Kajian Stabilitas dan Aktivitas Antibakteri Sabun Cair Berbahan Dasar Minyak Kelapa Sawit dengan Variasi Konsentrasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum)
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1749Keywords:
Sabun Cair, Daun Salam, Antibakteri, Stabilitas, Staphylococcus AureusAbstract
Sabun merupakan produk kebersihan penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga kesehatan kulit dari paparan mikroorganisme berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh variasi konsentrasi ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap aktivitas antibakteri dan stabilitas sabun cair berbahan dasar minyak kelapa sawit. Ekstrak daun salam diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan ke dalam sabun dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15%. Aktivitas antibakteri diuji terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan metode difusi cakram. Sementara itu, stabilitas sabun diuji berdasarkan parameter pH, viskositas, aroma, warna, dan ketinggian busa mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun dengan ekstrak 15% menghasilkan zona hambat terbesar yaitu 11,9 mm, menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan. Seluruh formulasi menunjukkan pH netral (pH 7), serta stabilitas fisik dan kimia yang baik. Penurunan viskositas terjadi seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, namun masih dalam rentang standar SNI. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa sabun dengan ekstrak daun salam dapat diterima dari segi warna dan aroma. Kesimpulannya, penambahan ekstrak daun salam berpotensi meningkatkan efektivitas antibakteri sabun tanpa mengganggu stabilitasnya, menjadikannya alternatif bahan aktif yang alami dan ramah lingkungan.
References
Dalimunthe, P. P., & Oktavianty, H. (2023). Pembuatan Sabun Padat dengan Penambahan Ekstrak Daun Salam sebagai Antioksidan. AGROFORETECH, 1(1), 536–547.
Ibrahim, W., Mutia, R., Nurhayati, N., Nelwida, N., & Berliana, B. (2016). Penggunaan kulit nanas fermentasi dalam ransum yang mengandung gulma berkhasiat obat terhadap konsumsi nutrient ayam broiler. Jurnal Agripet, 16(2), 76–82.
Iskandi, S., Fauziah, F., & Oktavia, S. (2021). Antibacterial Activity of Syzygium Polyanthum. Int. J. Pharm. Sci. Med, 6, 182–186.
Maramis, A. Y., & Asri, M. T. (2022). Uji Aktivitas Antibakteri Hand Sanitizer Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyantum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphyloccocus epidermidis. LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi, 11(3), 554–561.
Safutri, W., Dwiningrum, R., Putri, N. A., & Wulandari, F. (2024). Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Daun Salam Dan Daun Sambiloto Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan Dan Farmasi, 24(2), 131–141.
Widyasanti, A., Farddani, C. L., & Rohdiana, D. (2017). Pembuatan sabun padat transparan menggunakan minyak kelapa sawit (palm oil) dengan penambahan bahan aktif ekstrak teh putih (camellia sinensis). Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering), 5(3).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 raudah harahap, Julia maulina, Lisa Ariyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







