Peran Dan Wewenang Syahbandar Dalam Penegakan Standar Kelaiklautan Kapal Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 66 Tahun 2024 Tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran: Efektivitas Pengawasan Dan Penindakan

Authors

  • Gunawan Widjaja Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Wagiman Wagiman Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Wibowo Laksono Widodo Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2547

Keywords:

Harbourmaster, Ship Seaworthines, Law Number 66 of 2024

Abstract

This study discusses the role and authority of the Harbourmaster (Syahbandar) in enforcing ship seaworthiness standards based on Law Number 66 of 2024 concerning the Third Amendment to Law Number 17 of 2008 on Shipping. This research employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The results indicate that the Harbourmaster holds a strategic function as a port official with full authority to ensure that ships meet technical, administrative, and operational requirements before departure. The effectiveness of supervision is reflected in the implementation of strict seaworthiness inspection procedures and the issuance of Sailing Approval Letters (Surat Persetujuan Berlayar or SPB) only for seaworthy ships. Furthermore, the Harbourmaster’s enforcement mechanism against violations of ship seaworthiness is carried out administratively and involves law enforcement agencies for serious violations. According to Soerjono Soekanto’s theory of law enforcement, the Harbourmaster’s supervision falls under the preventive stage to avert violations, while enforcement constitutes the repressive stage as an effort to create a deterrent effect and ensure legal compliance in the shipping sector.

References

Perundang-undangan

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Perhubungan terkait kelaiklautan kapal dan kewenangan Syahbandar.

Buku

Pramono, B. (2021). Penegakan Hukum Di Perairan Indonesia. SCOPINDO MEDIA PUSTAKA.

Prasetyo, A., Handini, A. L., Saputri, D., Anjani, D. R., Restuaji, H. B., Palupi, A. M. W. S., Kusumastuti, N., Sari, R. A., Setiyawan, W. N., & Damayanti, Y. D. (2022). Penegakan Hukum di Indonesia. Unisri Press.

Artikel Jurnal

Adilang, W., & Palapa, A. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi Keselamatan Pelayaran: Peran Syabandar, Kabijakan dan Alat Navigasi. Journal of Engineering and Technology Management, 2(1), 211–214.

Huda, M. N., & Utomo, H. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Syahbandar Ketapang Terhadap Tenggelamnya Kapal Motor Penumpang ( KMP ) Yunicee Di Perairan Selat Bali ( Studi Putusan Nomor 474 / Pid . B / 2021 / PN Byw ). Pubmedia Social Sciences and Humanities, 2(1), 1–13.

Hutapea, B. R., Bethlen, A., & Nainggolan, R. M. (2025). Kedudukan dan Pertanggung Jawaban Hukum dalam Penggunaan Kecerdasaan Buatan (Artifical Inteligence) dalam Pembuatan Karya Ilmiah pada Perguruan Tinggi di Indonesia. Jurnal Sosial Teknologi, 5(6), 1862–1879. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i6.32167

Ilmi, P. R., & Aristora, I. (2024). Tanggung Jawab Syahbandar Dalam Penyampaian Informasi Pelayaran Kapal Dan Standar Berlabuh Tongkang Sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008. Jurnal Jurist Argumentum, 2(1), 17–31.

Lestari, B. F. K., Megayati, D., & Erlina, D. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Keselamatan Pelayaran Kapal Penumpang Dan Sertifikat Kapal Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran (Studi Di Wilayah Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Lembar). Ganec Swara, 18(1), 281. https://doi.org/10.35327/gara.v18i1.759

Mulyajaya, Y. (2025). Kajian Hukum Pengangkutan (Studi Perizinan Berlayar Kapal Wisata). Hukum dan Keadilan, 12(1), 11. https://doi.org/10.21143/jhp.vol21.no1.393

Ridwan, L. R., Tahir, M., & Yusuf, N. Y. (2024). Penegakan Hukum Pidana Berlayar Tanpa Izin Dan Surat Persetujuan Dari Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan Kendari (Suatu Studi Di Kantor Syahbandar Kota Kendari). Sultra Law Review, 05(2), 2777–2790.

Saragih, V., Sihite, M. L. A., & Lase, D. (2024). Peranan Syahbandar Dalam Pengawasan Keselamatan Sarana Angkutan Laut Di Pelabuhan Sibolga. Samudra, 2(2).

Sindy. (2024). Kewenangan Syahbandar Dalam Pengawasan Kelaiklautan Kapal Pelayaran-Rakyat Di Pelabuhan Muara Angke Dalam Keselamatan Penumpang. BELEID: Journal Of Administrative Law And Public Policy, 2(2), 208. https://doi.org/10.51825/beleid.v2i2.25323

Siregar, Y. M. P., Pieris, J., & Widiarty, W. S. (2025). Analisis Yuridis Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar oleh Syahbandar Perikanan Berdasarkan Undang Undang Nomor 66 Tahun 2024 Tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran. Jurnal Sosial Teknologi, 5(5), 1338–1353. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i5.32128

Downloads

Published

09-08-2025

How to Cite

Widjaja, G., Wagiman, W., & Widodo, W. L. . (2025). Peran Dan Wewenang Syahbandar Dalam Penegakan Standar Kelaiklautan Kapal Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 66 Tahun 2024 Tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran: Efektivitas Pengawasan Dan Penindakan. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 18512–18520. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2547

Issue

Section

Articles