Faktor-Faktor Penghambat Partisipasi Masyarakat Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa Di Desa Olilan Kecamatan Walea Kepulauan Kabupaten Tojo Una-Una
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2825Keywords:
Partisipasi Masyarakat, Musrenbangdes, Pembangunan Desa, Perencanaan Partisipatif, Desa OlilanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat partisipasi masyarakat dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Desa Olilan, Kecamatan Walea Kepulauan, Kabupaten Tojo Una-Una
Pendekatan dan metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam Musrenbangdes disebabkan oleh tiga faktor utama, yaitu: kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keterlibatan dalam perencanaan pembangunan, minimnya sosialisasi dari pemerintah desa, serta rendahnya pemahaman warga terhadap substansi dan mekanisme Musrenbangdes. Selain itu, faktor sosial dan budaya lokal, serta dominasi elit dalam forum musyawarah turut memperkuat ketimpangan partisipasi.
Kesimpulannya Temuan ini mengindikasikan bahwa proses Musrenbangdes belum berjalan secara partisipatif dan inklusif, sehingga diperlukan strategi perbaikan melalui peningkatan literasi masyarakat, perbaikan pola komunikasi, serta pelibatan aktif seluruh lapisan warga desa. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis partisipasi dan demokrasi lokal.
References
Aini, R. (2020). Implementasi Program Desa Wisata Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Di Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik (Doctoral dissertation). Universitas 17 Agustus 1945 .
Anandhyta, Annisya Rakha, & Rilus A. Kinseng. (2020). Hubungan Tingkat Partisipasi Dengan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Dalam Pengembangan Wisata Pesisir. Jurnal Nasional Pariwisata 12, 2, 68–81.
isbandi, & rukminto adi. (2015). intervensi komunitas pengembangan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. rajagrafindo Persada.
Ismail, M. R., Rachman, E., & Thalib, T. (2023). Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Dalam Meningkatkan Pembangunan Di Desa Pulubala Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(4), 9791–9798.
Mamuaja, R., Palit, M., & Hariyanto, A. (2021). Pembangunan Infrastruktur Desa dan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Pembangunan Daerah, 15(1), 30–45.
Nani, N. S., Gobel, L. V, & Thalib, T. (2023). Leadership of the Village Head in the Implementation of Duties and Functions of Ulobua Village Officials, Tibawa District, Gorontalo Regency. Formosa Journal of Science and Technology, 2(1).
soetomo. (2016). Strategi-Strategi Pembangunan Masyarakat. pustaka pelajar.
Sudamanto, E. (2020). Konsep Dasar Pengabdian Masyarakat Pembangunan Dan Pemberdayaan. In A. karim & J. Simamarta (Eds.), 1 (1st ed., Vol. 1, pp. 1–8). Yayasan Kita Menulis.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Theresia, A. (2014). Pembangunan berbasis masyarakat : acuan bagi praktisi, akademisi, dan pemerhati pengembangan masyarakat. Alfabeta.
Zubaedi. (2013). Pengembangan Masyarakat : Wacana dan Praktik (1st ed., Vol. 1). Kencana Prenada Media Grup.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sarni Sarni, Tety Thalib , Agus Pariono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







