Konfusianisme
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1653Keywords:
Konfusianisme, Konfusius dan EtikaAbstract
Konfusianisme, yang berasal dari ajaran Konfusius (551-479 SM), merupakan sistem filsafat dan kepercayaan yang telah membentuk budaya dan moral masyarakat Tionghoa serta negara-negara Asia Timur. Ajaran ini menekankan harmoni sosial, etika, dan kebajikan melalui nilai-nilai seperti kebenaran (Yi), cinta kasih (Ren), kesusilaan (Li), kebijaksanaan (Zhi), dan kepercayaan (Xin), yang tercermin dalam kitab-kitab suci seperti Shi Shu dan Wu Jing. Meskipun dianggap menghambat kehidupan di masa lalu, Konfusianisme tetap relevan di era modern. Penulisan ini bertujuan memaparkan sejarah, ajaran, mengeksplorasi esensi Konfusianisme, pengaruhnya terhadap kehidupan sosial dan politik, serta relevansinya dalam konteks modern. Tulisan ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan kepustakaan (Library Research). Sehingga mendapatkan kesimpulan bahwa Konfusianisme tetap menjadi panduan moral yang relevan, mendorong kesejahteraan kolektif dan etika kepemimpinan, meskipun memerlukan adaptasi untuk mengatasi dinamika global seperti transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola.
References
Afat, Ru Jiao: Traditional Sports of Taijiquan, Archery, and Wu Shu, Champions: Education Journal of Sport, Health, and Recreation, 3 (1), 2025.
Ardhana I Ketut, et al., Tradisi Masyarakat Multikultural dan Pancasila di Bali, Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, & Budaya, 1, 2022.
Asruchin DM, Konfusianisme: sumber peradaban China, The First International Seminar & Roundtable Meeting “Professional Chinese Teaching” in Southeast Asia, 2018.
Burhanudin Dede, Vihara Dhanagun dan Komunikasi Budaya di Kota Bogor, Jawa Barat, Jurnal Lektur Keagamaan, 16 (1), 2018.
Chong Wastu Pragantha, Etika Konfusius dan Akhir Abad Ke-20, Jakarta: Matakin, 1991.
Fadliana Nyayu Afriyani Nur, et al., Falsafah Pendidikan Timur: Konfusianisme, Hindu-Buddha, dan Islam, Indonesian Research Journal on Education, 4 (4), 2024.
Gungwu Wang, The Significance of Confucianism in Contemporary Chinese Culture, Asian Culture 19, 1995.
Halim Syaiful dan Dody S Truna, Taoisme dan konfusianisme di Indonesia, Idealogy Journal, 8 (1), 2023.
Hartati Dewi, Konfusianisme dalam Kebudayaan Cina Modern, Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 2 (2), 2012.
Heriyanti Komang, Humanisme Dalam Ajaran Konfusianisme, Widya Katambung: Jurnal Filsafat Agama Hindu, 12 (1), 2021.
Kadir Abdul, Cheng Ho: Penyebar Islam dari China ke Nusantara, Jakarta: Kompas, 2010.
Kang Thomas Hosuck, Confucius and Confucianism: Questions and Answers, Washington, D.C: Confucian Publications, 1997.
Keum Jang-tae, Confucianism and Korean Thoughts, Seoul: Jipmoondang, 2000.
Khairiah, Agama Kong Hu Cu, Riau: CV. Asa Riau, 2014.
Kristan, Bangga Menjadi Seorang Khonghucu (Proud to be Confucian), Jakarta: Gemaku, 2010.
Kristan, Pemikiran Politik Konfusius, Mencius dan Xunzi, Sidoarjo: SPOC (STUDY PARK OF CONFUCIUS), 2015.
Kuncono Ongky Setio, Khonghucu Dari Klasik Menuju Religi Dan Berkembang Ke Pemikiran Modern Dan Teknologi, Study Park of Confucius Journal: Jurnal Ekonomi, Sosial, dan Agama, 1 (2), 2023.
Lontoh Liem Liliany, RITUAL PERKABUNGAN DALAM AJARAN KHONGHUCU DI KOTA MANADO: Studi Kasus pada Umat Khonghucu di Kota Manado, Jakarta: Kerjasama MATAKIN Penerbitan dengan Gerbang Kebajikan RU, 2019.
Mubasyaroh, Dakwah pada Masyarakat Marginal di Kampung Pecinan Argopuro Kudus, Jurnal Ad-Din, 4 (1), 2012.
Nadroh Siti dan Syaiful Azmi, Agama-agama Minor, Jakarta: KENCANA, 2015.
Rochman Miftakhul, et al., Ajaran Lima Kebajikan (Wu Chang) Nabi Kong Zi dalam Perspektif Islam, SUJUD: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, 1 (2), 2025.
Rosyid Moh dan Lina Kushidayati, Barongsai dan Kelenteng Hok Hien Bio di Kudus Jawa Tengah sebagai Media Pembauran, Pangadereng: Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora, 7 (1), 2021.
Rozie Fachroer, Negeri Sejahtera ala Konfusianisme melalui self cultivation, Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 6 (1), 2012.
Seth Michael J., A History of Korea From Antiquity to the Present, United Kingdom: Rowman & Littlefield Publisher, Inc., 2010.
Setiawan Chandra, Etika dan Keimanan Khong Hu Cu, Surabaya: Litbang Majelis Agama Khonghucu Indonesia, 1996.
Srigustini Astri, Aktualisasi Ajaran Konfusius yang diadaptasikan sebagai Sumber Pembelajaran Pendidikan Karakter Kewirausahaan, Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi, 6 (1), 2018.
Yan Oktavianus, Pengaruh Pwa Pwee pada pengambilan keputusan masyarakat Tionghoa di Jakarta, PhD thesis, Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah: Fakultas Ushuluddin, 2017.
Yorman, et al., Etika Profesi Guru, Tanjung Morawa: PT. Mifandi Mandiri Digital, 2023.
Yudi dan Loekman, Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti, Jakarta: Pusat PerbukuanBadan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021.
Yudi Js. dan Adji Djojo, Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti, Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018.
Zacharias Samuel dan Timotius Sukarna, Kajian semantik kasih dalam kitab suci agama di Indonesia dan Implementasinya dalam Toleransi antar Umat Beragama, Yogyakarta: Phoenix Publisher, 2024.
Zain Rosnani Md, et al., Confucian Philosophy in soo Cham's Air Mata Ibu, Malay Literature, 32 (1), 2019.
Zhafira Annisa Ranah, Konsep Ketuhanan Di Dalam Agama Taoisme dan Konfusianisme, EFikr: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam, 2 (2), 2021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Heru Syahputra, Putri Yasmin Br Gultom, Najla Adelia, Aqviandri Fidariani Wulan Puteri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







