Makna Fatöfatö Mböwö (Takaran Mahar) Dalam Pernikahan Sebagai Kearifan Lokal Budaya di Desa Hilifalagö Kecamatan Onolalu

Authors

  • Kalvintinus Ndruru Univeristas Nias Raya
  • Helnanirma Susanti Fau Univeristas Nias Raya
  • Merdina Ziraluo Univeristas Nias Raya
  • Agustinus Duha Univeristas Nias Raya
  • Anita Zagoto Univeristas Nias Raya

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2413

Keywords:

Fatӧfatӧ Mbӧwӧ; Pernikahan; Kearifan Lokal; Budaya

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan generasi muda Desa Hilifalagӧ terhadap makna fatӧfatӧ mBӧwӧ (takaran mahar) dalam adat pernikahan, akibat pengaruh perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna dan penerapan fatӧfatӧ mBӧwӧ sebagai bentuk kearifan lokal budaya masyarakat Desa Hilifalagӧ, Kecamatan Onolalu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan langsung oleh peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatӧfatӧ mBӧwӧ memiliki makna mendalam pada setiap elemen yang terlibat dalam pemberian mahar adat, seperti soboto/sazono (orang tua perempuan), tagusӧgana’a (kakek nenek dari pihak ibu), bӧrӧta danӧ, sifelejara/sibaya, siӧno, sitӧlu, tahӧ dambali, balӧ fulitӧ/figa fakhe, fondra’udamo, dan ono sia’a yang semuanya mencerminkan penghormatan terhadap struktur kekerabatan dan nilai budaya. Penelitian ini merekomendasikan agar generasi muda terus melestarikan tradisi ini agar tidak punah. Selain itu, guru diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai budaya ini ke dalam pembelajaran, dan peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas kajian mengenai fatӧfatӧ mBӧwӧ agar lebih bermanfaat di masa mendatang.

References

Chaer, Abdul. 2009.Pengantar Semantik Bahasa Indonesia: Jakarta: Rineka Cipta.

Koentjaranigrat. 2000.Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Kurshartanti, Untung Yuwono & Multamia RMT Lauder. 2009.Peranan Bahasa, Lingkungan Awal Memahami Linguistik Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Pateda, Mansoer. 2001. Semantik Leksikal. Jakarta:PT Rineka Cipta.

Setiada, Kama A Hakam & Ridwan, Effendi. 2007. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.

Sudaryat, Yayat. 2009.Makna Dalam Wacana: Prinsip-Prinsip Semantik dan Pragmatik Bandung: CV. Yrama Widya.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Bisnis(Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sujarweni, Wiratna. 2014. MetodologiPenelitian.Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Sukardi. 2003. Metode Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktiknya. Yogyakarta: PP Bumi Askara

Zalukhu, Sukawati. 2012. Seni Budaya Nias. Telukdalam: Yayasan Gema Budaya Nias.

Zendrato, Samudra Kurniaman. 2014, Kebudayaan dan Pariwisata Nias. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Bago, Bambua. 2025. Makna Fatöfatö Böwö (takaran mahar) Dalam Pernikahan. Hilifalago, Wawancara.

Bago, Martinus. 2025. Makna Fatöfatö Böwö(takaran mahar) Dalam Pernikahan. Hilifalago, Wawancara.

Bago, Paulinus. 2025. Makna Fatöfatö Böwö (takaran mahar) Dalam Pernikahan. Hilifalago, Wawancara

Downloads

Published

29-07-2025

How to Cite

Kalvintinus Ndruru, Helnanirma Susanti Fau, Merdina Ziraluo, Agustinus Duha, & Anita Zagoto. (2025). Makna Fatöfatö Mböwö (Takaran Mahar) Dalam Pernikahan Sebagai Kearifan Lokal Budaya di Desa Hilifalagö Kecamatan Onolalu. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 5(2), 10862–10870. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2413

Issue

Section

Articles