Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Teks Prosedur (Manual) Peserta Didik Kelas XI IPS SMA Negeri 4 Tapung
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v2i3.24Keywords:
Model pembelajaran, Hasil Belajar, Discovery LearningAbstract
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas.. Pada proses mengajar hendaknya guru lebih kreatif dalam memilih metode atau strategi pembelajaran yang sesuai dengan keadaan serta kondisi lingkungan di mana dia mengajar. Pemilihan dan penentuan metode/model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan diharapkan akan memudahkan siswa dalam memahami materi tersebut. Dalam hal ini penulis mengambil model pembelajaran discovery learning. Model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) adalah memahami konsep, arti, hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan.Tujuan penelitian adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 4 Tapung materi teks prosedur melalui model Discovery Learning. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan menggunakan 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPS yang berjumlah 36 orang pada materi teks prosedur semester ganjil 2021/2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes.Hasil belajar yang diperoleh pada siklus I adalah 27,77% dan siklus II 67%. Kesimpulan hasil penelitian bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi teks prosedur.
References
Agus Suprijono. 2010. Cooperatif learning. Yogyakarta: Pustaka. Anita Lie. (2010). Cooperative Learning.Jakarta: Grasindo.
BSNP. 2006. Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar danMenengah. Jakarta: BSNP.
Dahar. 1989. Teori-teori Belajar. Bandung: IKIP Bandung.
Depdiknas. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Depdiknas. Hamdani.2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Hamalik. (2008). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
IGAK Wardani, dkk. 2007. Peneletian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka. Iskandar. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:GP Pres
Kunandar. 2009. ImplementasiKurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.
Miftahul Huda. 2011. Cooperative Learning Metode,Teknik, Struktur dan Model Penerapan.
Yogyakarta: Pustaka pelajaar.
Mulyasa. 2005. Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Nasution. 2009. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Sudjana. (2009). Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Permendiknas. 2007. Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar danMenengah. Jakarta: BSNP.
Purwanto. 2004. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Remaja. Sagala. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Bumi Aksara.
Slavin, R. E. (2005).Cooperative Learning : Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media (terjemahan oleh Narulita Yusron).
Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2010. Strategi belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Rian Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





