Formulasi Dan Uji Mutu Fisik Sediaan Salep Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Sebagai Antibakteri Staphylococcus Aureus
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2107Abstract
Infeksi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling umum ditemui. Infeksi disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk kedalam tubuh seperti bakteri Staphylococcus aureus. Pengobatan infeksi dapat dilakukan dengan menggunakan antibiotik, namun penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resisten. Maka diperlukan alternatif pengobatan dengan menggunakan bahan alami seperti daun salam (Syzygium polyanthum) yang dibuat dalam sediaan salep. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan salep ekstrak daun salam tehadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji mutu fisik dari ketiga formulasi menunjukkan bahwa pada uji organoleptis, uji daya lekat, uji daya sebar, uji daya proteksi dan uji pH sudah memenuhi standar sediaan salep, tetapi pada uji homogenitas didapatkan hasil bahwa ketiga formulasi tidak homogen. Hasil penelitian aktivitas antibakteri pada sediaan salep ekstrak daun salam konsentrasi 30% sebesar 3,30 mm yang diketegorikan lemah, konsentrasi 45% sebesar 4,10 mm yang dikategorikan lemah dan konsentrasi 60% sebesar 4,95 mm juga dikategorikan lemah. Hasil uji statistik yaitu Kruskall-Wallis didapatkan nilai sig.<0,05 yang berarti terdapat perbedaan antara kelompok uji. Uji lanjutan dilakukan dengan menggunakan uji Dunn’s test dan didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kontrol negatif dengan kontrol positif dan formulasi 3, sedangkan kontrol positif berbeda nyata dengan formulasi 3. Ketiga formulasi sediaan salep ekstrak daun salam mempunyai mutu fisik yang memenuhi standar sediaan salep dan mempunyai potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
References
Annissha, A.W., Kusumaningtyas, S.A., & Bangkit, R.P. (2023). Uji Efektivitas Sediaan Salep Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos Caudatus Kunth) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Kelinci Jantan New Zealand White. Jurnal Medika Nusantara, 1(4), 337–353.
Arinata, K. T., Sudira, W., & Agung. (2025). Evaluasi Salep Simplisia Daun Kembang Sepatu yang Memiliki Potensi Terhadap Pertumbuhan Rambut. 10(2), 122–132.
Asfahani, F., Halimatussakdiah, & Amna, U. (2022). Analisis Fitokimia Ekstrak Daun Sirsak ( Annona muricata Linn .) dari Kota Langsa. Quimica: Jurnal Kimia Sains Dan Terapan, 4(2), 18–22.
Bawotong, R. A., De Queljoe, E., & Mpila, D. A. (2020). Uji Efektivitas Salep Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus). Pharmacon, 9(2), 284.
Biji, D. A. N., Serta, P., & Terhadap, G. (2020). p-ISSN: 2502-647X; e-ISSN: 2503-1902. 5(2), 298–308.
Gustiana, S., Mustariani, B. A. A., & Suryani, N. (2022). Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Seledri (Apium graveolens L.) dan Kelor (Moringa oleifera L). Jurnal Kimia & Pendidikan Kimia, 4(1), 95–107.
Hasanah, N., & Novian, D. R. (2020). Daya Hambat Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Propionibacterium acnes). Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 9(1), 46.
Hidayati, & Bahar, Y. (2018). Efek Daun Kemangi (Ocimum Basilicum L .) terhadap Bakteri Staphylococcus Epidermidis. Sainteks, 15(1), 56.
Kawarnidi, T., Septiarini, A. D., & Wardani, T. S. (2022). Formulasi Dan Evaluasi Salep Ekstrak Daun Ketepeg Cina ( Cassia alata L .) Dengan Basis Vaselin Album Dan Cera Alba Terhadap Jamur Candida albicans. Jurnal Farmasi Dan Kesehatan Indonesia, II, 1–11.
Maimunah, S., Pratama, H. A., & Mayasari, U. (2020). Antibacterial Activity Assay From Sintrong Leaf Crassocephalum crepidiodies Against Staphylococcus aureus Bacteria. Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus, 6(1), 103–111.
Martiningsih, S. H., et al. (2023). Uji skrining fitokimia pada ekstrak etanol 96% dan ekstrak air daun salam (Syzygium polyantum (Wight) Walp.). Seminar Nasional Prodi Farmasi UNIPMA (SNAPFARMA), 2023, 154–161.
Mentor, K. P. (2018). sambiloto, ceplukan, daun salam (anti diabetes).
Nurbani Fatmalia, E. S. D. (2018). Uji Efektivitas Rebusan Daun Suruhan (Peperomia Pellucida) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. 8–15.
Pertiwi, F. D., Rezaldi, F., & Puspitasari, R. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 7(2), 57–68.
Pipit M., et.al. (2020). Pewarnaan Gram Isolat Bakteri Dari Limbah Biomedis Cair Rumah Sakit Unhas Dengan Metode Ziehl Neelsen. Journal GEEJ, 7(2), 70–75.
Rahmadan, A. P., Rosmiati, M., Farmasi, P. S., & Piksiganesha, P. (2024). Uji hedonik terhadap sediaan salep generik berkhasiat antibakteri. 9–14.
Ramadani, A., et al. (2023). Analisis cemaran bakteri Staphylococcus aureus pada daging ayam krispy pinggir jalan dan fast food di daerah Teladan kota Medan. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(3), 1265–1272.
Ramadhani, A., & Saadah, S. (2020). Efek Antibakteri Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia, 7(2), 203–214.
Rawung, F. T., et al. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Krisan Chrysanthemum morifolium Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. 3(2), 8–16.
Depkes RI. (2017). Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Pills and the Public Purse, 97–103.
Rinaldi, Dewi Safrida, Y., & Fauziah. (2022). Studi Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Singkong (Manihot utillissima). Jurnal Sains Dan Kesehatan Darussalam, 2(1), 28–34.
Safitri. (2022). Program studi farmasi program sarjana falkutas ilmu kesehatan universitas muhammadiyah gombong 2022.
Sari, R., Apridamayanti, P., & Pratiwi, L. (2022). Efektivitas SNEDDS Kombinasi Fraksi Etil Asetat Daun Cengkodok (Melasthoma malabathricum)-Antibiotik terhadap Bakteri Hasil Isolat dari Pasien Ulkus Diabetik. Pharmaceutical Journal of Indonesia, 7(2), 105–114.
Wulandari, V. (2023). Uji Daya Hambat Perasan Kulit Buah Pisang Kepok Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylocooccus aureus Penyebab Infeksi Kulit. Nucl. Phys., 13(1), 104–116.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Riza Dwiningrum, Vicko Suswidiantro, Wina Safutri, Rolinia Dina Marsela

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







