Perbandingan Penggunaan Telehealth dengan Konsultasi Tatap Muka dalam Asuhan Kebidanan

Authors

  • Nur Afifah Harahap Poltekkes Kemenkes Banten
  • Susanti Institut Kesehatan dan Bisnis St. Fatimah Mamuju
  • Fanni Astuti STIKes Salewangan Maros
  • Bayu Larasati Wulandari Universitas Putra Abadi Langkat
  • Rahmaniyah R STIK Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2894

Keywords:

Telehealth, Konsultasi Tatap Muka, Kebidanan, Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan

Abstract

Inovasi digital di sektor kesehatan, khususnya telehealth, telah menjadi salah satu alternatif penting dalam pemberian layanan kebidanan, terutama selama pandemi COVID-19 dan di wilayah dengan keterbatasan akses fasilitas kesehatan. Namun, efektivitas dan kepuasan pasien terhadap telehealth dibandingkan dengan konsultasi tatap muka masih menjadi pertanyaan penting dalam praktik kebidanan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan tingkat kepuasan pasien terhadap penggunaan telehealth dengan konsultasi tatap muka dalam pelayanan asuhan kebidanan. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 120 ibu hamil dipilih secara purposive sampling, terdiri dari pengguna layanan telehealth dan konsultasi langsung di fasilitas kebidanan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam dimensi kualitas informasi antara telehealth dan tatap muka (p=0,213). Namun, terdapat perbedaan signifikan pada dimensi kejelasan komunikasi (p=0,001), responsivitas (p=0,009), serta kepuasan umum (p=0,015), di mana konsultasi tatap muka lebih unggul. Di sisi lain, telehealth dinilai lebih efisien dalam aspek waktu dan aksesibilitas (p=0,000). Telehealth dapat menjadi alternatif yang layak untuk asuhan kebidanan terutama dalam kondisi tertentu seperti pandemi atau daerah terpencil. Namun, untuk aspek komunikasi interpersonal dan hubungan emosional, konsultasi tatap muka tetap lebih unggul. Kombinasi keduanya secara strategis dapat meningkatkan mutu dan jangkauan layanan kebidanan di masa depan.

References

Aryani, S. (2021). Pengaruh Telehealth terhadap Kepuasan Pasien Antenatal. Jurnal Kebidanan Nusantara, 10(2), 150–158. https://doi.org/10.31227/jkn.v10i2.158

Arda, D., Pannyiwi, R., Harfika, M., Dewi, C., Setyaningsih, R., Nursiah, A., & Sumampouw, O. J. (2024). Increased Frequency of Defecation (Acute Diarrhea) in Children Under Five Years of Age in the Antang Health Center Working Area. International Journal of Health Sciences, 2(3), 1203–1211. https://doi.org/10.59585/ijhs.v2i3.494

Budiarti, T. (2020). Efektivitas Telekonsultasi dalam Program ANC. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 8(1), 44–50. https://doi.org/10.26714/jkia.v8i1.450

Chike-Harris, K. E., Durham, C., Logan, A., Smith, G., & DuBose-Morris, R. (2020). Patient satisfaction with telehealth in rural settings: Systematic review. Rural Health Journal, 15(3), 109–115. https://doi.org/10.1097/RHJ.0000000000000199

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dewi, N. P. (2020). Asuhan Kebidanan Berbasis Teknologi. Jakarta: Salemba Medika.

Greenhalgh, T., Wherton, J., Shaw, S., & Morrison, C. (2020). Video consultations for covid-19. The BMJ, 368, m998. https://doi.org/10.1136/bmj.m998

Hasanah, R. (2021). Komunikasi Efektif dalam Pelayanan Kebidanan. Jakarta: EGC.

Hincapié, M. A., Gallego, J. C., Gempeler, A., Piñeros, J. A., Nasner, D., & Escobar, M. F. (2021). Implementation and usefulness of telemedicine during the COVID-19 pandemic: A scoping review. Journal of Primary Care & Community Health, 12, 215013272110170. https://doi.org/10.1177/21501327211017031

Kemenkes RI. (2022). Pedoman Pelayanan Kesehatan Digital. Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Kemenkes RI. (2023). Laporan Transformasi Digital Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kruse, C. S., Karem, P., Shifflett, K., Vegi, L., Ravi, K., & Brooks, M. (2017). Evaluating barriers to adopting telemedicine worldwide: A systematic review. Journal of Telemedicine and Telecare, 24(1), 4–12. https://doi.org/10.1177/1357633X16674087

Ministry of Health Indonesia. (2021). National Health Digitalization Strategy 2021–2024. Jakarta: MoH.

Mustarin, Y., Pannyiwi, R., Latif, S. A., Samila, S., & Sallo, A. K. M. (2025). Behavioral Relationship Life Clean And Healthy On Knowledge Of Hygiene Personal Students Of State Elementary School Of Gowa District, South Sulawesi. International Journal of Health Sciences, 3(1), 87–94. https://doi.org/10.59585/ijhs.v3i1.596

Malaha, N., Rusdi, M., Syafri, M., Pannyiwi, R., Sima, Y., & Rahmat, R. A. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Merokok di SMA N 1 Liang Kabupaten Banggai Kepulauan. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 11–16. https://doi.org/10.59585/bajik.v1i1.17

Nugroho, H. S. W. (2019). Metode Penelitian Kesehatan dengan SPSS. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Nursiah, A., Pannyiwi, R., Syamsinar, A., Muchsin, W., Masdarwati, M., & Ali, S. A. (2024). Incidence of Pneumonia on the Nutritional Status of Young Children in the Work Room of the Antang Public Health Center, Makassar South Sulawesi. International Journal of Health Sciences, 2(1), 454–462. https://doi.org/10.59585/ijhs.v2i1.337

Naim, H., Mahendika, D., Afifah Harahap, N., Prabu Aji, S., Batubara, A., Yunita, L., & Pannyiwi, R. (2023). The Relationship between Maternal Knowledge of Complementary Foods with the Nutritional Status of Toddlers. International Journal of Health Sciences, 1(1), 20–25. https://doi.org/10.59585/ijhs.v1i1.47

Rahmat, R. A., Pannyiwi, R., Syafri, M., & M, S. (2022). PKM Panti Asuhan Nurul Amal. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 18–20. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v1i1.10

Smith, A. C., Thomas, E., Snoswell, C. L., Haydon, H., Mehrotra, A., Clemensen, J., & Caffery, L. J. (2020). Telehealth for global emergencies: Implications for coronavirus disease 2019 (COVID-19). Journal of Telemedicine and Telecare, 26(5), 309–313. https://doi.org/10.1177/1357633X20916567

Triyana, N., Wijaya, A., & Solehudin, S. (2024). Pengaruh Asap Rokok, Pendapatan Dan Kepadatan Anggota Keluarga Terhadap Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita. JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 145–153. https://doi.org/10.59585/jimad.v1i3.305

WHO. (2020). Telemedicine: Opportunities and Developments in Member States. Geneva: World Health Organization. https://apps.who.int/iris/handle/10665/112504

Yusuf, A. M. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan Penelitian Tindakan. Jakarta: Prenada Media.

Downloads

Published

05-08-2025

How to Cite

Nur Afifah Harahap, Susanti, Fanni Astuti, Bayu Larasati Wulandari, & Rahmaniyah R. (2025). Perbandingan Penggunaan Telehealth dengan Konsultasi Tatap Muka dalam Asuhan Kebidanan. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 11075–11082. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2894

Issue

Section

Articles