Pembelajaran Kontekstual Melalui Drama Dalam Menanamkan Nilai Demokrasi Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar

Authors

  • Akbar Maulana Al Maarij Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Arfan Tri Prahamadya Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Rio Renaldi Universitas Swadaya Gunung Jati
  • Auliya Aenul Hayati Universitas Swadaya Gunung Jati

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1991

Keywords:

pembelajaran kontekstual, drama, pendidikan dasar, nilai kewarganegaraan

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas pembelajaran kontekstual melalui drama dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang dilakukan melalui observasi dan penyebaran angket berbasis Living Values Education di SDN Jabangbayi. Kegiatan pembelajaran berupa simulasi pemilihan ketua kelas memungkinkan siswa merasakan langsung proses demokrasi seperti kampanye, debat, dan pemungutan suara. Siswa secara aktif mengambil peran sebagai calon, pemilih, dan panitia pemilihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap prinsip-prinsip demokrasi seperti saling menghormati, kerja sama, dan pengambilan keputusan yang adil. Kegiatan ini juga mendorong perkembangan emosional dan sosial, termasuk empati dan sportivitas. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan dan keterlibatan siswa yang tinggi. Meskipun waktu latihan terbatas, siswa tetap menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan. Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila karena mendorong nilai-nilai persatuan, partisipasi, dan keberagaman. Drama terbukti menjadi strategi yang efektif dan menarik dalam pendidikan karakter pada pembelajaran kewarganegaraan

References

Bukoting, S. (2023). Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan untuk mengembangkan karakter siswa sekolah dasar. EDUCATOR: Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik Dan Kependidikan, 3(2), 70-82.

Yessi V., Dinie Anggraeni D., (2022). Penerapan Nilai Demokrasi di Kelas Sekolah Dasar Sebagai Bentuk Bagian Dari Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

Mufiqur Rahman, (2018). Demokrasi dalam Filsafat Pendidikan Barat dan Islam (Kajian tentang Nilai-Nilai Demokrasi dan Implementasinya dalam Konteks Pendidikan Indonesia).

Darmawan & Syahrin, (2024). Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Kegiatan Pemilihan Ketua OSIS sebagai Upaya Menanamkan Nilai Demokrasi di Sekolah.

Purnawanto, A. T. (2022). Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Jurnal Pedagogy, 15(2), 76-87.

Primantiko, R., Iswan, I., & Rahayu, D. (2024). Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Pembentukan Karakter Siswa pada Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Jurnal Papeda: Jurnal Publikasi Pendidikan Dasar, 6(2), 266-273.

Al Asadullah, S., & Nurhalin, N. (2021). Peran Pendidikan Karakter dalam Membentuk Kemampuan Berfikir Kritis Generasi Muda Indonesia. Kaisa: Jurnal pendidikan dan pembelajaran, 1(1), 12-24.

Magdalena, I., Haq, A. S., & Ramdhan, F. (2020). Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar negri bojong 3 pinang.

Sunaryati, T., Fuadah, G., Ramadhani, A. O., Andriani, E., Wulandari, I., & Nuraeni, C. (2025). Pengaruh pendidikan kewarganegaraan terhadap pembentukan perilaku sosial siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 6(1).

Saifullah, S. (2022). Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Pembelajaran Kontekstual Questioning Pada Siswa Kelas V Sdn Maniang Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru. Cendekia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 10(1), 44-52. , 4(1), 244-254.

Sastradinata, B. L. N. (2023). Transformasi mindset dalam membangun kemampuan berpikir kritis melalui metode pembelajaran aktif. Deepublish.

Hayati, A. A., Pratiwi D. S., & Praja, E. S. (2019). Analisis kebutuhan perancangan aktivitas pembelajaran berdasarkan pada dimensi sikap moral bagi siswa sekolah dasar. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(1), 59–68.

Solihin, T., & Rukmana, D. (2021). Implementasi nilai persatuan dan kesatuan bangsa dengan model pembelajaran role playing di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(4), 2244–2252.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Mus, L. (2021). Pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah untuk membangun semangat persatuan. El-Tarikh: Jurnal Sejarah dan Peradaban Islam, 9(1), 37–50.

Diani, I., Fajriah, R. R., & Suryana, I. (2020). Peran PKM orang tua dalam pembentukan karakter anak berbasis nilai persatuan. Setia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 32–40.

Magdalena, I., Haq, A. S., & Ramdhan, F. (2020). Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar negri bojong 3 pinang.

Al Asadullah, S., & Nurhalin, N. (2021). Peran Pendidikan Karakter dalam Membentuk Kemampuan Berfikir Kritis Generasi Muda Indonesia. Kaisa: Jurnal pendidikan dan pembelajaran, 1(1), 12-24.

Sastradinata, B. L. N. (2023). Transformasi mindset dalam membangun kemampuan berpikir kritis melalui metode pembelajaran aktif. Deepublish.

Saifullah, S. (2022). Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Pembelajaran Kontekstual Questioning Pada Siswa Kelas V Sdn Maniang Kecamatan Pulau Laut Tengah Kabupaten Kotabaru. Cendekia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 10(1), 44-52.

Downloads

Published

22-08-2025

How to Cite

Maarij, A. M. A. ., Prahamadya, A. T. ., Renaldi, R. ., & Hayati, A. A. . (2025). Pembelajaran Kontekstual Melalui Drama Dalam Menanamkan Nilai Demokrasi Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 21258–21265. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1991

Issue

Section

Articles