Kajian Kritis Tentang Jiwa dalam Pemikiran Islam (Bedah Anatomi Jiwa dari Berbagai Perspektif)
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1910Keywords:
jiwa, nafs, filsafat Islam, tasawuf, tazkiyat al-nafs, spiritualitasAbstract
Kajian tentang jiwa (al-nafs) dalam pemikiran Islam merupakan topik penting yang telah dibahas secara luas oleh para pemikir dari berbagai disiplin, mulai dari tafsir, filsafat, hingga tasawuf. Jiwa dipahami bukan hanya sebagai aspek rohaniah yang menghidupkan tubuh manusia, tetapi juga sebagai pusat kesadaran moral, spiritualitas, dan identitas eksistensial manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis anatomi konseptual jiwa dalam khazanah pemikiran Islam klasik dari perspektif Al-Qur'an dan Sunnah, filsafat Islam, serta tasawuf. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yaitu menganalisis literatur primer dan sekunder yang relevan seperti karya Al-Kindī, Al-Fārābī, Ibn Sīnā, Al-Ghazālī, dan pemikir tasawuf lainnya.
Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun pendekatan terhadap jiwa berbeda—filsafat lebih menekankan rasionalitas dan struktur metafisis, sementara tasawuf lebih menekankan pengalaman spiritual dan penyucian diri—namun keduanya memiliki titik temu dalam memandang jiwa sebagai elemen sentral dalam pembentukan kepribadian dan kesempurnaan manusia. Jiwa dalam Islam digambarkan memiliki perjalanan bertahap, dari nafs ammarah (jiwa yang condong pada kejahatan), menuju nafs lawwāmah (jiwa yang sadar dan mencela diri), hingga nafs muṭma’innah (jiwa yang tenang dan diridai Allah).
Temuan ini menunjukkan bahwa konsep jiwa dalam Islam sangat relevan dalam menghadapi tantangan kontemporer seperti krisis identitas, degradasi moral, dan kekosongan spiritual. Oleh karena itu, aktualisasi konsep tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa) sangat penting tidak hanya dalam tataran teoretis, tetapi juga dalam praksis kehidupan Muslim modern sebagai upaya membangun karakter yang utuh dan berintegritas.
References
Al-Albani. Ṣaḥīḥ Al-Jāmiʿ al-Ṣaghīr, no. 1099.
Al-Fārābī. Risālah fī al-ʿAql. Edited by Muhammad Yūsuf Mūsā. Cairo: Dār al-Qawmiyyah, 1962.
Al-Ghazālī. Iḥyāʾ ʿUlūm al-Dīn. Beirut: Dār al-Maʿrifah, n.d.
Al-Kindī. "Risālah fī Ḥaqīqah al-Nawm wa al-Ruʾyā." In Rasāʾil al-Kindī al-Falsafiyyah, 236–237. Beirut: Dār al-Danalus, 1978.
Al-Rāghib al-Aṣfahānī. Mufradāt Alfāẓ al-Qurʾān. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 1992.
Al-Suyūṭī. Al-Jāmiʿ al-Ṣaghīr.
Asmullah, dan Muhammad Iqbal. "Kajian Kritis terhadap Pemikiran tentang Jiwa (al-Nafs) dalam Filsafat Islam." Inspiratif: Jurnal Penelitian dan Pengabdian 11, no. 1 (2022): 165–170.
Bukhārī, Muḥammad ibn Ismāʿīl al-. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, no. 52.
Fatimah Halim. "Kajian Kritis terhadap Pemikiran tentang Jiwa (al-Nafs) dalam Filsafat Islam." Nazara: Jurnal Studi Islam 1, no. 2 (2013): 60–64.
Ibn Miskawayh. Tahdhīb al-Akhlāq. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 1987.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah. Madarij al-Sālikīn. Beirut: Dār al-Kutub al-ʿIlmiyyah, 2001.
Ibn Sīnā. Al-Shifāʾ: al-Nafs. Beirut: Dār al-Afāq al-Jadīdah, 1985.
Kamaruddin. "Pemikiran Islam tentang Jiwa dalam Filsafat Islam." Jurnal Al Hikmah 15, no. 2 (2014): 135.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an & Terjemah. Jakarta Timur: Penerbit Ummul Qura, 2019.
Koenig, Harold G. "Religion, Spirituality, dan Health: The Research dan Clinical Implications." ISRN Psychiatry 2012 (2012): Article ID 278730.
Rayyahun, Annisa, Muhammad Amri, dan Abdullah Thalib. "Kajian Kritis tentang Jiwa dalam Pemikiran Islam: Bedah Anatomi Jiwa dari Berbagai Perspektif." Jurnal Studi Islam Lintas Negara 6, no. 2 (2024): 337–340.
Shihab, M. Quraish. Wawasan al-Qurʾān: Tafsir Maudhūʿi atas Pelbagai Persoalan Umat. Bdanung: Mizan, 1997.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Gishar Hamka, Indo Santalia, Tabhan Syamsu Rijal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







