Konsep Diri Anak Putus Sekolah Pada Anak Yang Berperan Badut Jalanan Di Kota Padangsidimpuan

Authors

  • Nurhasanah Pardede Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Vitria Larseman Del Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Ahmad Husein Nasution Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Malim Soleh Rambe Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
  • Sukatno Sukatno Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2945

Keywords:

Konsep Diri, Perilaku, Anak, Putus Sekolah, Peran Badut Jalanan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimanakah konsep diri perilaku anak putus sekolah yang berperan badut jalanan di sekitar Tugu salak, Citywalk, pasar Sagumpal (Padangsidimpuan Utara) ketika di wawancara beberapa anak tersebut menyatakan bahwa mereka sudah putus sekolah, dari alasan mereka salah satunya merasa tidak mampu untuk mengikuti pelajaran di sebabkan sulitnya mata pelajaran, merasa tidak di perlakukan dengan baik oleh guru, merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya maupun wajahnya, Fenomena anak yang berperan  sebagai badut jalanan melambangkan kegagalan dunia pendidikan di Indonesia dalam membangun mentalitas anak untuk menjadi sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Fenomena ini juga merupakan gejala sosial yang membutuhkan tindakan yang tegas dari semua pihak, dalam hal ini peneliti menawarkan salah satu solusinya menerapkan konseling individual dan kelompok sebagai implementasinya. Jenis penelitian ini adalah menggunakan kualitatif deskriptif (studi kasus). Teknik Pengambilan informan dengan metode snowball sampling digunakan agar dapat memperoleh data yang akurat sehingga di peroleh analisis datanya. Informan dalam penelitian ini adalah anak yang berperan badut di sekitar tugu salak, citywalk, pasar sagumpal ( padangsidimpuan Utara). Hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan ajar atau teori dalam mata kuliah Psikologi perkembangan anak dan remaja, Konseling Individual, Konseling Kelompok, sosiologi. Hasil Penelitian ini nanti juga akan ditampilkan pada seminar nasional (SEMNAS), publikasi ilmiah nasional terakreditasi dan sebagai bahan ajar pendukung bagi mahasiswa

References

Arini, A. T. 2006. Orang Tua dan Konsep Diri Anak.. Yogyakarta: Kanisius.

Azwar, S. 2010. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan paraktik. Jakarta: PT Rineka Cipta

Azwar, Syaifuddin. 2010. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ajzen, I. 1991. Attitude, Personality, and Behavior. Buchingham: Open University Press.

Alhadza, A. 2004. Masalah Menyontek (Cheating) di Dunia Pendidikan. http//www.depdiknas.go.id/jurnal/38

Al-Qaisy. LM. 2008. Students΄ Attitudes toward Cheat and Relation to Demographic Factors. European Journal of Social Sciences – Volume 7, Number 1 (2008)140.

Anugrahening K. 2009. Perilaku Menyontek Ditinjau Dari Kepercayaan Diri. Indigenous, Jurnal Ilmiah Berkala Psikologi. Vol. 11, No. 2, Nopember 2009 : 38-46

Antion, D L. and Michel, W B. 2004. Short Term Predictive Validity of Demografic, Affective, Personal and Cognitive Variables in Relation to Two Criterion Measures of Cheating Behaviors. Educational and Social Psychology Measurement. California. http://www.asmi@kampus-ungu.ac.id, 11/11/2004)

Burns, R. B. 1993. Konsep Diri (Teori, Pengukuran, Perkembangan, dan Perilaku). Alih bahasa: Eddy. Jakarta : Arcan.

Calhoun, J. F., dan Acocella, J. R. 2003. Psikologi tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan. Alih bahasa: Satmoko. Semarang : IKIP Semarang Press.

Chaplin, J.P. 2010. Kamus Lengkap Psikologi (Terjemahan Kartini Kartono). Jakarta: Raja Graindo Perkasa.

Cholilla, N. 2011. Hubungan antara konsep diri dengan perilaku menyontek pada siswa SMP Satya Dharma Desa Balung Lor Kecamatan Balung Kabupaten Jember. Thesis (tidak diterbitkan) Malang : Universitas Muhammadiyah Malang

Dewi, N. A. K., Zukhri, A., & Dunia, I. K. (2014). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah 2012 / 2013. Jurnal Juruan Pendidikan Ekonomi,

Djam’an satori dan Aan Komariah. Metode penelitian kualitatif, alfabeta, Bandung.

Fajrie, M. (2013). Psikologi Komunikasi Anak Putus Sekolah Di Blokagung Karangdoro Tegalsari Kabupaten Banyuwangi. Komunikasi Islam,

Liani, T. (2019). FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS. Pendidikan Agama Islam.

Miftakhuddin, M. (2018). Kecenderungan Putus Sekolah Difabel Usia Pendidikan Dasar di Jember.

Mutrofin. (2009). Mengapa Mereka Tak Bersekolah.

Moleong, Lexy J. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Notoatmodjo, Ilmu Perilaku kesehatan, (Jakarta: Rinneka Cipta, 2010).

Putri, A. E. (2018). Analisis Faktor – Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Jenjang Pendidikan Dasar Di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu.

Rahayu, R., & Susanto, R. (2018). Pengaruh Kepemimpinan Guru Dan Keterampilan Manajemen Kelas Terhadap Perilaku Belajar Siswa Kelas Iv.

Rahmad. M. (2015). Perilaku Sosial Anak Putus Sekolah. Equilibrium Pendidikan Sosiologi.

Santosa, D. T. (2016). Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Dan Solusi Penanganan Pada Siswa Kelas Xi Jurusan Teknik Sepeda Motor.

Susanto, R., Rachmadtullah, R., & Rachbini, W. (2020). Technological and Pedagogical Models : Analysis of Factors and Measurement of Learning Outcomes in Education.

Susanto, R., Rozali, Y. A., & Agustina, N. (2019). Development of Pedagogical

Syofyan, H., & Rahmania, Y. (2020). Pendekatan Keterampilan Proses Dalam Pembelajaran IPA Mahasiswa PGSD.

Syofyan, H., & Yuliati. (2017). Pengaruh gaya belajar dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar ipa mahasiswa pgsd.

Udiutomo, P. (2013). Perlindungan Hukum Terhadap Hak Anak Putus Sekolah Atas Pendidikan.

Wahyuni,Pengembangan Koleksi Jurnal studi Kasus di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.

Walgito Bimo. Bimbingan dan Konseling (Studi dan Karir), (Jogjakarta: CV. Andi Offset, 2005)

Winkel, Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan, (Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia, 1991), 357-358.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Suhertina. 2014. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Pekanbaru: Mutiara Pesisir Utama.

Downloads

Published

08-08-2025

How to Cite

Pardede, N., Del, V. L. ., Nasution, A. H. ., Rambe, M. S. ., & Sukatno, S. (2025). Konsep Diri Anak Putus Sekolah Pada Anak Yang Berperan Badut Jalanan Di Kota Padangsidimpuan . Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 18371–18377. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2945

Issue

Section

Articles