Pelayaran Perahu Wairon Dan Waimansusui Di Pesisir Utara Papua ”Menelusuri Jejak Kebudayaan Maritim Tradisional Orang Biak”

Authors

  • Alberth Rumbekwan Universitas Cenderawasih
  • Y. Saneraro Wamaer Universitas Cenderawasih
  • Andreas J. Wambrauw Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2876

Keywords:

Wairon, Waimansusu, Maritim Orang Biak, Papua

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksikan kembali pengetahuan tradisional suku Biak dalam proses teknologi perahu tradisional Wairon dan Waimansusu yang menjadi sarana utama transportasi dalam pelayaran dan perdagangan Suku Biak di Pesisir Pantai Utara Papua dari Abad VIII hingga Abad XIX. Meskipun masyarakat pesisir dan kepulauan di Papua memiliki beragam jenis perahu tradisional dengan karakteristik budaya yang berbeda-beda, tidak banyak perahu tradisional yang memiliki kemampuan untuk melakukan pelayaran jauh hingga ke wilayah barat hingga Kepulauan Maluku atau bahkan ke wilayah timur. Bagi orang Biak, perahu-perahu jenis Wairon dan Waimansusu memiliki nilai artistik dan simbolis yang besar dalam sejarah kejayaan pelayaran maritim di kawasan timur Nusantara. Tujuan dari merekonstruksi teknologi perahu Wairon dan Waimansusu adalah untuk memahami serta menceritakan  proses pembuatan  perahu tradisional,  kemampuan  pelayaran,  dan kapasitas muatan dalam kegiatan perdagangan, pelayaran, dan penjelajahan di wilayah pesisir Utara Papua. Kedua jenis perahu ini saat ini semakin langka dan jarang diproduksi oleh Suku Biak sebagai bagian dari warisan budaya maritim mereka. Namun, perahu-perahu ini memiliki nilai eksotis yang besar dalam pengembangan pariwisata budaya bahari di kawasan Teluk Cenderawasih, Papua-Indonesia.

References

AP. Armold Seni Ukir Teluk Geelvink, dalam Don. A.L. Flassy (ed), Refleksi Seni Rupa Di Tanah

Papua, Penerbit. Balai Pustaka, Jayapura, 2007

Abdurahman, Dudung 2007..Metodologi Penelitian Sejarah, Yogyakarta: Penerbit Ar-Ruzz Media, Azir, Siradjuddin Michael Menufandu, et.al, 2002, Biak, Tanah Damai, (Final Draff), Dinas

Pariwisata Kabupaten Biak Numfor.

Bruyn, W.K.H. Feulletau de, 1920, Medeelinggen Encyclopaedische Bureau Aflevering XXI Schouten en Padaido Eilanden, Javasche Boekhandel & drukkerij Batavia, di Indonesiakan oleh L. Jembise, dengan judul; Kepulauan Naik Maju Supori-Byak-Numfoor-Padaido, 2004

Budjang, Anis 1963 “Orang Biak-Numfor”, dalam, “Penduduk Irian Barat”, Koentjaraningrat dan

Harja W. Bacthiar, Penerbit Universitas.

Gelpke, Frits Sollewijn, 2001,, Biak Pada Awal Abad Jet, dalam, Pim Schoorl, Belanda di Irian Jaya, Amtenar dimasa penuh bergejolak 1945-1962, Penerbit, Garba Budaya dan KILTV Press

Haddon, A.C and James Hornell, 1975 (reprint) Canoes of Oceania, Bishop Museum Press, Honolulu, Hawai'i. © Bishop Museum Press, Use of any part of this publication for any purpose must be acknowledged.

Kamma, F.Ch. 1972; De Mesiaanse Koreri – Bewegingen In Het Biaks-Noemfoorse Cultuurgebied, di

Indonesiakan oleh Kaleb Mnubepiom, dengan judul: “Gerakan Messianis di Daerah

Berbudaya Biak-Numfor, The hague-martinus Nijhoffm.

, 1981. “Dit Wonderlijke Werk” Ajaib Di Mata Kita, Masalah komunikasi antara Timur dan Barat, Dilihat Dari Sudut Pandang Pengalaman Selama Seabad Pekabaran Injil di Irian Jaya, BPK. Gunung Mulia, Jakarta, Jilid 1.

Lapian, A.B. “Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16-17, Penerbit Kobam, 2008.

Orang Laut, Bajak Laut, Raja Laut, Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX,

Komunitas Bambu, Jakarta,

Mampioper, A. 2007, Lukisan dinding batu Gua di Tanah Papua, Dalam, Don. A.L. Flassy, Penerbit. Balai Pustaka, Jayapura,

Mansoben, Johszua R. 1994, “Ritus K‟bor, dalam masyarakat Biak-Numfor di Teluk Cenderawasih”.

Dalam Koentjaraningrat, Dkk, Irian Jaya: Membangun Masyarakat Majemuk Penerbit: Djambatan, Jakarta.

Niven Ian J. Mc and Garrick Hitchcock, 2015; Goemulgaw Lagal: Natural and Cultural Histories of

the Island of Mabuyag, Torres Strait. Memoirs of the Queensland Museum | Culture

Volume 8, Part 1, Published By Order Of The Board.

Pranoto Suhartono W. 2010, Teori dan Metodologi Sejarah,(Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu,

Sinaga, Rosmaida 2013. Masa Kekuasaan Belanda di Papua, 1898-1962, Penerbit Komunitas

Bambu, Jakarta,

Sukendar,Haris 1998/1999, Pustaka Wisata Budaya, Perahu Tradisional Nusantara, (Tinjauan melalui bentuk dan fungsi), Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta.

Yambeyabdi Ester, 2010. Diktat Metode Penelitian Sejarah Pendidikan Sejarah”, FKIP-Uncen

Jayapura, Rumbekwan, Albert 2014, (Tesis), Pelayaran Orang Biak di Teluk Cenderawasih Abad IX, Jurusan

Ilmu Sejarah, FIB-Universitas Indonesia https://tabloidjubi.com/artikel-21531-perahu-wairon- dan...Gubernur Provinsi Oro ikut dalam perahu

Wairon - Jubi/IST, di Unduh Agustus 2021

Wawancara, Bapak Denis Koibur, 47th, Budayawan Biak, Jayapura, 9-10 Agustus 2021

Downloads

Published

04-05-2025

How to Cite

Rumbekwan, A. ., Wamaer, Y. S. ., & Wambrauw, A. J. . (2025). Pelayaran Perahu Wairon Dan Waimansusui Di Pesisir Utara Papua ”Menelusuri Jejak Kebudayaan Maritim Tradisional Orang Biak”. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 17739–17747. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2876

Issue

Section

Articles