Memaafkan Diri di Tengah Kritik Diri: Studi Fenomenologis pada Korban Pola Asuh Keras
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2127Keywords:
Pemaafan Diri, Kritik Diri, Harsh Parenting, Kesejahteraan Emosional, Psikologi KlinisAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan Dinamika Pemaafan Diri dalam menghadapi kritik diri pada individu dengan pengalaman Harsh Parenting. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode fenomenologi kualitatif yang digunakan dalam menggali pengalaman subjektif partisipan yang mengalami Harsh Parenting dan Kritik Diri. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan cara melakukan wawancara in-depth interview, dengan jenis pertanyaan open ended question dan didukung dengan observasi pada subjek penelitian. Teknik pemilihan sample pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak tiga orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan pengalaman Harsh Parenting dan kritik diri dapat menyadari bahwa tindakan mempertahankan kritik diri akan memperburuk kondisi; hal ini memunculkan kebutuhan untuk berdamai dengan pengalaman masa lalu. Pengalaman Harsh Parenting ditandai dengan hadirnya kekerasan verbal maupun fisik, serta minimnya afeksi dan validasi emosi, telah meninggalkan luka psikologis yang tertanam sejak masa kanak-kanak. Pemaafan diri muncul bukan sebagai bentuk kelonggaran moral atas kesalahan, tetapi sebagai respons psikologis untuk mengatasi ketegangan batin akibat kritik diri yang menetap. Proses pemaafan diri teridentifikasi melalui tahapan: uncovering,decision, work, and deepening. Tahapan ini menunjukkan bahwa perubahan tidak terjadi secara instan karena membutuhkan waktu dan usaha dalam mengembangkan rasa welas asih dalam diri. Penelitian ini menyarankan agar praktisi psikologi dan konselor dapat memberi ruang aman yang tidak menghakimi pada individu dengan pengalaman harsh parenting guna mereka dapat mengeksplorasi emosi-emosi dasar seperti rasa marah, kecewa, malu atau perasaan bersalah mendalam. Selain itu, diperlukan pula metode longitudinal untuk melihat proses perubahan pemaafan diri dalam jangka panjang.
References
Berthelon, M., Contreras, D., Kruger, D., & Palma, M. I. (2019). Harsh Parenting during Early Childhood and Child Development. Economics & Human Biology, (), 100831–. doi:10.1016/j.ehb.2019.100831 .
Enright, R. D. (1996). Counseling within the forgiveness triad: On forgiving, receiving forgiveness, and self-forgiveness. Counseling and Values, 40(2), 107-126.
Halamová, J. K. (2018). The factor structure of the Forms of Self-criticising/Attacking & self-reassuring Scale in thirteen distinct populations. Journal of Psychopathology and Behavioral Assessment, 40, 736–751. https://doi.org/10.1007/.
Hall, J. H., & Fincham, F. D. (2005). Self–forgiveness: The stepchild of forgiveness research. Journal of Social and Clinical Psychology, 24(5), 621–637. https://doi.org/10.1521/jscp.2005.24.5.621
Hurlock, E. B. (1996). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan). Jakarta: Erlangga.
Jacinto, G. A. (2011). Therapeutic Stages of Forgiveness and Self-Forgiveness. Journal of Human Behavior in the Social Environment,, 21:423–437. DOI: 10.1080/15433714.2011.531215.
Webb, J. B.-W. (2017). A consensus definition ofself-forgiveness: Implications for assessment and treat-ment. Spirituality in Clinical Practice, 4, doi.org/10.1037/scp0000138, 216-227.
Woodyatt, L. W. (2017). Handbook of the Psychology of Self-forgiveness. Gewerbestrasse 11, 6330 Cham, Switzerland: Springer International Publishing AG .
Xavier, A., Pinto Gouveia, J., & Cunha, M. (2016). Non-suicidal Self-Injury in Adolescence: The Role of Shame, Self-Criticism and Fear of Self-Compassion. Child Youth Care Forum, 571-586 DOI 10.1007/s10566-016-9346-1.
Zhao, J. &. (2023). Harsh parenting and suicide ideation among Chinese adolescents: the roles of self-esteem and school social support. Zhao and Wang BMC Psychiatry, 23:609 https://doi.org/10.1186/s12888-023-05108-w.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Natalia Sitinjak, Hasnida Hasnida, Rahma Fauzia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







