Perempuan Dalam Bayang-Bayang Moralitas Kekuasaan dan Agama: Analisis Semiotika Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa

Authors

  • Dini Anggraheni Universitas Semarang
  • Anandha Universitas Semarang
  • Adhiprana Yogatama Universitas Semarang
  • Sayoto Makarim Universitas Semarang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2921

Keywords:

perempuan, moralitas, kekuasaan, semiotik, film

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi perempuan dalam film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa (2023) melalui pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan fokus pada bagaimana otoritas moral, kekuasaan dan agama membentuk dan mengontrol identitas perempuan. Dengan mengkaji simbol visual, struktur naratif, dan posisi karakter, ditemukan bahwa tokoh perempuan menjadi pusat ketegangan moral di mana tubuh dan perilakunya diawasi serta dihakimi oleh norma sosial dan religius. Analisis ini menunjukkan bahwa film tersebut secara kritis merepresentasikan bagaimana moralitas digunakan sebagai alat kekuasaan yang membungkam kebenaran yang ingin disampaikan seorang perempuan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada wacana film feminis dan kajian budaya dengan menyoroti bagaimana kekuasaan dan sebuah agama sangat mempengaruhi perspektif masyarakat dalam melihat fenomena yang ada sehingga mengaburkan sebuah makna kebenaran. 

 

Kata kunci: perempuan, moralitas, kekuasaan, semiotik, film

 

References

A, A. Q. (2019). Relasi Gender Dalam Film-Film Bertema Islam. CandraRupa Journal of Art, Design, and Media, 1(1), 1–6. https://e-journals.dinamika.ac.id/index.php/Candrarupa/article/view/38/30

Anggraheni, D., Fuadhiyah, U., & Sutopo, B. (2022). When Traditional and Modern Culture Collide: Analysis of “Lathi” Song. Applied Linguistics, Linguistics, and Literature (ALLURE) Journal, 2(1), 36–44. https://doi.org/10.26877/allure.v2i1.10738

Asni, Nurzin Kasau, M. R., & Efendy Rasyid, R. (2024). Analisis Semiotika Gender dalam Film Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqy. Nuances of Indonesian Languages, 5(2), 212. https://doi.org/10.51817/nila.v5i2.1082

Barker, T. (2019). Indonesian Cinema after the New Order. In Indonesian Cinema after the New Order. https://doi.org/10.5790/hongkong/9789888528073.001.0001

Barthes, R. (1977). Barthes, R. (1977). Image, music, text. (S. Heath, Ed.)The Journal of Aesthetics and Art Criticism (Vol. 37, p. 220). Hill and Wang. doi:10.2307/429854Image, music, text. The Journal of Aesthetics and Art Criticism, 37(2), 220. http://scholar.google.com/scholar?hl=en&btnG=Search&q=intitle:Image+Music+Text#0

Bartky. (1990). Femininity-and-Domination.Pdf.

Ernawati, E. (2019). Analisis Tanda Pada Karya Desain Komunikasi Visual. DESKOVI : Art and Design Journal, 2(1), 27. https://doi.org/10.51804/deskovi.v2i1.381

Hall, S. (1997). Work Of Representation. Representation: Cultural Representations and Signifying Practicesh, 1–15.

Huppatz, D. J. (2011). Roland Barthes, Mythologies. Design and Culture, 3(1), 85–100. https://doi.org/10.2752/175470810X12863771378833

I Gusti Ayu Vina Widiadnya, P. (2020). Semiotika Tanda Verbal Dan Visual Pada Iklan Kampanye Pencegahan Penyebaran Covid-19. KULTURISTIK: Jurnal Bahasa Dan Budaya, 4(2), 10–18. https://doi.org/10.22225/kulturistik.4.2.1871

Mulvey, L. (2013). Visual pleasure and narrative cinema. In The Sexual Subject: Screen Reader in Sexuality (pp. 22–34). https://doi.org/10.4324/9781315003092

Wahyuni, P., & Adnan, H. M. (2022). A New Female Identity in Indonesian Films: A Feminist Critical Discourse on Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak. Jurnal Komunikasi: Malaysian Journal of Communication, 38(3), 162–176. https://doi.org/10.17576/JKMJC-2022-3803-10

Downloads

Published

20-08-2025

How to Cite

Dini Anggraheni, Anandha, Adhiprana Yogatama, & Sayoto Makarim. (2025). Perempuan Dalam Bayang-Bayang Moralitas Kekuasaan dan Agama: Analisis Semiotika Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 11440–11449. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2921

Issue

Section

Articles