Pemanfaatan Air Hujan dengan Menggunakan Sistem Rain Water Harvesting (RWH) di Desa Purwosari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin untuk Kebutuhan Sehari-hari
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1615Keywords:
Rain Water Harvesting, Air Hujan, Konservasi Air, Air Bersih, Pengabdian MasyarakatAbstract
Ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan di banyak wilayah, termasuk Desa Purwosari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Kondisi ini mendorong dilaksanakannya program pengabdian masyarakat berbasis teknologi sederhana melalui penerapan sistem Rain Water Harvesting (RWH). Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan air hujan sebagai alternatif sumber air bersih bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah. Program ini mencakup beberapa tahapan, mulai dari survei dan perencanaan teknis, pemasangan sistem RWH sederhana, hingga edukasi masyarakat terkait pemeliharaan alat. Sistem yang dibangun terdiri dari talang air, filter awal, pipa pengalir, dan tangki penampung berkapasitas 1.200 liter, menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah didapat. Hasilnya menunjukkan bahwa air hujan yang ditampung cukup layak untuk digunakan dalam kegiatan domestik seperti mencuci dan mandi. Selain memberikan solusi praktis atas krisis air bersih, program ini juga mendorong kesadaran lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan biaya yang relatif rendah dan manfaat yang nyata, sistem RWH ini berpotensi besar untuk direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari strategi konservasi air berkelanjutan.
References
Campisiano, A. et al. (2017) ‘Urban rainwater harvesting system: research, implementation and future perspectives’, Journal of Water Research, Vol. 115, pp.195–205.
Heryani, N., Sudarman, K., Talouhu, S., & Sawiyo. (2013). Disain teknologi panen hujan untuk kebtuhan rumahtangga: Studi kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat. J Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 16(3), 170–182.
Indriatmoko, R. H., & Rahardjo, N. (2015). Kajian pendahuluan sistem pemanfaatan air hujan. Jurnal Air Indonesia, 8(1), 245632.
Khatimah, & Hidayati, E. (2020). Pemanenan air hujan di pulau tanpa sumber air, Gili Taipan, Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 3(2) Mei, 90–95.
Maryono, A. (2016) Memanen Air Hujan (Rain Water Harvesting), Gama Press, Yogyakarta.
Pemerintah Desa Purwosari. (2024). Daftar Isian Potensi Desa dan Kelurahan Desa Purwosari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Purwosari : Pemerintah Desa Purwosari.
Roekmi, R.A.K., Chua, L.H.C. and Baskaran, K. (2018) ‘Assessment of rainwater harvesting as an
alternative water source for rural Indonesia’, Proceeding of 21st APD IAHR Congress, Yogyakarta, Indonesia, 2–5 September.
Ronika, Z. C., Manullang, A. D. X., & Tarina, D. D. Y. (2022). Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi
dalam Pembangunan Berkelanjutan. J. SDGs, 1(1), 1–6.
Sitorus, T. A., Faruqi, I., Simanjuntak, L. Y., Apriana, D. D., & Mandala, D. P. A. (2010). Pemanenan
Air Hujan Sebagai Salah Satu Alternatif Penyediaan Air Bersih Di Desa Babakan Kabupaten
Bogor. In Institut Pertanian Bogor Bogor. Waskitho, N. T. (2024). Pengelolaan Daerah Aliran Sungai di Indonesia.UMMPress.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







