Peran Guru Bimbingan Konseling Pada Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi di SD Islam Karakter Harsya

Authors

  • Diana Safitri Universitas Islam Negeri Ar Raniry
  • Eka Sri Mulyani
  • Nashriyah Nashriyah

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1624

Keywords:

guru bimbingan konseling, sekolah inklusi

Abstract

Model pendidikan inklusi merupakan salah satu dampak dari perkembangan pendidikan modern. Anak-anak berkebutuhan khusus telah dihormati dan dihargai dengan sangat manusiawi di hampir semua negara maju. Misalnya, berbagai komponen yang saling mendukung mendorong kemajuan pendidikan inklusi di Amerika Serikat. Selain itu, orang tua dan anak berkebutuhan khusus di Jepang diberi kebebasan untuk memilih sekolah yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus menyediakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan siswa tersebut. Berbagai daerah di Indonesia saat ini mendukung penerapan pendidikan inklusi, dan pendidikan inklusi baru-baru ini mulai berkembang di negara itu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan kemampuan konseling guru Bimbingan Konseling (BK) saat mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah inklusif pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar Islam Karakter Harsya di Banda Aceh. Dengan berinteraksi langsung dengan subjek penelitian dalam kehidupan sehari-hari mereka, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan fenomena secara menyeluruh dan mendalam. Data primer dan sekunder berasal dari observasi aktif dan wawancara dengan guru dan kepala sekolah. Dokumen sekunder terdiri dari Program Pembelajaran Individu (PPI), catatan perkembangan siswa, dan kebijakan sekolah tentang pembelajaran inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik tentang konseling dengan  strategi yang digunakan dalam observasi, interview, tes diagnostik dan dokumentasi yang holistik.

References

Agustin, I. (2017). MANAJEMEN PENDIDIKAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR SUMBERSARI 1 KOTA MALANG. Education and Human Development Journal, 1(1). https://doi.org/10.33086/ehdj.v1i1.290

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 102–107.

Ndruru, M. (2024). PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING TERHADAP EFIKASI DIRI SISWA SMP NEGERI 2 MAZO. Counseling For All (Jurnal Bimbingan Dan Konseling), 4(2), 1–13. https://doi.org/10.57094/jubikon.v4i2.2281

Ridwan, A. (2018). Peran Guru Agama Dalam Bimbingan Konseling Siswa Sekolah Dasar. Risalah, Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 4(1, March), 1–13. https://doi.org/10.5281/zenodo.3550506

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian dan Pengambangan (Research & Development).

Telaumbanua, K. (2016). Konsep Dasar Layanan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Dasar. Jurnal Warta, 224, 1–16. http://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/juwarta/article/view/167

Downloads

Published

28-06-2025

How to Cite

Safitri, D., Mulyani, E. S. ., & Nashriyah, N. (2025). Peran Guru Bimbingan Konseling Pada Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi di SD Islam Karakter Harsya. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 9317–9326. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1624

Issue

Section

Articles