Hubungan antara Karakteristik Balita, Pola Asuh Pemberian Makan dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Kejadian Stunting di Kabupaten Ngawi

Authors

  • Catharina Dwi Arista Haryanto Universitas Airlangga
  • Rian Diana Universitas Airlangga
  • Dini Ririn Andrias Universitas Airlangga
  • Riris Diana Rachmawati Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1524

Keywords:

Usia Balita, Jenis Kelamin Balita, Pola Asuh Pemberian Makan, Tingkat Kecukupan Zat Gizi

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Terjadi peningkatan prevalensi stunting di Kabupaten Ngawi pada tahun 2022 meskipun merupakan salah satu wilayah yang menjadi prioritas intervensi stunting. Beberapa faktor penyebab stunting yaitu karakteristik balita, pola asuh pemberian makan dan tingkat kecukupan zat gizi. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik balita, pola asuh pemberian makan dan tingkat kecukupan zat gizi makro dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Geneng dan Puskesmas Pitu, Kabupaten Ngawi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan total sampel sebanyak 44 balita yang dipilih melalui simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran antropometri dan wawancara secara langsung dengan ibu balita sebagai responden. Instrumen wawancara yang digunakan adalah kuesioner karakteristik responden, parental feeding style questionnaire dan formulir food recall 2x24 jam. Hubungan antar variabel diuji secara statistik menggunakan software IBM SPSS 25 dengan uji Pearson Chi-Square dan Likehood Ratio. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin balita (p = 0,128), pola asuh pemberian makan (p = 0,143), tingkat kecukupan energi (p = 0,063) dan karbohidrat (p = 0,546) dengan kejadian stunting. Akan tetapi terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecukupan zat gizi protein (p = 0,021) dan lemak (p = 0,006) dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Kecukupan harian balita harus dipenuhi dengan meningkatkan konsumsi dan variasi makanan balita pada makanan sumber karbohidrat (nasi), protein dan lemak (telur, ayam dan kacang-kacangan) serta makanan sumber vitamin dan mineral (sayur dan buah).

References

Ainin, Q., Ariyanto, Y. dan Kinanthi, C.A., 2023. Hubungan Pendidikan Ibu. Praktik Pengasuhan dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Lokus Wilayah Kerja Puskesmas Paron Kabupaten Ngawi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, [e-journal] 11(1): pp.89–95. Tersedia di: https://doi.org/10.14710/jkm.v11i1.35848 [diaskes tanggal 26 Juni 2024].

Afriansyah, E., Yuswita, E., dan Fitriyani, L., 2023. Hubungan tingkat kecukupan asupan gizi (karbohidrat, protein, lemak dan zat besi) sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita < 5 tahun di Kota Depok Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Tambusa, 4(4): pp. 6427-6433. Tersedia di: https://ejournal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK [diakses tanggal 2 Juni 2025].

Aprilia, D., 2022. Perbedaan risiko kejadian stunting berdasarkan umur dan jenis kelamin. Jurnal Kebidanan, 11(2).

Balantekin, K.N., Anzman-Frasca, S., Francis, L.A., Ventura, A.K., Fisher, J.O. dan Johnson, S.L., 2020. Positive parenting approaches and their association with child eating and weight: A narrative review from infancy to adolescence. Pediatric Obesity, 15(10).

Ballarotto, G., Murray, L., Bozicevic, L., Marzilli, E., Cerniglia, L., Cimino, S. dan Tambelli, R., 2023. Parental sensitivity to toddler's need for autonomy: an empirical study on mother-toddler and father-toddler interactions during feeding and play., Infant Behavior & Development, 73, pp. 101892.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2024. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2023. [online] Tersedia di: https://dinkes.jatimprov.go.id/userfile/dokumen/PROFIL%20KESEHATAN%20PROVINSI%20JAWA%20TIMUR%20TAHUN%202023.pdf [Diakses tanggal 16 Mei 2025].

Endrinikapoulos, A., Afifah, D.N., Mexitalia, M., Andoyo, R., Hatimah, I., dan Nuryanto, N., 2023. Study of the importance of protein needs for catch-up growth in Indonesian stunted children: a narrative review. Sage Open Medicine. Tersedia di: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10123915/ [diakses tanggal 5 Juni 2025].

Enardi, O.P., Devriany, A., Sari, E.M., dan Virmando, E., 2022. Asupan energi, protein dan keragaman pangan tidak berhubungan dengan stunting. Pontianak Nutrition Journal, 5(2): pp. 1-10. Tersedia di: http://ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id/index.php/PNJ/index [diakses tanggal 4 Juni 2025].

Fadillah, P.A. dan Herdiani, N., 2020. Literature Review : Asupan Energi dan Protein dengan Status Gizi pada Balita. National Conference for Ummah (NCU).

Fadzila, D. dan Tertiyus, E., 2019. Ketahanan pangan rumah tangga anak stunting usia 6-23 bulan di Wilangan, Kabupaten Nganjuk. Amerta Nutrition, pp. 18-23.

Femidio, M. dan Muniroh, L., 2020. Perbedaan pola asuh dan tingkat kecukupan zat gizi pada balita stunting dan non-stunting di wilayah pesisir kabupaten probolinggo. Amerta Nutr. 4(1).

Fialkowski Revilla, M.K., Titchenal, A., dan Draper, J., 2020. Human Nutrition. 2020 ed. Hawaii: University of Hawaii Manoa.

Hamal, D.K., Nursyarofah, N., dan Qualifa, A., 2021. Jenis kelamin dan panjang badan lahir sebagai faktor kejadian stunting di Kabupaten Majenen Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2018 (Analisis Data Riskesdas 2018). ARKESMAS, 6(2).

Hughes, S.O., Thinas, G.P., Jennifer, O.F., Mueller, J.O., Nicklas, S., Tgeresa, A., 2005. Revisiting a Neglected Construct: Parenting Styles in A Child-Feeding Context. Appetite, 44(3), pp.83-92.

Jatiningsih, S.P., dan Budiono, I., 2023. Analisis determinan kejadian stunting anak usia 24-59 bulan ditinjau dari status bekerja ibu pada keluarga buruh industri Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 11(4): pp. 371-384. Tersedia di: http://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm [diakses tanggal 15 Juni 2025].

Kahar, A.A., Hidayanti, H., Jafar, N., Salam, A., dan Trisasmita, L., 2023. Hubungan sosial ekonomi dengan pola pemberian makan pada balita stunting usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Malimongan Baru di Kota Makassar. The Journal of Indonesian Community Nutrition, 12(1).

Karlina, Hidayanti, L., dan Atmadja, T.F.A.G., 2023. Keragaman konsumsi pangan dan asupan zat gizi dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Nutrition Scientific Journal, 2(1): pp. 51-72.

Kemenkes RI., 2022. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07 tahun 2022 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stunting. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI., 2024. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Liu, Y.H. dan Stein, M.T., 2013. Feeding Behaviour of Infants and Young Children and Its Impact on Child Psychosocial and Emotional Development. University of California San Diego: Abilio Child Nutrition.

Mangngi, J.M., Nur, M.L., dan Liufeto, M.O., 2025. Hubungan pola asuh makan dengan status gizi anak usia prasekolah di Kelurahan Oesapa Kota Kupang. SEHATMAS (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat), 4(2): pp. 454-468. Tersedia di: https://journal.literasisains.id/index.php/SEHATMAS [diakses tanggal 3 Juni 2025].

Masita, Biswan, M. dan Puspita, E., 2018. Pola asuh ibu dan status gizi balita. Quality Jurnal Kesehatan, 9(1): pp.1-41.

Monnard, C., dan Fleith, M., 2021. Total fat and fatty acid intake among 1–7-year-old children from 33 countries: Comparison with international recommendations. Nutrients, 13(10): pp. 3547. Tersedia di: https://doi.org/10.3390/nu13103547 [diakses tanggal 2 Juni 2025].

Natara, A.I., Siswati, T., dan Sitasari, A., 2023. Asupan Zat Gizi Makro dan Mikro dengan Kejadian Stunting pada Balira Usia 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Radamata, Journal of Nutrition College, [e-Journal] 12(3): pp.192-197. Tersedia di: https://doi.org/10.14710/jnc.v12i3.34499 [diaskes tanggal 3 september 2024].

Permenkes RI, 2020. Peraturan Menteri Kesehatan No.21 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementrian Kesehatan Tahun 2020-2024. Jakarta: Direktorat Kementerian Kesehatan RI.

Prawirohartono, E.P., Nurdiati, D.S. & Hakimi, M., 2023. Prognostic factors at birth for stunting at 24 months of age in rural Indonesia. Paediatrica Indonesiana, 56(1), pp.48-56.

Ryan, R.M. and Deci, E.L., 2000. Self-Determination Theory and the Facilitation of Intrinsic Motivation, Social Development, and Well-Being. American Psychologist, 55(1), pp. 68-78.

Sani, M., Solehati, T., dan Hendrawati, S., 2019. Hubungan usia ibu saat hamil dengan stunted pada balita 24-59 bulan. Holistik Jurnal Kesehatan, 13(4): pp. 284-291.

Sari, Y., Wirjatmadi, B., dan Setyaningtyas, S., 2020. Hubungan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro, Personal Hygiene Ibu, Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting Balita Usia 25-59 Bulan. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2): pp.94-104.

Sihotang, W.Y., Hulu, V.T., Samosir, F.J., Pane, P.Y., Hartono, Manalu, P., Siagian, M. dan Panjaitan, H.I.L., 2023. Determinants of stunting in children under five: a scoping review. Jurnal Gizi Indonesia, 12(1): pp.9-20.

Shloim, N., Edelson, L.R., Martin, N., dan Hetherington, M.M., 2015. Parenting styles, feeding styles, feeding practices, and weight status in 4–12 year-old children: A systematic review of the literature. Frontiers in Psychology, 6(1894): pp. 1-20. Tersedia di: https://core.ac.uk/reader/42620720 [diakses tanggal 4 Juni 2025].

SSGI., 2021. Buku Saku Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

SSGI., 2022. Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Suharmanto dan Wardani, D., 2019. Kajian status gizi balita berdasarkan pola asuh dan dukungan keluarga. Jurnal Kesehatan, 10(3). Tersedia di: http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK [diakses tanggal 7 Juni 2025].

Suratri, M.A.L., Putro, G., Rachmat, B., Nurhayati, Ristrini, Pracoyo, N.E., Yulianto, A., Suryatma, A., Samsudin, M. & Raharni, 2023. Risk Factors for Stunting among Children under Five Years in the Province of East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. International Journal of Environmental.

Suryawan, A.E., Ningtyias, F.W., dan Hidayati, M.N., 2022. Hubungan pola asuh pemberian makan dan skor keragaman pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Ilmu Gizi Indonesia, [e-joural] 6(1): pp.23-34. Tersedia di:https://ilgi.respati.ac.id/index.php/ilgi2017/article/view/310/pdf_1 [diaskes tanggal 30 Agustus 2024].

Titaley, C.R., Ariawan, I., Hapsari, D., Muasyaroh, A., dan Dibley, M.J., 2019. Determinants of the stunting of children under two years old in Indonesia: A multilevel analysis of the 2013 Indonesia Basic Health Survey. Nutrients, 11(5): pp. 1106. Tersedia di: https://doi.org/10.3390/nu11051106 [diakses tanggal 8 Juni 2025].

UNICEF, WHO, World Bank Group, 2023. Levels and trends in child malnutrition: UNICEF / WHO / World Bank Group Joint Child Malnutrition Estimates: Key findings of the 2023 edition. New York: UNICEF dan WHO.

Utami, W.P., Najahah, I., Sulianti, A. dan Faiqah, S.F., 2021. Kejadian Stunting terhadap Perkembangan Anak Usia 24–59 Bulan. Nursing Journal, 3(1): pp.66-74. Tersedia di: http://jkp.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/bnj/index [diaskes tanggal 15 Juni 2025].

WHO, 2013. Childhood Stunting: Context, Causes and Consequences. World Health Organization.

WHO, 2018. Reducing stunting in children: equity considerations for achieving the Global Nutrition Targets 2025. Geneva: World Health Organization.

Zhafirah, H.D., dan Muniroh, L., 2023. Hubungan berat badan lahir dan tingkat kecukupan zat gizi makro dengan status gizi balita. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4): pp. 5948-5957.

Downloads

Published

02-07-2025

How to Cite

Haryanto, C. D. A., Diana, R. ., Andrias, D. R. ., & Rachmawati, R. D. . (2025). Hubungan antara Karakteristik Balita, Pola Asuh Pemberian Makan dan Tingkat Kecukupan Zat Gizi Makro dengan Kejadian Stunting di Kabupaten Ngawi. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 10478–10492. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.1524

Issue

Section

Articles