v2i1.294
Musaidah, M., Simanjuntak, G. G., & Rahmat, R. A. (2025). Damage to The Surface Of Children’s Teeth Due To The Impact Of Milk Formula Giving Patterns Over A Long Period Of Time Due To Acid Production In The Oral Cavity (Caries). International Journal of Health Sciences, 3(2), 284–289. https://doi.org/10.59585/ijhs.v3i2.668
Nugroho, Y. (2021). Peran depot air isi ulang dalam penyediaan air minum aman. Jurnal Air dan Kesehatan, 9(3), 130–138.
Prasetyo, H., & Lestari, A. (2020). Penyebab utama diare pada balita: Perspektif air minum dan sanitasi. Jurnal Kedokteran Komunitas, 8(4), 45–53.
Putri, R. (2021). Sanitasi lingkungan dan kejadian diare pada anak. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(1), 40–49.
Pudyastuti, R. R., Fau, P., Timisela, J., Yermi, Y., Aisyah, S., Hamdanestini, R., & Asmah, N. (2024). Incident Pneumonia In Toddler With The Physical Environment Of The Home Does Not Meet The Requirements. International Journal of Health Sciences, 2(4), 1340–1348. https://doi.org/10.59585/ijhs.v2i4.550
Rahmawati, D. (2021). Hubungan kualitas air dengan kejadian diare pada balita di daerah perkotaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(1), 88–95.
Riskesdas. (2023). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2023. Badan Litbangkes, Kemenkes RI.
Rohman, M. (2021). Hubungan sumber air minum dengan kejadian diare. Jurnal Epidemiologi dan Penyakit Menular, 12(3), 150–158.
Sari, L., et al. (2022). Faktor risiko diare pada balita di perkotaan: Studi kasus di Jakarta. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 10(2), 55–63.
Susanti, D. (2022). Dampak kualitas air dan perilaku higienis terhadap diare balita. Jurnal Kesmas, 14(2), 99–106.
Susiandari, A. (2024). Using Three Steps Interview Method To Improve Students’ Writing Ability In Descriptive Text At The Tenth Grade Of Sma N I Sampaga. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 209–222. https://doi.org/10.59585/jimad.v1i4.495
UNICEF. (2023). Water, sanitation and hygiene (WASH) and diarrhoea prevention. New York: UNICEF.
WHO. (2023). Diarrhoeal disease. Geneva: World Health Organization.
WHO/UNICEF. (2022). Progress on household drinking water, sanitation and hygiene 2000–2022. Geneva: WHO Press.
Wulandari, S. (2020). Kualitas air PDAM dan risiko kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(2), 74–81.
Yakobus, I. K., Suat, H., Kurniawati, K., Zulham, Z., Pannyiwi, R., & Anurogo, D. (2023). The Use Social Media’s on Adolescents’ Mental Health. International Journal of Health Sciences, 1(4), 425–438. https://doi.org/10.59585/ijhs.v1i4.161
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Indrayadi, Achmad Hilal, Glory Gelarich Simanjuntak, Yermi, Andi Kamal M. Sallo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







