Taktik Bauran Pemasaran The Room 19 sebagai Bisnis Jasa Informasi dan Perpustakaan Berbasis Profit-oriented

Authors

  • Rafi Helmi Rabani Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Padjadjaran https://orcid.org/0009-0008-0920-2377
  • Prijana Prijana Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Padjadjaran
  • Asep Saeful Rohman Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2498

Keywords:

library café, bauran pemasaran, perpustakaan independen, bisnis perpustakaan, third place

Abstract

Library café merupakan bentuk inovasi perpustakaan konvensional yang menggabungkan konsep kafe dengan perpustakaan. Dengan suasana yang nyaman dan santai, library café berpotensi untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Sebagai third place, library café berfungsi sebagai tempat pelarian antara rumah dan tempat kerja yang mendorong aktivitas literasi dan aktualisasi diri pengunjung melalui interaksi informal. Promosi library café tidak harus selalu dilakukan secara langsung, tetapi juga bisa melalui perasaan pengunjung yang membuat mereka betah dan ingin datang kembali. Berdasarkan wawancara prapenelitian dengan Co-founder The Room 19, saat ini mereka sudah memiliki 1.500 koleksi buku, memiliki menu makanan unik bernama Matilda yang terinspirasi dari buku karya Roald Dahl, dan kurasi tema bulanan melalui pemberdayaan koleksi buku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis taktik bauran pemasaran The Room 19 dalam memastikan keberlanjutan bisnis jasa informasi dan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumentasi kegiatan promosi The Room 19. Hasil menunjukkan bahwa The Room 19 menerapkan taktik bauran pemasaran 4P yaitu product, price, place, dan promotion. Pada aspek product, The Room 19 ingin menonjolkan produk serta layanan informasi dan perpustakaan mereka, seperti halnya penempatan buku pada rak dan klasifikasi koleksi yang dibuat sendiri. Pada aspek price, mereka menetapkan harga terhadap layanan dan produk mereka semata-mata mendapatkan pendapatan sebagai perpustakaan independen. Pada aspek place, The Room 19 dibuat dengan nyaman dan mudah diakses meskipun hanya memiliki satu ruangan. Adapun pada aspek promotion, The Room 19 unggul dan aktif dalam melakukan promosi melalui media sosial Instagram untuk menciptakan branding perpustakaan yang relevan serta klaborasi dengan berbagai pihak. Dapat disimpulkan bahwa selain menjadi taktik keberlanjutan bisnis, pauran pemasaran 4P diterapkan The Room 19 dalam mendukung visi mereka untuk mengaktifkan ekosistem literasi Kota Bandung.

References

Aliwijaya, A. (2023). Perkembangan Library Cafe dalam Mendorong Produktivitas Pemustaka di Indonesia: Studi Literatur. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan Dan Kearsipan, 11(2), 30–36. https://doi.org/10.24036/jiipk.v11i2.125847

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (1st ed.). Jejak Publisher.

Apdillah, D., Zebua, R. B., Idham, M., & Anhar, I. (2022). Teknologi Digital di Dalam Kehidupan Masyarakat. JURNAL SELODANG MAYANG, 8(2). https://doi.org/https://doi.org/10.47521/selodangmayang.v8i2.247

Apriyanti, A., Erwina, W., & Perdana, F. (2025). Strategi Manajemen Perencanaan dan Pengorganisasian The Room 19. Literatify: Trends in Library Developments, 6(1), 102–121. https://doi.org/10.24252/literat

Astuti, F. K., & Wahyuni, H. S. (2024). The Role of Café Room 19 Library in Improving Visitors’ Reading Culture in Bandung City. Edulib, 14(2), 172–181. https://doi.org/10.17509/edulib.v14i2.73106

Azzahra, M., Abdurahman, A. I., & Alamsyah, A. (2023). Fenomena Ngopi di Coffee Shop Pada Gen Z. Social Science Academic, 1(2), 493–506. https://doi.org/10.37680/ssa.v1i2.3991

Bachtiar, F., & Widjaja, R. R. (2023). Persandingan Penelitian Studi Kasus terkait PerubahanThird Placedi Era Digital. MINTAKAT: Jurnal Arsitektur, 24(2), 32–43. https://doi.org/https://doi.org/10.26905/jam.v24i2.9324

Bingham, A. J. (2023). From Data Management to Actionable Findings: A Five-Phase Process of Qualitative Data Analysis. International Journal of Qualitative Methods, 22. https://doi.org/10.1177/16094069231183620

Brivio, F., Viganò, A., Paterna, A., Palena, N., & Greco, A. (2023). Narrative Review and Analysis of the Use of “Lifestyle” in Health Psychology. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(5), 1–18. https://doi.org/10.3390/ijerph20054427

De Sáez, E. E. (2007). Marketing Concepts for Libraries and Information Services (2nd ed.). Facet Publishing.

Firdaus, S., & Fuad, A. H. (2021). Coworking space: Second place, third place, or both? IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 673(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/673/1/012045

Kotler, P., & Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing (17th ed.). Pearson.

Marsela, T., Sukaesih, S., & Rohman, A. S. (2024). Upaya Promosi Perpustakaan Melalui Instagram @bacaditebet. Al-Ma Mun Jurnal Kajian Kepustakawanan Dan Informasi, 5(1), 33–42. https://doi.org/10.24090/jkki.v5i1.10841

Moran, B., Morner, C. J., & Stueart, R. D. (2018). Library and Information Center Management (Ninth Edition). Libraries Unlimited.

Morimoto, Y., Koga, Y., Kenzaka, T., & Son, D. (2023). Social Prescribing Initiative at Community Library and Its Impact on Residents and the Community: A Qualitative Study. Journal of Primary Care and Community Health, 14, 1. https://doi.org/10.1177/21501319231181877

Nugroho, F. R., Rizal, K., Hanani, H. H., & Samtani, H. (2022). Generation Z Users Perceptions of “Today’s” Libraries Baca di Tebet. International Journal of Advanced Digital Library and Information Science, 2(1). https://amcs-press.com/index.php/ijadlis/article/view/293

Nurfitria, A., & Laksmi. (2021). Dampak Kemiskinan Informasi Masyarakat dalam Transaksi Berbelanja Online. Al Maktabah, 6(2), 141–152. https://doi.org/10.1108/EL

Rohanah, A., & Agustina, S. (2018). Promosi Berbasis Emotional Branding pada Perpustakaan Kineruku. Edulib, 8(2), 135–155. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/edulib.v8i2.13552

Vivek, R., Nanthagopan, Y., & Piriyatharshan, S. (2023). Beyond Methods: Theoretical Underpinnings of Triangulation in Qualitative and Multi-Method Studies”. SEEU Review, 18(2), 105–122. https://doi.org/10.2478/seeur-2023-0088

Yin, R. K. (2015). Studi Kasus: Desain & Metode (14th ed.). RajaGrafindo Persada.

Zaini. (2024). Masyarakat Informasi dan Society 5.0 serta Efektifitas Artificial Intelligence (AI) pada Masyarakat. Tarètan: Journal of Library Information System, 1(1), 28–43. https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/taretan/article/view/14882

Downloads

Published

28-07-2025

How to Cite

Rabani, R. H., Prijana, P., & Rohman, A. S. (2025). Taktik Bauran Pemasaran The Room 19 sebagai Bisnis Jasa Informasi dan Perpustakaan Berbasis Profit-oriented. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 16065–16079. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2498

Issue

Section

Articles