Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Donor Darah Di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banjar

Authors

  • Mailisa Irhamna Program Studi D3 Teknologi Bank Darah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo Banjarbaru
  • Sigit Yudistira Program Studi D3 Teknologi Bank Darah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo Banjarbaru
  • Muhammad Irfan Program Studi D3 Teknologi Bank Darah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo Banjarbaru
  • Thoriq Ahmad Huwaidi Program Studi D3 Teknologi Bank Darah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Husada Borneo Banjarbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2760

Keywords:

pengetahuan, sikap, motivasi, dukungan keluarga, tenaga kesehatan

Abstract

Kebutuhan darah semakin meningkat di dunia ini dimana 1 pasien dari 7 pasien yang masuk rumah sakit memerlukan transfusi darah. Ketidakseimbangan antara penyediaan darah dan kebutuhan darah semakin meningkat di dunia. Saat ini hanya di 62 negara, persediaan darah 100% berasal donor darah sukarela dan 40 negara lagi masih tergantung pada donor dari keluarga dan donor darah yang dibayar. Metode Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study yaitu mencari penjelasan atau menguji pengaruh antar variabel yang terumus pada hipotesis penelitian yang bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku donor di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banjar. Hasil Ada pengaruh pengetahuan terhadap perilaku donor darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupater Banjar; Ada pengaruh sikap terhadap perilaku donor darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banjar; Ada pengaruh motivasi terhadap perilaku donor darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banjar; Ada pengaruh dukungan keluarga terhadap perilaku donor darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banjar; Ada pengaruh dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku donor darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banjar. Bagi peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini dengan mengamati variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, antara lain: sarana dan prasarana, aksesbilitas, dan keterpaparan informasi.

References

Ahmed, N., and Senthil, K.R., 2013. A guide to organizing a voluntary blood donation camp. International Journal of Blood Transfusion and Immunohematology (IJBTI). 3:12-17.

American Cancer Society, 2013. Blood Transfusion and Donation. http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/002989-pdf.pdf

Astuti, W.D., and Laksono, A.D., 2013. Keamanan DARAH DI INDONESIA “Potret Keamanan Transfusi Darah di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan.”

Azwar S. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka. Pelajar; 2013

Bhalodia J, Patel K, Oza H, et al. Psychosocial Variables of Highly Motivated Voluntary Blood Donors at Blood Bank of a Medical College. National Journal of Medical Research. 2012; 2(1):39-41.

Creswell, J. W. Research Design Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif dan Mixed Cetakan Ke 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2012.

Depkes RI. 2009. Donor Darah, Hidup Sehat Sambil Beramal. Jakarta. www.health.detik.com

Djamarah. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta; 2011

Grossman B, Watkins AR, Fleming F, et al,. Barriers and Motivators to Blood and Cord Blood Donations in Young African-American Women. American Journal of Hematology. 2005;78:198-202.

Hapsari NYD. Hubungan antara Self-Esteem dengan Intensi Perilaku Prososial Donor Darah pada Donor di Unit Donor Darah PMI Surabaya. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial Vol. 1 No. 3; 2012. 137.

Haroen, H., 2009. Darah Dan Komponen: Komposisi, Indikasi Dan Cara Pemberian. Dalam: Sudoyo, A.W., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata, K.M., Setiati, S., Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed 5. Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam FK UI. Jakarta; 2009: 1190-119.

Hartini WM. Faktor yang Berhubungan dengan Intensi Pendonor Darah Sukarela di Unit Donor Darah Pmi Kota Yogyakarta. S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat UGM; 2014.

Holdershaw J, Gendall P, Wright M. Factor Influencing Blood Donation Behaviour. Australasian Marketing Journal. 2003; 3564-3570.

Hossain GM, Anisuzzaaman M, Begun A. Knowledge and Attitude Towards Voluntari Blood Donation Among Dhaka University Students in Bangladesh. East African Medical Journal. 2007;74(9):549-553.

HTA Indonesia. 2003. Bab V Skrining. DalamTransfusi Komponen Darah: Indikasi dan Skrining. 27-30.

Leo NP. Hubungan antara Pengetahuan dan Nilai Kepercayaan Pendonor dengan Partisipasi Donor Darah di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2012. Jurnal MKM Vol. 06 No. 02.

Masser BM, White KM, Hyde MK, et al,. Predicting Blood Donation Intentions and Behavior Among Australian Blood Donors: Testing an Extended Theory of Planned Behavior Model. Transfusion 2009; 49 (2):320-329 138.

Muhammad I. Pemanfaatan SPSS dalam Bidang Kesehatan. Bandung: Ciptapustaka; 2017.

Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2016.

Palang Merah Indonedia. MI Pusat, 2009. Kumpulan Peraturan perundang-Undangan Bidang Kesehatan/Transfusi Darah dan Surat Keputusan Pengurus PMI tentang Transfusi Darah. Jakarta.

Peraturan Pemerintah RI Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Pelayanan Darah Julia, S. & Soemantri. (2010). Transfusi Darah yang Rasional Seri I: Palang Merah Indonesia. Penerbit Pelita Insani, Semarang.

Robinson,N,. Masser,B,. Katherine, M,. Mellisa K, & Terry, D. (2008). Predicting intentions to donate blood among nondonors in Australia: an extended theory of planned behavior. Transfution volume 48, December 2008 doi: 10.1111/j.1537 2995.2008.01904.x, Australia.

Sabu KM, Remya A, Binu VS, et al. Knowledge, Attitude and Practice on Blood Donation among Health Science Students in a University Campus, South India. Online Journal of Health and Allied Sciences. 2011;10(2):6.

Salaudeen AG, E. Odeh. Knowledge, Motivation, and Behavior Towards Blood Donation in Nigeria. Nigeria: Nigerian Journal of Clinical Practice; 2011;14(3):303 307.

Setiadi. (2013). Konsep & proses keperawatan keluarga. Yogyakarta: Graha ilmu.

Shenga N, Pal R, Sengupta S. Behaviour Disparities Toward Blood Donation in Sikkim, India. Asian Journal Transfusion Science. 2008; 2:56-60

Suci KH. Perilaku Donor Darah Mahasiswa Ilmu Kesehatan Universitas Hasanuddin. Jurnal Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin; 2012.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta

Suryati I. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepuasan Keluarga Resipien pada Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia(UDD PMI) Kota Makassar. Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin; 2013.

Susanto, Dwi Heri. (2012). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Donor Darah Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Skripsi. Ponorogo: Fakultas Kesehatan, Universitas Muhammdiyah Ponorogo.

Syarifudin, (2011). Reaksi Tubuh Setelah Dilakukan Donor Darah : Universitas Sumatera Utara. Diakses tanggal 23 Oktober 2015 13. Azwar, Saifuddin. 2013. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

The American National Red Cross. Lifesaving Blood. http://www.redcross.org/what we-do/blood-donation; 2016. Diakses 30 Mei 2025.

World Health Organization (WHO). Donor Selection: Guidelines on Assessing Donor Suitability for Blood Donation; 2012.

Downloads

Published

31-07-2025

How to Cite

Irhamna, M., Yudistira, S., Irfan, M., & Huwaidi, T. A. . (2025). Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Donor Darah Di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banjar. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 16732–16741. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2760

Issue

Section

Articles