Mitologi dan Sistem Penamaan Padi Ladang pada Masyarakat Tolaki: Pendekatan Etno-Ekologi terhadap Kearifan Lokal di Desa Pamandati, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1738Keywords:
Tolaki, mitologi padi, sistem penamaan padi, etno-ekologi, kearifan lokalAbstract
Penelitian ini mengkaji mitologi dan sistem penamaan padi ladang di kalangan masyarakat Tolaki yang tinggal di Desa Pamandati, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dengan pendekatan etno-ekologi. Dengan menggunakan metode etnografi, penelitian ini mengupas bagaimana mitologi berfungsi sebagai dasar kosmologis untuk praktik pertanian dan sistem pengetahuan tradisional dalam mengklasifikasikan varietas padi lokal. Hasil penelitian mengungkapkan dua temuan utama: Pertama, ada dua narasi mitologis yang saling melengkapi, yaitu mitologi tujuh anak Adam yang menghasilkan tiga jenis padi (putih, ketan, dan hitam) melalui konsep transformasi dan pengorbanan, serta mitologi padi dari pucuk bambu muda yang menekankan pentingnya kerjasama antarspesies antara manusia dan tikus. Kedua mitologi ini berfungsi sebagai charter myth yang memberikan legitimasi pada praktik pertanian dan identitas budaya Tolaki. Kedua, sistem klasifikasi etnobiologi mencakup 71 varietas padi ladang dengan sistem penamaan yang terstruktur berdasarkan enam kategori: asal geografis, karakteristik morfologi, analogi dengan organisme lain, sifat agronomi, nilai budaya, dan nama personal. Sistem penamaan ini berperan sebagai media penyimpanan pengetahuan ekologi tradisional yang menyimpan informasi tentang karakteristik, asal-usul, dan nilai budaya dari setiap varietas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman akan pentingnya integrasi pengetahuan tradisional dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pelestarian warisan budaya lokal.
References
Adijaya, S. (2021). Pohon Kutebang, Padi Kutanam, Tanah Kudapat. Kendari: Violet Indah Sejahtera.
Adijaya, S. (2022). Orang Lain Berlabuh Aku yang Tenggelam, Kisah Tuan Tanah di Negeri Leluhur. Kendari: UHO Press.
Atran, S. (1990). Cognitive Foundations of Natural History. Cambridge University Press.
Berkes, F. (2012). Sacred Ecology: Traditional Ecological Knowledge and Resource Management. Routledge.
Berkes, F. (2018). Sacred Ecology: Traditional Ecological Knowledge and Resource Management. Routledge.
Berlin, B. (1992). Ethnobiological Classification: Principles of Categorization of Plants and Animals in Traditional Societies. Princeton University Press.
Chambers, R. (1983). Rural Development: Putting the Last First. Longman.
Duranti, A. (1997). Linguistic Anthropology. Cambridge University Press.
Ellen, R. (2006). The Cultural Relations of Classification: An Analysis of Nuaulu Animal Categories from Central Seram. Cambridge University Press.
Fatristya dan Sarjan, M. (2024). Optimalisasi Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan di NTB: Literature Review. Kappa Journal Vol. 8 No. 3. Hal. 435-445
Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures: Selected essays. Basic Books.
Hunn, E. (1982). The Utilitarian Factor in Folk Biological Classification. American Anthropologist, 84(4), 830-847.
Ingold, T. (2000). The Perception of the Environment: Essays on Livelihood, Dwelling and Skill. Routledge.
Kala, C.P. (2022). "Traditional Ecological Knowledge of Tribal Communities and Sustainability of Nature and Natural Resources in Pachmarhi Biosphere Reserve in India." International Journal of Ecology, Wiley Online Library.
Kroeber, A. L. (1940). Stimulus Diffusion. American Anthropologist, 42(1), 1-20.
Lakoff, G., & Johnson, M. (1980). Metaphors We Live By. University of Chicago Press.
Lévi-Strauss, C. (1958/1963). Structural anthropology (C. Jacobson & B. G. Schoepf, Trans.). Basic Books.
Lévi-Strauss, C. (1964/1969). The raw and the cooked: Introduction to a science of mythology I (J. Weightman & D. Weightman, Trans.). Harper & Row.
Mauss, M. (1954). The Gift: Forms and Functions of Exchange in Archaic Societies. London: Cohen & West.
Mongabay. (2024). In Bali, water temple priests guide a sustainable rice production system. Retrieved from https://news.mongabay.com/ [Akses Online Pukul 12.45 Tanggal 21 Juni 2025].
Nabhan, G. P., & St. Antoine, S. (1993). The Loss of Floral and Faunal Story: The Extinction of Experience. In S. R. Kellert & E. O. Wilson (Eds.), The Biophilia Hypothesis (pp. 229-250). Island Press.
Nazarea, V. D. (1999). Ethnoecology: Situated Knowledge/Located Lives. University of Arizona Press.
Nazarea, V. D. (2006). Local Knowledge and Memory in Biodiversity Conservation. Annual Review of Anthropology, 35, 317-335.
Nettle, D., & Romaine, S. (2000). Vanishing Voices: The Extinction of the World's Languages. Oxford University Press.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press.
Rosch, E. (1978). Principles of Categorization. In E. Rosch & B. B. Lloyd (Eds.), Cognition and Categorization (pp. 27-48). Lawrence Erlbaum Associates.
Toledo, V. M. (2013). Indigenous Peoples and Biodiversity. Encyclopedia of Biodiversity, 3, 269-278.
Turner, V. W. (1974). Dramas, fields, and metaphors: Symbolic action in human society. Cornell University Press.
Universitas Gadjah Mada. (2024). Tim PKM RSH UGM Kaji Tradisi Lisan Sadranan Upaya Pencegahan Deforestasi Hutan Wonosadi. Retrieved from https://ugm.ac.id/ [Akses Online Pukul 12.36 Tanggal 21 Juni 2025].
Wheeler, H.C. et al. (2020). "Informing decision‐making with Indigenous and local knowledge and science." Journal of Applied Ecology, Wiley Online Library.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Zainal, Sarlan Adi Jaya, Laxmi, Erens Elvianus Koodoh, Abdul Jalil, Danial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







