Faktor-Faktor Penghambat Penjualan Pedagang Kuliner Di Pantai Lalape Kecamatan Popayato Kabupaten Pohuwato
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2176Keywords:
Pantai Lalape, Pedagang Kuliner, Faktor Penghambat, Modal, Fasilitas, Keterampilan UsahaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat penjualan pedagang kuliner di Pantai Lalape, Desa Trikora, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato. Pantai Lalape merupakan salah satu kawasan wisata lokal yang berkembang secara mandiri dan menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian masyarakat melalui aktivitas usaha kuliner. Meski memiliki potensi wisata yang menjanjikan, para pedagang mengalami berbagai hambatan yang berdampak langsung pada stabilitas dan pertumbuhan usaha mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam terhadap sembilan informan yang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, pedagang, dan pembeli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang menghambat penjualan pedagang, yaitu keterbatasan modal, kurangnya fasilitas penunjang, dan rendahnya kemampuan dalam mengelola usaha. Modal usaha sebagian besar bersumber dari dana pribadi, tanpa dukungan pembiayaan dari pemerintah desa maupun lembaga keuangan formal. Di sisi lain, fasilitas umum seperti toilet, air bersih, tempat sampah, serta infrastruktur tempat jualan tidak tersedia secara memadai dan kurang terawat. Selain itu, sebagian besar pedagang tidak memiliki keterampilan manajerial yang memadai seperti pencatatan keuangan, perencanaan stok, dan strategi promosi. Ketiga faktor tersebut berinteraksi dan secara langsung mempengaruhi kelangsungan usaha para pedagang kuliner di kawasan wisata ini. Oleh karena itu, dibutuhkan intervensi berbasis komunitas yang melibatkan pemerintah desa dalam menyediakan akses modal, peningkatan fasilitas dasar, serta pelatihan kewirausahaan agar potensi ekonomi lokal dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan.
References
Afifa, P. N. A., & Nugroho, M. S. (2022). Peran Masyarakat dalam Menarik Minat Kunjungan Wisatawan: Studi di Kampung Adat Prailiu Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Pariwisata Nusantara (JUWITA), 1(1), 1–12.
Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Daga, R., Maddatuang, B., & Wahyuni, R. (2020). Faktor–Faktor Penghambat Penggunaan E-Commerce pada Usaha Mikro Kecil di Kota Makassar. YUME: Journal of Management, 3(3), 115–127.
Handayani, A. D. (2023). Digitalisasi umkm: peningkatan kapasitas melalui program literasi digital. Jurnal Signal, 11(1), 104–119.
Hartatik, H., Rukmana, A. Y., Efitra, E., Mukhlis, I. R., Aksenta, A., Ratnaningrum, L. P. R. A., & Efdison, Z. (2023). TREN TECHNOPRENEURSHIP: Strategi & Inovasi Pengembangan Bisnis Kekinian dengan Teknologi Digital. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Hasan, M. N., Abdillah, F. S., Rahmawati, N., & Husnah, R. (2022). Strategi Pengembangan Pariwisata Halal Melalui Warung Titipan (Wartip) Untuk Mendukung Desa Paciran Sebagai Sentra UMKM di Kabupaten Lamongan. Jurnal Praja Lamongan, 5(1).
Kadin Indonesia. (2023). UMKM Indonesia. Kadin.Id. https://kadin.id/data-dan-statistik/umkm-indonesia/
Kep KUKM. (2021). Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Mikro dan Kecil.
Mardatilla, M. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penjualan pada PT. Mitra Keluarga Sehat. Administraus, 2(3), 161–186.
Pemerintah Gorontalo. (2016). Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.
Pemerintah Indonesia. (2008). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 93 Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Primasari, D., & Khoirunisa, R. (2024). PENGAMATAN SOSIAL-EKONOMI UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI CANDI PRAMBANAN. Universitas Negeri Jakarta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta.
Sumarni, I. (2020). Optimalisasi laba menggunakan analisis cost volume profit (pada UMKM gula habang taratau di Kecamatan Jaro Kabupaten Tabalong). PubBis: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi Publik Dan Administrasi Bisnis, 4(1), 73–81.
Trulline, P. (2021). Pemasaran produk UMKM melalui media sosial dan e-commerce. Jurnal Manajemen Komunikasi, 5(2), 259.
Utama, I. G. B. R. (2023). PARIWISATA NUSANTARA Ketahanan dan Keberlanjutan dalam Pendekatan Green Tourism. Pariwisata Nusantara, 103.
Wahyudi, W., Mukrodi, M., Sugiarti, E., Marayasa, I. N., & Mawardi, S. (2022). Mengenal pemasaran digital dan market place: Solusi meningkatkan penjualan di masa pandemi covid-19. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 2(1), 44–53.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aisafira Nurul Fitra Husain, Lisda Van Gobel , Olgha S Nusu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







