Analyzing Random Blood Glucose Levels Across Age And Gender In Diabetes Mellitus Patients
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1702Keywords:
Diabetes MelItus, Random Blood Glucose, Primary Health Care ServiceAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola distribusi kadar glukosa darah acak serta korelasinya dengan variabel demografis, khususnya usia dan jenis kelamin, pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Seubadeh, Kabupaten Aceh Selatan, Indonesia. Dengan menggunakan metode kuantitatif melalui pendekatan deskriptif-analitik dan retrospektif, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari 106 individu yang didiagnosis menderita diabetes melitus antara bulan Agustus hingga Desember tahun 2024. Nilai glukosa darah acak dikategorikan menjadi terkendali (<200 mg/dL) dan tidak terkendali (≥200 mg/dL). Berdasarkan data, sebanyak 86,79% pasien memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkendali, dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (66,03%) dan berada dalam rentang usia 40–59 tahun (72,64%). Meskipun jumlah pasien laki-laki lebih sedikit secara keseluruhan, mereka justru memiliki proporsi yang lebih besar dalam kategori kadar glukosa darah yang terkendali, yang merupakan temuan menarik. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan jenis kelamin dalam pengelolaan kadar glukosa darah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kelompok demografis yang paling terdampak adalah perempuan dan individu usia produktif, sehingga menekankan perlunya intervensi yang peka terhadap usia dan gender. Pentingnya strategi pengelolaan diabetes yang komprehensif di tingkat pelayanan kesehatan primer turut disoroti, mengingat pengaruh faktor-faktor seperti perbedaan hormonal, tingkat stres, aktivitas fisik, dan pola gaya hidup terhadap pengendalian kadar glukosa darah.
References
American Diabetes Association. (2022). Standards of medical care in diabetes—2022. Diabetes Care, 45(Suppl 1), S1–S264. https://doi.org/10.2337/dc22-SINT
Forbes, J. M., & Cooper, M. E. (2013). Mechanisms of diabetic complications. Physiological Reviews, 93(1), 137–188. https://doi.org/10.1152/physrev.00045.2011
International Diabetes Federation. (2021). IDF diabetes atlas (10th ed.). Brussels: International Diabetes Federation. https://diabetesatlas.org
Kautzky-Willer, A., Harreiter, J., & Pacini, G. (2015). Sex and gender differences in risk, pathophysiology and complications of type 2 diabetes mellitus. Endocrine Reviews, 37(3), 278–316. https://doi.org/10.1210/er.2015-1137
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Laporan nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, January 6). Penderita diabetes tinggi, Menkes: Pencegahan di Puskesmas harus dioptimalkan. https://www.kemkes.go.id/id/penderita-diabetes-tinggi-menkes-pencegahan-di-puskesmas-harus-dioptimalkan
Kurniawati, D., et al. (2023). Analisis hambatan penerapan standar pelayanan minimal kesehatan pada pelayanan penderita diabetes melitus di Puskesmas: Literature review. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/386970267
Legro, R. S., et al. (2004). Diagnosis and treatment of polycystic ovary syndrome: An Endocrine Society clinical practice guideline. Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, 89(6), 2418–2426.
Maric-Bilkan, C. (2017). Sex differences in micro- and macro-vascular complications of diabetes mellitus. Clinical Science (London), 131(9), 833–846. https://doi.org/10.1042/CS20160243
Norris, S. L., Engelgau, M. M., & Narayan, K. V. (2001). Effectiveness of self-management training in type 2 diabetes. Diabetes Care, 24(3), 561–567. https://doi.org/10.2337/diacare.24.3.561
Polonsky, W. H., & Henry, R. R. (2016). Poor medication adherence in type 2 diabetes: Recognizing the scope of the problem and its key contributors. Patient Preference and Adherence, 10, 1299–1307. https://doi.org/10.2147/PPA.S106821
Pradeepa, R., & Mohan, V. (2021). Prevention and screening of diabetes and its complications. International Journal of Diabetes in Developing Countries, 41(1), 13–20. https://doi.org/10.1007/s13410-020-00846-w
Rahmadani, A. N., Surjoputro, A., & Budiyanti, R. T. (2021). Implementasi kebijakan standar pelayanan minimal penderita diabetes melitus di Puskesmas Pandanaran Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 9(2). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/view/29427
Regitz-Zagrosek, V. (2012). Sex and gender differences in health. EMBO Reports, 13(7), 596–603. https://doi.org/10.1038/embor.2012.87
Reyaldi, C. B., Akrom, & Candradewi, S. F. (2021). Evaluasi kadar gula darah pasien berdasarkan kajian usia dan komplikasi penyakit pada pasien diabetes mellitus tipe-2 di Puskesmas Jetis 1 Bantul periode September–November 2019. Jurnal Farmasi Udayana, 10(2), 132–139. https://doi.org/10.24843/JFU.2021.v10.i02.p04
Sari, D. P., Lestari, P., & Pratiwi, R. (2019). Hubungan aktivitas fisik dengan obesitas sentral pada perempuan dewasa di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 14(2), 85–92.
Spiegel, K., Leproult, R., & Van Cauter, E. (1999). Impact of sleep debt on metabolic and endocrine function. The Lancet, 354(9188), 1435–1439.
Wijaya, I. N. G., & Hidayat, A. (2021). Perbedaan pola aktivitas fisik dan risiko diabetes mellitus antara laki-laki dan perempuan di wilayah perkotaan Indonesia. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 7(1), 12–20.
World Health Organization. (2020). Global report on diabetes. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2021). Diabetes fact sheet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







