Pengaruh Variasi Temperatur terhadap Kualitas Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Metode Transesterifikasi sebagai Pengganti Bahan Bakar Mesin Diesel
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2701Keywords:
biodiesel, minyak jelantah, ransesterifikasi, temperatur, emisi asapAbstract
Penelitian ini membahas pengaruh variasi temperatur terhadap kualitas biodiesel yang diproduksi dari minyak jelantah melalui metode transesterifikasi. Minyak jelantah dipilih sebagai bahan baku karena ketersediaannya yang melimpah serta potensinya sebagai energi alternatif ramah lingkungan. Proses transesterifikasi dilakukan pada tiga variasi suhu, yaitu 55°C, 60°C, dan 65°C, untuk mengetahui bagaimana perubahan suhu memengaruhi karakteristik biodiesel yang dihasilkan. Parameter kualitas yang dianalisis meliputi bilangan asam, densitas, dan viskositas. Selain itu, dilakukan juga uji emisi asap dengan menggunakan biodiesel terbaik pada mesin diesel dengan putaran konstan 2000 RPM dan beban 1000–4000 watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas biodiesel. Suhu optimum memberikan hasil dengan bilangan asam yang rendah, viskositas dan densitas yang sesuai dengan standar SNI 04-7182-2015, serta emisi asap yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar solar. Dengan demikian, pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel dapat menjadi solusi dalam pengelolaan limbah rumah tangga serta sebagai alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan energi terbarukan dan mendukung strategi pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
References
Astam, A., Nurliana, L., & Kadidae, O. (2019). Hydrogen. Jurnal Kependidikan Kimia Sintesis Metil Ester Nitrat Dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum Inophyllum L.), 7(2).
Djayasinga, R., Fitriany, K., Yuniza, F., & Amien, A. Z. (2021). Pelatihan Pembuatan Biodiesel Berbahan Baku Minyak Jelantah Kepada Komunitas Pengguna Teknologi Tepat Guna. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN, 2(2), 109–118. https://doi.org/10.23960/jpkmt.v2i2.36
Encinar, J. M., González, J. F., & Rodríguez-Reinares, A. (2007). Ethanolysis of used frying oil. Biodiesel preparation and characterization. Fuel Processing Technology, 88(5), 513–522. https://doi.org/10.1016/j.fuproc.2007.01.002
Gerpen, J. Van. (2005). Biodiesel processing and production. Fuel Processing Technology, 86(10), 1097–1107. https://doi.org/10.1016/j.fuproc.2004.11.005
Handayani, K., Kanedi, M., Farisi, S., & Setiawan, W. A. (2021). Pembuatan Sabun Cuci Dari Minyak Jelantah Sebagai Upaya Mengurangi Limbah Rumah Tangga. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN, 2(1), 55–62. https://doi.org/10.23960/jpkmt.v2i1.25
Knothe, G., Gerpen, J., Van, & Krahl, J. (2005). The Biodiesel Handbook.
Krisnangkura, K., Yimsuwan, T., & Pairintra, R. (2006). An empirical approach in predicting biodiesel viscosity at various temperatures. Fuel, 85(1), 107–113. https://doi.org/10.1016/j.fuel.2005.05.010
Lapuerta, M., Armas, O., & Rodriguezfernandez, J. (2008). Effect of biodiesel fuels on diesel engine emissions. Progress in Energy and Combustion Science, 34(2), 198–223. https://doi.org/10.1016/j.pecs.2007.07.001
Meher, L., Vidyasagar, D., & Naik, S. (2006). Technical aspects of biodiesel production by transesterification—a review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 10(3), 248–268. https://doi.org/10.1016/j.rser.2004.09.002
Monde, J., Fransiskus, H., Lutfi, M., & Kumalasari, I. (2022). Pengaruh Suhu pada Proses Tranesterifikasi terhadap Kualitas Biodiesel dari Minyak Jelantah. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(1).
MT, H., Solihudin, S., Ernawati, E., & Pramana, S. (2019). Limbah Cair Industri Minyak Goreng Sawit sebagai Bahan Baku Pembuatan Biodiesel. EduChemia (Jurnal Kimia Dan Pendidikan), 4(1), 34. https://doi.org/10.30870/educhemia.v4i1.5030
Nuraeni, N., Yun, Y. F., & Agustini, D. M. (2019). Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah Menggunakan Adsorben Karbon Aktif dan Pembuatan Triasetin dengan Katalis Asam Nitrat. Jurnal Kartika Kimia, 2(1). https://doi.org/10.26874/jkk.v2i1.26
Prihanto, A., & Irawan, T. A. B. (2017). Pengaruh Temperatur, Konsentrasi Katalis Dan Rasio Molar Metanol-Minyak Terhadap Yield Biodisel Dari Minyak Goreng Bekas Melalui Proses Netralisasi-Transesterifikasi. Metana, 13(1), 30–36.
Setiyo, M., Yuvenda, D., & Samuel, O. D. (2021). The Concise latest report on the advantages and disadvantages of pure biodiesel (B100) on engine performance: Literature review and bibliometric analysis. Indonesian Journal of Science and Technology, 6(3), 469-490.
Suleman, N., Abas, & Paputungan, M. (2019). Esterifikasi dan Transesterifikasi Stearin Sawit untuk Pembuatan Biodiesel. Jurnal Teknik, 17(1), 66–77. https://doi.org/10.37031/jt.v17i1.54
Sulistianingsih, & Wahyuningtyas, D. (2019). Optimasi Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah Dengan Katalisator Kalsium Oksida (Cao) Dengan Proses Metanolisis. Jurnal Inovasi Proses, 4(2).
Yuvenda, D., Sudarmanta, B., Wahjudi, A., & Da Silva, J. (2019, August). Characterization of engine performance, combustion process and emission of diesel/CNG dual fuel engines with pilot injection timing variation at low load. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 588, No. 1, p. 012005). IOP Publishing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







