Peran E-Skills Pada Pustakawan Milenial dalam Upaya Mendukung Literasi Kesehatan
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2599Keywords:
e-skill, milenial, pustakawanAbstract
Tujuan penelitian. Muncul stigma bahwa adanya sebuah kesenjangan antara pengguna akses internet, serta mereka yang kurang ahli dalam menghadapi seluk beluk mengakses teknologi. Merupakan sebuah konsep kesenjangan digital dimana di titik tersebut bukan lagi fenomena sosial baru, meskipun ada fokus pada teknologi yang relatif lebih modern. Inilah mengapa diperkirakan hal tersebut akan terjadi, melihat semakin bertambah cakupan sebagai penggunaan internet terus menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Tetapi inilah yang mempengaruhi lembaga seperti perpustakaan sebagai evolusi sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Seiring dengan meningkatnya pendidikan tinggi yang terlibat dalam pembelajaran berbasis internet, sdm perpustakaan perlu menjaga, mempertahankan dan bahkan meningkatkan kegiatan digital literacy melalui e-skill yang dimiliki. Perpustakaan yang aware akan hal tersebut sudah tentu akan melakukan re-generasi. Dengan adanya pustakawan milenial yang menyadari bahwa user saat ini merupakan generasi z dan alfa yang erat hubungannya dengan teknologi terutama dalam mendapatkan informasi seputar kesehatan. Hal ini menjadi penting karena banyak informasi kesehatan yang berkembang dan kontemporer sehingga kemudahan dan ketepatan informasi menjadi bagian penting dalam literasi kesehatan bagi user. Sehingga dalam penelitian ini akan digali bagaimanakah kompetensi pustakawan milenial dalam menerapkan e-skill untuk merubah perpustakaan menjadi lebih dekat dan menguasai teknologi pada industry 4.0.
Metode. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan analisis deskriptif untuk mengetahui gambaran e-skill pustakawan dalam mendukung user mendapatkan informasi literasi kesehatan yang relevan sesuai kebutuhannya.
Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa pustakawan milenial 90% memerlukan dukungan dalam menambah e-skill mereka untuk meendukung kemudahan user dalam mendapatkan literasi kesehatan yang mudah dan akurat.
Kesimpulan. Pustakawan milenial lebih mudah dalam menggunakan teknologi dan memiliki e-skill yang baik dalam mendukng kemudahan user mendapatkan literasi kesehatan
References
Adirati, M., & Krismayani, I. (2019). Peran Creative Thinking Skill Pustakawan Dalam Implementasi Program Gerakan Literasi Sekolah (Gls) Di Smp Negeri 1 Gabus. Jurnal Ilmu Perpustakaan; Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/23216
Ariani, N. I. (2020). Soft Skill Pustakawan Untuk Meningkatkan Layanan Perpustakaan Di Perpustakaan Unit Ii Universitas Muhammadiyah Semarang. Journal of Documentation and Information Science, 4(2), 147–156. https://doi.org/10.33505/jodis.v4i2.198
Ashiq, M., Saleem, Q. U. A., & Asim, M. (2021). The Perception of Library and Information Science (LIS) Professionals about Research Data Management Services in University Libraries of Pakistan. Libri, 71(3), 239–249. https://doi.org/10.1515/libri-2020-0098
Bedha, E. A. (2022). Skill pustakawan dalam mengakses koleksi elektronik di Perpustakaan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya”. https://erepository.uwks.ac.id/11603/
Combes, B. (2021). Techno Savvy and All-knowing or Techno-oriented?: Information-seeking Behaviour and the Net Generation? IASL Annual Conference Proceedings. https://doi.org/10.29173/iasl7929
Ferrari, R. (2015). Writing narrative style literature reviews. Medical Writing, 24(4), 230–235. https://doi.org/10.1179/2047480615Z.000000000329
Hickner, A., Wright, D., Merlo, L., Gordon-Elliott, J. S., & Delgado, D. (2021). Redesigning Library Orientation for First-Year Medical Students During the Pandemic. Journal of the Medical Library Association, 109(3), 497–502. https://doi.org/10.5195/jmla.2021.1190
Izuagbe, R., Ibrahim, N., Lilofa, O., Olawoyin, O., Nwokeoma, N., Promise, I., & Osayande, O. (2019). Effect of perceived ease of use on librarians’ e-skills: Basis for library technology acceptance intention. Library & Information Science Research, 100969. https://doi.org/10.1016/j.lisr.2019.100969
Kominfo. (2020). Kementerian Komunikasi dan Informatika. https://kominfo.go.id/content/detail/26060/terjadi-pergeseran-penggunaan-internet-selama-masa-pandemi/0/berita_satker
Masyhur, F. (2014). Kinerja Website Resmi Pemerintah Provinsi di Indonesia Official Website Performance Local Government in Indonesia. Jurnal Pekommas, 17(1), 9–14.
Ogunsola, L., & Library, H. (2011). The Next Step in Librarianship: Is The Traditional Library Dead? 2011.
Paidjo, Y., & Yulianti, N. (2014). Menuju Perustakaan Digital. Media Informasi, XXIII, 43.
Schwieger, D., & Ladwig, C. (2018). Reaching and Retaining the Next Generation: Adapting to the Expectations of Gen Z in the Classroom. Information Systems & Computing Academic Professioals, 16(3), 45–54.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Tahir, H. M. (2018). Pengaruh Komunikasi Organisasi dan Efektivitas Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Dosen Tetap Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan [Universitas Muslim Makasar]. http://forschungsunion.de/pdf/industrie_4_0_umsetzungsempfehlungen.pdf%0Ahttps://www.dfki.de/fileadmin/user_upload/import/9744_171012-KI-Gipfelpapier-online.pdf%0Ahttps://www.bitkom.org/ sites/default/files/ pdf/Presse/Anhaenge-an-PIs/ 2018/180607 -Bitkom
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lasenta Adriyana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







