Pendekatan Psikologi Indigeneous Terhadap Motivasi Guru SD Di Yogyakarta

Authors

  • Syarifah Hanim Universitas Mercu Buana Yogyakarta
  • Hastangka Hastangka Universitas Mercu Buana Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2098

Keywords:

Guru, Indigenous, Motivasi, Psikologi, Yogyakarta

Abstract

Pendekatan psikologi konvensional yang bersumber dari paradigma Barat seringkali tidak mampu menjelaskan secara holistik faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi guru dalam konteks budaya Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik-praktik psikologi indigenous yang berperan dalam membentuk motivasi guru sekolah dasar di Yogyakarta dan mengidentifikasi nilai-nilai indigenous sebagai sumber motivasi dan perilaku kerja pada guru Jawa. Metode dalam penulisan ini menekankan refleksi yang terkait langsung dengan konteks atau situasi nyata yang dialami penulis. Penulis mengaitkan pengalaman atau peristiwa yang terjadi dengan lingkungan profesional yang relevan. Dengan pendekatan fenomenologi interpretatif, penulis melibatkan 12 guru sekolah dasar melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan pendekatan induktif. Hasil tulisan ini mengidentifikasi lima praktik utama psikologi indigenous (slametan, ngalap berkah, temu kangen, tri dharma, dan primbon Jawa) serta delapan nilai indigenous (ikhlas, digugu lan ditiru, gotong royong, ngudi kawruh, tut wuri handayani, tepa slira, panggilan jiwa, dan berkah) yang menjadi sumber motivasi guru. Penelitian membuktikan motivasi guru Indonesia bersifat multidimensional dengan karakteristik spiritual, kolektif, dan temporal yang berbeda dari teori motivasi universal. Diperlukan rekonceptualisasi teori motivasi guru yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai komponen fundamental dalam pengembangan profesional guru di Indonesia.

References

Arianti. (2023). Peranan Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(6), 1304–1309. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i6.284

Bawono, Y., Wibowo, W. P., Daulay, N., & Anugerah, M. M. G. (2014). Psikologi Indigenous.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2022). Qualitative Inquiry & Research Design. SAGE Publications Inc.

Dilanov, R. T., & Andri, Z. (2024). Persepsi Siswa Sma Perempuan Terhadap Punishment Yang Diberikan Oleh Guru Di Sekolah: Studi Indigenous Psychology. CAUSALITA : Journal Of Psychology, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.62260/causalita.v2i1.117

Firdaussy, U. F., Ningsih, S., & Asrawijaya, E. (2024). Basic education for indigenous peoples in Indonesia: Limiting children’s cultural alienation and loss of identity. Issues in Educational Research, 34(3), 995–1015.

Hutagalung, F., Moordiningsih, M., Kim, U., Aluede, O., & Tsuda, A. (2023). International Conference of Psychology: International Conference on Indigenous Treatment and Contemporary Psychology (ICoP 2022). Atlantis Press SARL. https://books.google.co.id/books?id=TwfHEAAAQBAJ

Mohhar, R. (2022). Perbedaan Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Pada Saat Pandemi Covid-19 Dan Sebelum Pandemi Covid-19 (Studi Pada Guru Kelas Sdn Se Kecamatan Binuang). Kindai, 18(2), 259–286. https://doi.org/10.35972/kindai.v18i2.804

Muhammad Rasyid Maulana, & Zakwan Adri. (2024). Studi Indigenous: Punishment Dalam Pandangan Siswa Kelas X Dan Xi Sma. In Trend : International Journal of Trends in Global Psychological Science and Education, 1(2), 15–22. https://doi.org/10.62260/intrend.v1i2.110

Purbasari, Y. A., Hendriani, W. H., & Yoenanto, N. H. (2022). Perkembangan Implementasi Pendidikan Inklusi. Jurnal Pendidikan (Teori Dan Praktik), 7(1), 50–58. https://doi.org/10.26740/jp.v7n1.p50-58

Putra, M. A., & Adri, Z. (2023). Persepsi Siswa SMA Laki-Laki Terhadap Punishment Yang Diberikan Oleh Guru Di Sekolah : Studi Indigenous Psychology. Tahun, 1(2), 116. https://jurnal.causalita.com/index.php/cs

Setiono, K. (2002). Pengembangan psikologi indigenous di Indonesia: Tantangan dan peluang. Indigenous.

Siska Hendri Yetti, & Adri, Z. (2024). Membandingkan Pemahaman Terhadap “Punishment” Pada Relasi Guru Dan Siswa Berdasarkan Jurusan Di Kota Bukittinggi: Studi Indigenous Psychology. CAUSALITA : Journal of Psychology, 1(4), 73–80. https://doi.org/10.62260/causalita.v2i1.80

Sridevi, H., & Salito. (2025). Strategi Guru Madrasah Ibtidaiyah Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di Era Digital. 1(3), 49–60.

Suprihatin, S. (2019). Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa. G-Couns: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 3(1), 73–82. https://doi.org/10.31316/g.couns.v3i1.89

Downloads

Published

30-07-2025

How to Cite

Hanim, S., & Hastangka, H. (2025). Pendekatan Psikologi Indigeneous Terhadap Motivasi Guru SD Di Yogyakarta. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 20300–20307. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.2098

Issue

Section

Articles