Manajemen Perubahan dan Tantangan Budaya Organisasi pada Masa Krisis

Authors

  • Anggella Chandini Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
  • Finola Fiftem Eka Putri Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
  • Mardifa Wahyu Putri Universitas Putra Indonesia YPTK Padang
  • Syafwandi Syafwandi Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1836

Keywords:

Manajemen Perubahan, Krisis Organisasi, Budaya Organisasi, Kepemimpinan Transformatif, Komunikasi Internal

Abstract

Masa krisis seperti pandemi global, krisis ekonomi, maupun disrupsi teknologi memaksa organisasi untuk melakukan perubahan signifikan agar dapat bertahan dan beradaptasi terhadap lingkungan yang dinamis dan tidak stabil. Dalam konteks ini, manajemen perubahan menjadi suatu kebutuhan strategis yang mendesak untuk diterapkan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana proses manajemen perubahan dijalankan dalam organisasi selama masa krisis, serta mengidentifikasi tantangan budaya organisasi yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka yang komprehensif serta wawancara mendalam dengan sejumlah manajer dari organisasi sektor jasa yang mengalami dampak langsung dari krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen perubahan sangat dipengaruhi oleh kesiapan budaya organisasi, karakter kepemimpinan yang transformatif, serta pola komunikasi internal yang terbuka dan adaptif. Organisasi yang memiliki nilai-nilai budaya fleksibel dan kolaboratif cenderung lebih cepat menyesuaikan diri dalam menghadapi perubahan. Di sisi lain, tantangan utama yang dihadapi mencakup resistensi terhadap perubahan yang berasal dari individu maupun kelompok, ketegangan antara nilai-nilai budaya lama dengan nilai baru yang dibawa oleh perubahan, serta lemahnya kohesi sosial dalam tim akibat ketidakpastian dan tekanan kerja yang meningkat selama krisis. Temuan ini menekankan pentingnya peran budaya organisasi sebagai fondasi dalam menyukseskan agenda perubahan, serta perlunya strategi komunikasi yang inklusif dan pendekatan kepemimpinan yang empatik dan partisipatif. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi praktisi manajemen dan pengambil kebijakan organisasi dalam merancang strategi perubahan yang responsif dan berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan dimensi budaya yang melekat dalam struktur dan dinamika organisasi.

References

Alvesson, M. (2013). Understanding Organizational Culture. Sage.

Armenakis, A. A., & Bedeian, A. G. (1999). Organizational Change: A Review of Theory and Research in the 1990s. Journal of Management, 25(3), 293–315.

Burnes, B. (2017). Managing Change (7th ed.). Pearson Education.

Cameron, K. S., & Quinn, R. E. (2011). Diagnosing and Changing Organizational Culture. Jossey-Bass.

Daft, R. L. (2015). Organization Theory and Design. Cengage Learning.

Goleman, D. (2000). Leadership That Gets Results. Harvard Business Review, 78(2), 78–90.

Handoko, T. H. (2011). Manajemen. BPFE Yogyakarta.

Hasibuan, M. S. P. (2016). Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah. Bumi Aksara.

Hatch, M. J. (2018). Organization Theory: Modern, Symbolic, and Postmodern Perspectives. Oxford University Press.

Heifetz, R., Grashow, A., & Linsky, M. (2009). The Practice of Adaptive Leadership. Harvard Business Press.

Kartono, K. (2003). Pemimpin dan Kepemimpinan. Rajawali Pers.

Kotter, J. P. (2012). Leading Change. Harvard Business Review Press.

Kotter, J. P., & Cohen, D. S. (2002). The Heart of Change: Real-Life Stories of How People Change Their Organizations. Harvard Business Press.

Lawrence, P. R. (1954). How to Deal with Resistance to Change. Harvard Business Review, 32(3), 49–57.

Lewin, K. (1947). Frontiers in Group Dynamics. Human Relations, 1(1), 5–41.

Lines, R. (2005). The Structure and Function of Attitudes Toward Organizational Change. Human Resource Development Review, 4(1), 8–32.

Mangkunegara, A. A. A. P. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Sage Publications.

Morgan, G. (2006). Images of Organization. Sage Publications.

Piderit, S. K. (2000). Rethinking Resistance and Recognizing Ambivalence: A Multidimensional View of Attitudes Toward an Organizational Change. Academy of Management Review, 25(4), 783–794.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative Research & Evaluation Methods. Sage Publications.

Purwanto, M. N. (2007). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Remaja Rosdakarya.

Ruky, A. S. (2006). Manajemen Kinerja: Sistem dan Proses. Gramedia Pustaka Utama.

Schneider, B., Ehrhart, M. G., & Macey, W. H. (2013). Organizational Climate and Culture. Annual Review of Psychology, 64, 361–388.

Sedarmayanti. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia: Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Refika Aditama.

Siagian, S. P. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara.

Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership. Jossey-Bass.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sutrisno, E. (2011). Manajemen Sumber Daya Manusia. Kencana.

Tjiptono, F. (2015). Strategi Pemasaran. Andi.

Downloads

Published

04-07-2025

How to Cite

Chandini, A. ., Putri, F. F. E. ., Putri, M. W. ., & Syafwandi, S. (2025). Manajemen Perubahan dan Tantangan Budaya Organisasi pada Masa Krisis. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 11088–11094. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1836

Issue

Section

Articles