Praktik Poligami di Kalangan Kader Wahdah Islamiyah Ternate, Maluku Utara Perspektif Sosiologi Islam dan Hukum Islam
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.258Keywords:
Praktik Perkawinan, Poligami Ilegal, Wahdah Islamiyah, Kaderisasi, Kantor Urusan AgamaAbstract
Penelitian ini dilandasi oleh fenomena praktik poligami yang terjadi di kalangan kader Wahdah Islamiyah Ternate, Maluku Utara. Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakangi keputusan para kader untuk berpoligami dan kesiapan sebagian istri untuk dipoligami, serta untuk menganalisis bentuk relasi yang terjalin antara suami dan istri dalam keluarga poligami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, serta studi pustaka terhadap dokumen-dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam praktik pernikahan poligami di kalangan kader Wahdah Islamiyah Ternate, agama digunakan sebagai wacana dominan yang memberikan legitimasi terhadap praktik tersebut. Namun, dalam perspektif sosiologi Islam dan hukum Islam, praktik ini memperlihatkan adanya relasi kuasa yang timpang dalam struktur rumah tangga. Akumulasi berbagai bentuk modal seperti modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik menentukan posisi dan peran masing-masing pihak dalam keluarga. Suami, yang memiliki dominasi modal, cenderung menentukan nilai-nilai yang dijalankan dalam rumah tangga, termasuk dalam praktik poligami itu sendiri. Bentuk dominasi ini seringkali tidak disadari oleh istri dan bekerja secara halus, yang oleh Pierre Bourdieu disebut sebagai kekerasan simbolik. Temuan ini memperlihatkan bahwa praktik poligami tidak semata-mata dipengaruhi oleh doktrin agama, tetapi juga dipengaruhi oleh struktur sosial dan relasi kuasa yang dibentuk oleh dinamika modal dalam masyarakat, sehingga perlu ditinjau secara kritis dalam perspektif sosiologi Islam dan hukum Islam.
References
Abbas, Irwan, dan Darmawijaya. “Sejarah Gerakan Wahdah Islamiyah Di Maluku Utara.” Etnohistori: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan 9, no. 1 (2022): 7–20.
Abbas, Ria Renita. “Institusi Keluarga dan Poligami (Studi Kasus Keluarga Poligami yang Berpoligini di Kota Makassar).” Socius: Jurnal Sosiologi 54 (Januari–April 2014): 67–90.
Abdurrahman, U. “Penafsiran Muhammad ‘Abduh terhadap Alquran Surat Al-Nisâ’ Ayat 3 dan 129 tentang Poligami.” Al-’Adalah 14, no. 1 (2017): 25.
Abubakar, Fatum, Euis Nurlaelawati, dan Ahmad Bunyan Wahib. “Interpreting bulugh: Enhancement of women’s rights through management of marriage within Salafi community in Wirokerten, Yogyakarta.” Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies 12, no. 1 (2022): 139–63.
Abubakar, Fatum, Mazroatus Saadah, dan Ulin Na’mah. “The Transformation of the Dilemma of Role Exchange in the Household: Analyzed Gender in Family Resilience Discourse in National Law and Islamic Law.” Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah 21, no. 1 (2023): 1.
Alwi, Baso Mufti. “Poligami Dalam Islam.” Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah 11, no. 1 (2013): 1–10.
Andaryuni, Lilik. “Poligami dalam Hukum Keluarga di Dunia Islam.” Sipakalebbi 1, no. 1 (2013): 99.
Coronas, Ahmad Abdullah, Abu Sanmas, Nirwan Umasugi, Harwis Harwis, dan Fatum Abubakar. “Praktik Poligami Tanpa Izin Di Bacan Timur Halmahera Selatan.” Indonesian Journal of Shariah and Justice 3, no. 1 (2023): 49–71.
Dhuha, Syamsud. “Tafsir Asas Monogami dalam Surah an-Nisa’ Ayat 3 dan 129.” Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS) 3, no. 1 (2021): 101–115.
Halim, Muh Suwandi Halim. “Kaidah Amr dan Nahy dalam Al-Qur’an.” Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies 3, no. 1 (2024): 61–89.
Ilmu, Jurnal, dan Penyunting Ahli. “Al-Risalah.” Al-Risalah 13, no. 1 (2013).
Khoirul Abror. “Poligami dan Relevansinya dengan Keharmonisan Rumah Tangga (Studi di Kelurahan Rajabasa Bandar Lampung).” Al-’Adalah 13, no. 2 (2016): 227–238.
Kholis, Nur, Jumaiyah Jumaiyah, dan Wahidullah Wahidullah. “Poligami dan Ketidakadilan Gender dalam Undang-Undang Perkawinan di Indonesia.” Al-Ahkam 27, no. 2 (2017): 195. https://doi.org/10.21580/ahkam.2017.27.2.1971.
Muhammad Solikhudin, Ashima Faidati. “Poligami Dalam Pemikiran Kh Husein Muhammad Perspektif Sosiologi Hukum.” AHKAM Volume 12, no. 1 Juli 2024 (2024): 1–36.
Muhibbuthabry, Muhibbuthabry. “Poligami dan Sanksinya Menurut Perundang-undangan Negara-negara Modern.” AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah 16, no. 1 (2016): 9–20. https://doi.org/10.15408/ajis.v16i1.2891.
Mustika, Ika Tri. “Sensitivitas Gender Hakim terhadap Izin Poligami dalam Penetapan Pengadilan Agama di DKI Jakarta.” Tesis, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2022. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/65576.
Muzakki, Ahmad. “SOSIOLOGI GENDER: Poligami Perspektif Hukum Islam.” LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan 10, no. 2 (2016): 353–72. https://doi.org/10.35316/lisanalhal.v10i2.128.
Pradikta, Hervin Yoki, Hasanuddin Muhammad, dan Musda Asmara. “Poligami di Malaysia dan Indonesia serta Relevansinya dengan Pemenuhan Hak Gender.” Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam 5, no. 2 (2020): 213–228. .
Reza Fitra Ardhian, Satrio Anugrah, dan Setyawan Bima. “Poligami dalam Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia serta Urgensi Pemberian Izin Poligami di Pengadilan Agama.” Privat Law 3, no. 2 (2015): 100–107.
Riadi, Edi. Dinamika Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam Bidang Perdata Islam. 2011. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/7044.
Rifki, M. Mualimur, Moh Murtadho, dan Khoirun Astifak. “Keadilan dalam Poligami Perspektif Madzhab Syafi’i.” Hikmatina: Jurnal Ilmiah Hukum Keluarga Islam 1, no. 23 (2019): 86–92.
Sahrul, Rudi. “Larangan Perkawinan Bulan Muharram Masyarakat Bahu Halmahera Selatan.” Hikmatina 4, no. 1 (2024): 109–140.
Shidqan, Muhammad. “Poligami Menurut QS. An-Nisa Ayat 3 dan 129.” Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 1 (2023): 89–100. https://doi.org/10.47766/jeulame.v2i1.1508.
Suharno, dan Ana Retnoningsih. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang: Widya Karya, 2002.
Sukron, Mokhamad. “Tafsir Wahbah Al-Z Uhaili Analisis Pendekatan, Metodologi, Dan Corak Tafsir Al-Munir Terhadap Ayat Poligami.” TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan 2, no. 1 (2018): 261–74. https://doi.org/10.52266/tadjid.v2i1.100.
Sukron, Mokhamad. “Tafsir Wahbah Al-Zuhaili: Analisis Pendekatan, Metodologi, dan Corak Tafsir Al-Munir terhadap Ayat Poligami.” Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan 2, no. 1 (2018): 261–274. https://doi.org/10.52266/tadjid.v2i1.100.
Wusqo, Urwatul, dan Farida Asy’ari. “Adil dalam Perspektif Ulama Klasik dan Kontemporer (Studi Analisis Adil dalam Poligami).” Tadarus Tarbawy: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan 5, no. 1 (2023): 49–60. https://doi.org/10.31000/jkip.v5i1.8822.
Yusdika, Salsabila Haura. “Analisis Prespektif Hukum terhadap Permohonan Pengesahan Nikah Poligami Sirri.” Hakim: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial 2, no. 2 (2024): 24–34.
Zulyadain. “Poligami; antara Tuntunan Syara’ dan Problem Sosial (Studi Kasus dalam Rumah Tangga di Kota Palopo).” Tasamuh 11, no. 2 (2019): 281–302.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rafli Umar, Fatum Abubakar, Abdul Haris Abbas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







